Published On: Tue, Jun 30th, 2015

10 Cara Menuju SDM Modern

Share This
Tags

 

Moon Won VP Apps Oracle ASEANSemakin tumbuhnya bisnis dan semakin menjamurnya perusahaan menghasilkan persaingan yang lebih ketat dalam menyediakan produk serta layanan terbaik. Satu hal yang perlu disadari adalah, produk atau layanan apa pun yang dihasilkan, itu bersumber dari pengetahuan, kemampuan, dan keahlian pegawainya. Ini merupakan kontribusi besar untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Untuk menjaga keberhasilan tersebut, bagian SDM perlu berusaha keras untuk menjaga semua pegawai. Bagian SDM juga akan menghadapi pesaingan yang semakin meningkat untuk menarik kandidat berkualitas. Mengingat hal tersebut, pimpinan SDM perlu bertanya pada diri sendiri: Apakah mereka memberikan cukup perhatian utnuk menyiapkan bagian SDM menuju era modern?

Berikut adalah 10 cara pimipinan SDM untuk membentuk fondasi bagian SDM yang modern:

 

  1. Menyusun buku manual untuk mengatur kandidat

Tidak ada kata terlambat untuk memikirkan tenaga kerja yang Anda miliki saat ini dan di masa depan. Satu cara untuk menjawab tantangan ini adalah dengan menyusun semacam buku manual yang memanfaatkan pertanyaan para pegawai tentang perusahaan dan mendokumentasikan aspek penting mengenai strategi bagian SDM di perusahaan tersebut.

Jika Anda memberikan cukup perhatian pada para pegawai, selayaknya Anda memperhatikan produk dan layanan, Anda akan bisa meningkatkan pengalaman pegawai dan dapat mempertahankan kandidat yang berkualitas.

 

  1. Kenali pegawai Anda seperti mengenali pelanggan

Anda mungkin tahu data keluar-masuknya pegawai atau tentang kompensasi dari laporan rutin yang diterima. Namun sebenarnya ada lebih banyak pertanyaan menarik yang bisa diajukan ke pegawai. Masukkan data seperti lokasi, kegiatan, sensor, keuangan, serta analisis sentimen data yang tidak terstruktur. Beri dorongan pada pegawai untuk membuat profil internal sebagai cara untuk mengumpulkan informasi yang bisa digunakan untuk memperluas jaringan, kolaborasi, dan mengembangkan karir. Dengan akses ke data semacam ini, Anda akan mendapatkan wawasan yang bisa menentukan keputusan bisnis. Tim analitik khusus bisa menggabungkan data tenaga kerja dan data kandidat dengan data bisnis serta data keuangan, yang nantinya akan membentuk keputusan serta menyediakan visibilitas ke kinerja perusahaan.

 

  1. Pekerjakan orang yang “menakutkan” di bagian SDM

Tenaga analitik baru –disebut data scientist –memasukkan rasa penasaran dan pengetahuan bisnis untk mengatur strategi SDM yang baru. Mereka tidak mengerti Bahasa SDM. Mereka justru menanyakan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’. Di mana Anda bisa menemukan orang seperti ini? Lihatlah bagian lain di peusahaan; seperti bagian keuangan, pengembangan produk, atau bahkan bagian pemasaran. Dengan tenaga analitik yang tepat dan basis data yang dipenuhi informasi tidak terstruktur, pimpinan SDM akan lebih siap dalam mengubah bagian SDM menjadi fungsi bisnis strategis yang mendorong pertumbuhan perusahaan.

 

 

  1. Memberikan pengalaman pegawai yang dipersonalisasi

Di tahun 2020, lima generasi akan bekerja di satu tempat yang dibentuk oleh komputasi cloud dan media sosial. Generasi millennial dan generasi X akan memiliki 7 sampai 10 pekerjaan dan beragam profesi berbeda selama karir mereka.[1] Di suatu kondisi di mana pegawai punya banyak pilihan untuk memajukan karir mereka, Anda harus berjuang mempertahankan dan mendapatkan tenaga kerja terbaik. Ada sejumlah sumber untuk membantu perusahaan mengembangkan pengalaman pegawai. Mendengarkan dan memahami media sosial, memanfaatkan komunitas khusus untuk merekrut kandidat baru, alat yang lebih baik untuk berkolaborasi dan bekerja secara mobile, paket kompensasi yang dikostumisasi, serta gaya kerja yang fleksible, hanyalah beberapa contoh cara untuk memberikan pengalaman pegawai yang lebih baik lagi.

