Published On: Wed, Aug 8th, 2018

AIMI Gelar Munas di Makassar, Kampanyekan Menyusui sebagai Fondasi Kehidupan

Share This
Tags

Jakarta 05/08 – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di Makassar. Sekjen AIMI periode 2013-2018, Farahdibha Tenrilemba, menjelaskan Munas AIMI merupakan pemegang kedaulatan tertinggi organisasi yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun. Munas AIMI ke-2 membahas laporan pertanggungjawaban pengurus AIMI periode 2013-2018, pemilihan Ketua Umum periode 2018-2023, serah terima jabatan kepengurusan baru, dan pembahasan program kerja periode selanjutnya.

“Munas AIMI ke-2 diselenggarakan bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia, momentum ini menjadi pengingat sekaligus mengampanyekan kepada publik bahwa menyusui sangat penting bagi bayi sebagai fondasi dalam kehidupan setiap manusia,” tambah Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI periode 2013-2018, kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan Munas.

Rangkaian kegiatan Munas AIMI ke-2 berlangsung selama empat hari sejak tanggal 2 hingga 5 Agustus 2018 di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar – Sulawesi Selatan, dibuka dengan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus berupa paparan dari para pakar laktasi. Narasumber pertama, dr. Utami Roesli, SpA, MBA, FABM, IBCLC membawakan tema Peran Kunci AIMI Dalam Keberhasilan 10 LMKM di BFHI dilanjutkan oleh dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC dengan judul Do’s and Dont’s in Pumping, dan ditutup dengan paparan hasil penelitian Helen Keller Indonesia terhadap Pelanggaran CODE di Jawa Barat.

Puncak kegiatan Munas AIMI ke-2 berlangsung pada hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018 dengan menetapkan serta melantik Nia Umar, S.Sos, MKM, IBCLC sebagai Ketua Umum AIMI periode 2018-2023. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus berlanjut pada hari ketiga yang diisi dengan Training of Trainers (ToT) bagi para Konselor Menyusui AIMI. Nia menjelaskan, “Pelatihan sangat penting karena para perwakilan Konselor Menyusui AIMI yang berasal dari 16 provinsi ini harus selalu mengikuti perkembangan informasi seputar menyusui dan menyampaikannya kepada teman-teman pengurus AIMI di seluruh Indonesia.”

Usai pelatihan, pengurus AIMI memenuhi undangan ramah-tamah di kediaman Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, ibu Indira Yusuf Ismail. Pada hari terakhir, tanggal 5 Agustus 2018, rangkaian kegiatan Munas AIMI ke-2 ditutup dengan kampanye menyusui saat Car Free Day di Jalan Sudirman, Makassar.***

* * *

 

 

PROFIL AIMI

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan dan informasi tentang menyusui serta meningkatkan angka ibu menyusui di Indonesia. Berdiri pada tanggal 21 April 2007, saat ini AIMI memiliki perwakilan daerah di 15 provinsi yakni Sumatra Utara, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Serta cabang di 9 kotamadya/kabupaten di luar ibu kota provinsi yakni Depok, Cirebon, Bekasi, Bogor, Solo, Purwokerto, Bantul, Malang, dan Sorowako. Sekretariat AIMI berkedudukan di DKI Jakarta.

AIMI memiliki visi menjadi kelompok pendukung ibu andalan masyarakat dan berperan utama dalam peningkatan angka ibu menyusui di Indonesia melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan promosi, edukasi, dan advokasi mengenai menyusui.

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>