Published On: Thu, Mar 10th, 2016

Ada Peluang Bisnis di Tengah Meningkatnya Penggunaan Internet di Negara Berkembang

infog-internet-trendsJakarta, 10 Maret 2016-  Keberadaan internet saat ini tidak bisa terlepas
dari kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang, walaupun hal tersebut tidak didukung oleh jaringan konektivitas yang baik jika dibandingkan dengan negara maju.

Menurut data dari International Telecommunication Union (ITU), jumlah pengguna internet di seluruh dunia saat ini mencapai 3,2 miliar pada tahun 2015 atau sekitar 43 % dari  penduduk dunia yang
mempunyai akses ke situs web. Dari angka tersebut, dua milyar pengguna web ternyata berasal dari pasar negara berkembang.

Data tersebut juga bisa diartikan bahwa setiap pengguna internet di dunia maju, terdapat dua di negara-negara berkembang. Dari data tersebut juga menunjukkan bahwa 34 % rumah tangga di negara-negara berkembang memiliki akses Internet sementara untuk di negera maju mencapai angka 80 %.

Tingkat penggunaan internet pada negara-negara berkembang juga memberikan kesempatan bagi bisnis online yang beroperasi di Asia, Amerika Latin dan Afrika. Contohnya seperti belanja untuk pakaian atau mencari properti melalui online yang banyak dilakukan oleh negara maju, hal ini bisa dijadikan potensi yang menjanjikan pada  negara-negara berkembang.

Riset terbaru dari properti global Lamudi portal mengungkapkan bahwa platform online kini menjadi alat utama untuk menemukan real estate baik untuk membeli atau menyewa pada negara-negara di Asia dan Amerika Latin. Di Filipina, misalnya, berdasarkan hasil survey dari agen dan broker  mengungkapkan bahwa 91 % para professional real estate merayakan peningkatan yang signifikan dalam pertanyaan online selama tahun 2015.

Lamudi Co-Founder Global dan Managing Director, Kian Moini, berkata: “Kecerdasan pengusaha dan pemilik usaha online dapat berharap untuk melihat perusahaan mereka tumbuh lebih baik karena saat ini  banyak orang yang beralih secara online di Asia, Amerika Latin dan lainya. Kita sudah melihat
tren ini terjadi dalam sektor real estate online, karena semakin banyak pemburu rumah di pasar negara berkembang kini beralih ke *platform *properti seperti Lamudi untuk menemukan rumah impian mereka.”