 

  1. Membawa budaya kolaboratif di tempat kerja

Aplikasi sosial dan teknologi untuk berkolaborasi telah mengubah cara kerja dan hidup kita. Saat diterapkan di tempat kerja, teknologi yang sama bisa memperbaiki komunikasi dan meningkatkan produktivitas. Akan ada lebih banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja. Kolaborasi menciptakan adanya jaringan yang menghasilkan kontribusi lebih besar ke perusahaan. Pimpinan SDM yang mendukung kolaborasi seperti ini akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

 

  1. Merekrut untuk inovasi yang berkelanjutan

Pencari kerja di masa kini punya beragam channel sosial untuk mencari pekerjaan yang cocok, dari LinkedIn, Facebook, hingga Twitter. Bagian SDM bisa memanfaatkan tren ini dengan berpartisipasi di channel tersebut untuk mendekati kandidat yang diincar.

Selain jaringan sosial, alat ranking yang prediktif dapat membantu bagian SDM mengotomatisasi proses penerimaan, sementara basis data kandidat yang sesuai memungkinkan perusahaan mengatur hubungan dengan kandidat. Strategi perekrutan yang strategis ini akan memberikan Anda kesempatan masuk ke dalam kolam yang lebih besar berisi kandidat berkualitas, membangun hubungan yang lebih kuat dengan pencari kerja, dan lebih efisien dari segi biaya.

 

  1. Memberikan kesempatan belajar

Bagaimana Anda bisa memberikan pelajaran yang berkelanjutan untuk generasi millennial dan pekerja yang sangat mobile? Josh Bersin dari Deloitte berkata, “Perluaslah cara belajar dengan memasukkan konten, kolaborasi, dan program dalam penawaran yang mudah dimengerti, yang akan membantu pegawai untuk belajar, berbagai informasi, dan membagi pengalaman.”

 

 

  1. Memikirkan ulang manajemen kinerja

Di tempat kerja yang berorientasi pada hasil, keberhasilan suatu individu bergantung pada kemampuan untuk bekerja dengan yang lain, lebih daripada menyelesaikan suatu tugas. Saat perilaku pegawai dan manajer dihubungkan, itu bukan hanya penting bagi perusahaan, namun juga bagi pelanggan dan rekan bisnis. Dengan begitu, bagian SDM menjadi pendorong untuk keberhasilan bisnis. Bagian SDM membutuhkan manajemen kinerja yang mengenali pergeseran ini dan mengevaluasi kinerja berdasarkan pengukuran kerja actual yang dihubungkan ke hasil bisnis.

 

 

  1. Menjadi global

Saat kolam pegawai menyusut dan persaingan semakin sengit, bagian SDM akan menjadi fungsi bisnis yang semakin mengglobal. Perusahaan meluas secara operasional menjadi geografi baru dan memindahkan kandidat ke negara lain, untuk mengisi kebutuhan pegawai di wilayah. Fondasi teknologi SDM yang efektif dan mengglobal bisa membantu memenuhi kebutuhan ini, sementara mengontrol biaya operasional SDM.

 

  1. Berpindah ke cloud

Sebagai bagian dari menuju SDM modern, Anda perlu memberikan akses pada pegawai ke aplikasi SDM yang relevan, dipersonalisasi, dan dapat diakses di perangkat pilihan mereka. Cara terbaik untuk menerapkan dan mendukung kemampuan ini adalah melalui cloud.

Sistem manajemen SDM di cloud membutuhkan sepertiga dari jumlah total staf jika Anda menerapkan solusi on premise, menurut CedarCrestone. Waktu penerapan juga lebih cepat jika solusinya dijalankan di cloud.[2]

 

 

Akuisisi, peluncuran produk baru, dan pasar serta geografi baru, semuanya menciptakan lingkungan yang menarik dan juga menantang bagi bagian SDM. Perusahaan terus berevolusi saat mereka mendorong inovasi dan pertumbuhan.

 

Untuk mengatur ulang fokus bagian SDM di era pertumbuhan baru ini, kita perlu bergerak dari cara tradisional untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Kebutuhan ini termasuk juga pandangan ke tenaga kerja, alat dan kebijakan yang mendorong kolaborasi, aplikasi yang menarik dan mobile, serta wawasan yang memungkinkan manajemen untuk memprediksi dampak bisnis yang dihasilkan SDM modern.

[1] Bersin by Deloitte, “Predictions for 2014,” Josh Bersin, December 2013

[2] CedarCrestone, “2013-2014 HR Systems Survey,” Figures 10 and 11.

 

 

Penulis:

Moon Won, Vice President of Applications, Oracle ASEAN

Moon Won menjabat sebagai Vice President of Applications di Oracle ASEAN. Ia bertanggungjawab untuk mengatur transformasi dan pertumbuhan lini bisnis applications di ASEAN untuk Oracle. Memulai karirnya di bidang TI, Moon bergabung dengan Oracle di tahun 1998 dan menempati posisi konsultan, penjualan, pengembangan bisnis di wilayah Asia Pasifik.