Published On: Wed, Nov 5th, 2014

AirAsia Dukung INTERPOL Dalam Kampanye Turn Back Crime

airasia-interpolNice, Perancis, 5 November 2014 – Sebagai tindak lanjut atas bentuk kerja sama yang telah terjalin dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, hari ini AirAsia dan Badan Kepolisian Internasional (INTERPOL) meluncurkan pesawat dengan cat atau tampilan eksterior (livery) khusus “Turn Back Crime” sebagai bentuk partisipasi maskapai dalam kampanye untuk memerangi tindak kejahatan. Livery ini dipasang secara menyeluruh di badan pesawat Airbus A320 yang akan dioperasikan oleh AirAsia Indonesia.

Pesawat berjenis Airbus A320 tersebut mendarat mulus di Bandara Internasional Nice, beberapa jam sebelum dimulainya sidang umum tahunan badan kepolisian internasional dengan tema ‘Turn Back Crime: 100 years of international police cooperation’ yang berlangsung di Monaco pada 3 November 2014.

Livery pesawat tersebut telah didesain sedemikian rupa guna mempromosikan kampanye global yang diiniasi oleh INTERPOL untuk mengajak seluruh pihak terkait seperti pihak penegak hukum, sektor publik dan swasta bersatu melawan segala praktik kejahatan dan terorisme.

Menggarisbawahi pentingnya upaya kerja sama ini, AirAsia sejak Juni 2014 menjadi maskapai penerbangan pertama yang menerapkan sistem INTERPOL I-Checkit guna melacak keaslian paspor calon penumpang berdasarkan database dokumen perjalanan yang hilang dan dicuri atau Stolen and Lost Travel Documents (SLTD) yang dimiliki oleh INTERPOL. Sampai saat ini, sistem ini telah mendeteksi dan mencegah 50 penumpang yang hendak bepergian dengan dokumen perjalanan palsu.

Group CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, “Kami sungguh bangga dengan diluncurkannya livery Turn Back Crime yang menambah livery terbaru di jajaran armada Grup AirAsia. Peluncuran livery ini merupakan komitmen kami dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat ini akan membawa pesan penting untuk melawan terorisme dan kejahatan menuju ke 23 destinasi dalam jaringan AirAsia. Kami berharap kerja sama yang terjalin antara AirAsia dan INTERPOL semakin mendukung keamanan perjalanan udara dan menjadi sebuah tolok ukur bagi industri penerbangan dunia.”

Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu tindak lanjut kerja sama tersebut, kami dengan bangga mendedikasikan satu unit pesawat Airbus A320 milik AirAsia Indonesia untuk dilakukan pengecetan livery dengan corak INTERPOL. Pesawat dengan livery khusus ini akan secara regular terbang dan mendarat di berbagai kota di Indonesia maupun sejumlah negara ASEAN lainnya, sehingga membuat kampanye keamanan yang dilakukan AirAsia dan INTERPOL dapat berjalan efektif.”

Sementara, itu, Sekretaris Jenderal INTERPOL, Ronald K. Noble mengatakan “AirAsia telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan dan keamanan penumpang melalui penerapan sistem I-Checkit. Dengan mendukung kampanye Turn Back Crime ini, AirAsia telah membantu untuk menyebarkan pesan khusus yaitu mengajak masyarakat luas dalam memerangi kriminalitas.”

Roraima A. Andirani, Executive Director Kampanye Turn Back Crime mengatakan kampanye ini turut mendukung banyak negara dalam upaya melindungi negara mereka terkait tindak kejahatan dan terorisme.

“Tidak melihat darimana pihak tersebut berasal baik dari kalangan masyarakat umum, sektor swasta maupun pembuat kebijakan, kita masing-masing dapat berkontribusi dan bersatu untuk memerangi kejahatan dan terorisme,” tutur Andriani.

“Saya berharap inovasi AirAsia ini dapat semakin menginspirasi masyarakat luas untuk semakin menemukan langkah baru dan menarik dalam mempromosikan kampanye Turn Back Crime,” tambah Andriani.

Proses pengerjaan livery pesawat ini memakan waktu selama 130 jam (6 hari) dan akan terbang ke 23 rute internasional.

Publik dapat turut mempromosikan kampanye ini dengan mengunggah foto pesawat livery #TurnBackCrime menggunakan hashtag #AirAsia #TurnBackCrimePlane #INTERPOL dan menyebutkan @TurnBackCrime atau @INTERPOL_HQ.

***SELESAI***

 

Keterangan Foto:

Foto 1: (Kiri-Kanan) Roraima A. Andirani, Executive Director Kampanye Turn Back Crime; Steven Dickson, Group Head, Ground and InFlight Operations AirAsia; Dato’ Aziz Bakar, Director of AirAsia Berhad, dan Pieter Deelman, Head of Taskforce I-Checkit berpose bersama di depan pesawat dengan livery khusus Turn Back Crime di Bandara Internassional Nice, Perancis pada 3 November 2014 yang lalu.