Published On: Mon, Nov 20th, 2017

ASUS FX Series, Lini Baru ASUS untuk Notebook Gaming Terjangkau

Share This
Tags

Jakarta (16 November 2017) Di segmen gaming enthusiast, lini ROG (Republic of Gamers) menjadi andalan ASUS untuk memenuhi kebutuhan para gamer, termasuk gamers dari seluruh penjuru Nusantara. Baik gamer pemula, sampai gamers profesional yang tak pernah ketinggalan untuk bertarung di setiap kompetisi, dapat memanfaatkan performa maksimal yang ditawarkan oleh ASUS ROG series.

Namun tentunya tidak semua gamers memiliki anggaran yang sangat besar untuk investasi perangkat gaming pendukung aktivitas mereka. Untuk memberikan solusi pada gamers yang memiliki dana terbatas, ASUS menghadirkan lini ASUS Gaming, atau FX Series. Dengan hadirnya lini ASUS Gaming, ASUS menawarkan notebook berperforma sekelas ASUS ROG dan desain yang tak kalah menarik dari ASUS ROG. Bedanya, ASUS Gaming FX Series ini tetap ramah di kantong.

“Tak hanya gamers, produk dari lini terbaru ini juga dapat digunakan oleh segmen pengguna lain yang butuh notebook berperforma mumpuni namun dipasarkan di harga mainstream,” sebut Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia. “Mereka yang berkecimpung di dunia desain, arsitektur, atau konten editor dapat memanfaatkan kemampuan yang ditawarkan oleh varian ASUS FX Series,” sebutnya.

 

Performa Tinggi, Harga Mainstream

Lini ASUS Gaming FX Series akan diisi oleh notebook-notebook yang dilengkapi oleh komponen-komponen kelas atas, yang memenuhi standar untuk memainkan game ataupun aplikasi 3D grafis mutakhir. Mulai dari prosesor, Intel Core i7 berbasis Kaby Lake, grafis Nvidia GeForce GTX 10 series berbasis arsitektur Pascal, serta RAM berkapasitas lega hingga 32GB.

Varian FX series sendiri akan tersedia dalam ukuran 15 dan 17 inci. Keduanya akan hadir dengan layar Full HD serta wide-view technology untuk menghadirkan visual yang mengagumkan tanpa distorsi warna meski layar dilihat dari sudut pandang yang sempit.

Demi melengkapi kenyamanan bermain, notebook dilengkapi dengan chiclet keyboard yang didiesain khusus dengan teknologi scissor-switch keys yang punya travel distance 2.5mm agar menekan tombol terasa lebih mantap. Tak hanya itu, keyboard juga punya backlight berwarna merah, spacebar lebih besar, arrow keys yang sedikit terpisah dengan tombol keyboard lainnya, serta tombol WASD yang diberi ciri khusus.

“Dengan hadirnya FX series, ASUS sebagai pemimpin pasar notebook termasuk notebook gaming di Indonesia memberikan solusi yang lebih terjangkau untuk para gamer untuk dapat pengalaman bermain game yang luar biasa di mana saja,” sebut Galip.

Dari sisi harga, Galip menambahkan, ASUS Gaming FX Series akan dipasarkan di harga serupa dengan notebook mainstream dari kelas performa. “Notebook dari lini tersebut sangat tepat diposisikan sebagai alternatif dari seri ASUS ROG yang terkenal menawarkan performa gaming maksimal dan sangat premium,” tambahnya.

 

###

 

Tentang ASUS

Di Indonesia, di kuartal empat 2016, IDC melaporkan bahwa di bisnis notebook, ASUS terus tumbuh meski telah menempati posisi pertama sejak akhir 2013, posisinya sangat kuat dengan pangsa pasar sebesar 51,7 persen. Di kuartal tersebut, selisihnya dengan produsen terbesar kedua mencapai sekitar 33 persen. Bahkan jika digabungkan dengan market share milik produsen terbesar ketiga dan keempat, penguasaan pasar ASUS di laptop consumer masih lebih besar.

ASUS mencatat tonggak sejarah baru di tahun ini. Hingga September 2017, GfK menyebutkan, pangsa pasar notebook consumer ASUS kembali meningkat hingga mencapai 41,9 persen. Pangsa pasar ASUS mencapai lebih dari 2 kali lipat dibanding produsen terbesar kedua. ASUS juga meraih TOP Brand Award untuk kategori bisnis notebook di 2017. Di industri smartphone, menurut data IDC Q2 2017, ASUS meraih posisi empat besar.

ASUS juga merupakan Top 2 produsen notebook konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik. ASUS mendesain dan memproduksi berbagai jenis produk IT untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari, mulai dari laptop, tablet, PC desktop, server, perangkat jaringan, dan smartphone. Dimotivasi oleh komitmen pada inovasi, ASUS juga mengembangkan teknologi dari Personal Computing, Mobile Computing dan kini fokus pula pada IoT serta Robotics Computing.

Saat ini ASUS memiliki lebih dari 17.000 orang karyawan di seluruh dunia, di mana 5.500 orang di antaranya adalah insinyur di tim R&D (riset dan pengembangan) berkelas dunia. Di tahun 2016 lalu, ASUS juga berhasil mendapatkan revenue sebesar 13.3 milar dolar AS. Sebagai bukti dari komitmen terhadap inovasi, desain dan kualitas, ASUS telah memenangkan 4.385 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT sedunia di tahun 2016, dan telah meraih lebih dari 721 penghargaan untuk seri Zenfone sejak tahun 2014.

ASUS juga terus memimpin pasar dan menjadi brand notebook no.1 di Asia Tenggara. Dari data IDC kuartal keempat 2016, ASUS meraih market share tertinggi untuk Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam dan Filipina) dengan market share sebesar 26,3%.