Published On: Thu, Jun 16th, 2016

10 Kota Masa Depan yang Menakjubkan

World IslandsJakarta, 15 Juni 2016- Semakin meningkatnya jumlah populasi di setiap negara akhirnya menimbulkan berbagai masalah, salah satunya urusan ketersediaan hunian bagi masyarakat. Menurut Laporan PBB, tahun 2050 mendatang jumlah populasi di dunia akan mencapai 9,6 miliar, jika hal ini tidak ditangani ini dengan baik, maka akan menjadi permasalahan yang sangat kompleks ditengah semakin menipisnya jumlah lahan yang ada.

 

Melihat hal ini tak heran, banyak pengembang yang mengembangkan berbagai proyek menarik, mereka berusaha untuk memanfaatkan ketersediaan ruang yang ada dengan membangun perkotaan di atas pulau buatan, di bawah tanah, hingga di bawah laut.

 

Berikut ini, portal properti global Lamudi, akan menjelaskan 10 kota masa depan yang dibangun dengan sangat menakjubkan.

 

Kepulauan Khazar, Azerbaijan ($ 100 miliar)

Pulau Khazar, atau juga yang disebut dengan Pulau Kaspia merupakan pulau buatan yang dibangun 25 km sebelah selatan kota Baku, Azerbaijan.  Rencananya pulau ini akan selesai dibangun pada tahun 2022, dan di sana nantinya akan menjadi rumah bagi satu juta penduduk, 150 sekolah, 50 rumah sakit, universitas, pusat perbelanjaan, rumah sakit, lapangan balap formula 1 hingga Menara Azerbaijan, yang akan menjadi gedung tertinggi dunia.

 

The King Abdullah Economic City, ($86 milyar)

Kota ini akan dibangun di samping Laut Merah, 100 kilometer utara Kota Jeddah, pusat komersial Arab Saudi. Pembangunan kota ini akan dikerjakan oleh Dubai Emaar Properties, salah satu perusahaan real estate terbesar di dunia.  Total pembangunan proyek ini  pun mencapai 67 mil, sehingga tak salah jika kota ini selesai dibangun luasnya akan mengalahkan Washington DC.  Pembangunan kota ini sendiri,  merupakan upaya Arab Saudi untuk meningkatkan perekonomian dengan mendorong investasi asing untuk masuk.

 

Gujarat International Finance Tec-City, India ($ 20 miliar)

Gujarat International Finance Tec-City atau GIFT adalah distrik bisnis yang dibangun di Gujarat, India, pembangunan proyek ini akan memakan lahan seluas 986 hektar. Area ini, nantinya akan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), zona pendidikan internasional, kota-kota yang terintegrasi, zona hiburan, hotel, taman teknologi dan bursa.

 

Songdo International Business District, Korea Selatan ($ 40 miliar)

Songdo International Business District (SIBD) merupakan sebuah kota yang dibangun di atas lahan reklamasi seluas 1.500 hektar, disana nantinya akan dibangun gedung-gedung perkantoran dengan kelas dunia, perumahan, rumah sakit, sekolah dan fasilitas pendidikan. Kota ini pun dibangun dengan konsep green living yang dimana 40 persen lahan kota akan dialokasikan untuk ruang terbuka hijau, tidak hanya itu kota ini pun menggunakan sistem perpipaan bawah tanah untuk pembuangan limbah kota.

 

Madinat Al-Hareer, Kuwait ($ 94 miliar)

Madinat al-Hareer merupakan sebuah kota yang dibangun di Subiya, sebelah utara Kuwait, kota yang dibangun seluas 250 km tersebut nantinya akan diisi beragam proyek properti seperti perumahan, pusat pendidikan, pusat kesehatan, bandara hingga gedung pencakar langit Burj Mubarak Al-Kabir setinggi 1.001 meter. Rencananya proyek ini akan dibangun selama 25 tahun.

 

The World Islands, Dubai, Uni Emirat Arab ($14 miliar)

The World Islands merupakan kepulauan buatan manusia, yang dibangun di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.  Di area tersebut nantinya akan dibangun 300 pulau yang dirancang mirip seperti peta dunia. The World Islands nantinya juga akan dipenuhi dengan berbagai proyek properti mewah seperti resort mewah, restoran mewah, serta hunian mewah yang dapat “mengambang”di atas laut. dah menghabiskan.

 

Masdar City, Abu Dhabi ($ 20 miliar)

Abu Dhabi juga memiliki kota masa depan, diberi nama Masdar City, kota ini dapat menampung 50 ribu penghuni. Tidak hanya itu, kota ini pun dirancang sangat ramah lingkungan dan iklim. Prinsip kelestarian lingkungan diwujudkan dengan penggunaan air yang 80 persen lebih hemat dibandingkan kota konvensional. Sampah di kota ini pun 100 persen di daur ulang dan nom persen emisi gas karbon dioksida.

 

Earth-scraper, Meksiko ($ 1 miliar)

Pernah melihat gedung yang dibangun di bawah tanah? Jika belum, mungkin Anda harus melihat Earth-scraper, yakni sebuah gedung yang dibangun di bawah tanah tepatnya di alun-alun utama Mexico City, Meksiko. Gedung ini memiliki tinggi 65 lantai dengan kedalaman 300 meter di bawah tanah. Gedung ini pun dapat menampung lebih dari 300.000 orang dan di sana nantinya akan dibuatkan area hunian, ruko, perkantoran dan museum.

 

Floating City, Cina ($ 20 miliar)

Cina saat ini telah kehabisan lahan untuk membangun proyek properti, dengan jumlah populasi mencapai 1,3 miliar orang, tampaknya pengembang harus lebih kreatif menyiasati keterbatasan lahan, itu lah mengapa ide untuk membangun kota terapung ini muncul di Cina. Kota terapung ini nantinya. Kota terapung ini nantinya akan memiliki lapisan tanah atas dan lapisan bawah air. Di dalam kota sendiri, nantinya masyarakat akan menggunakan mobil listrik  serta juga disediakan peternakan, penetasan, dan pusat pembuangan limbah.

 

Ocean Spiral, Jepang ($ 30 miliar)

Menyiasati keterbatasan lahan, Jepang berencana akan membangun sebuah kota di bawah laut, kota yang diberi nama Ocean Spiral ini dirancang oleh Shimizu Corp. Pembangunan proyek ini akan dilakukan di lepas pantai Jepang, di sana nantinya akan dibangun sebuah bola air raksasa yang memiliki diameter sebesar 500 meter, di bola raksasa tersebut nantinya akan dibangun proyek perumahan, kantor, tempat bisnis dan hotel.

 

Selesai