Published On: Thu, Sep 7th, 2017

ASUS ZenFone 4 Max Pro Resmi Beredar di Pasaran Indonesia

Share This
Tags

 Jakarta (7 September 2017) – ASUS hari ini meresmikan kehadiran varian smartphone terbarunya di pasaran Indonesia. Memulai lini ZenFone 4 series, ASUS memilih menghadirkan Zenfone 4 Max Pro sebagai pembuka jalan bagi lini produk smartphone generasi ke-empatnya. Seperti diketahui, produsen notebook terkemuka asal Taiwan tersebut mulai fokus di industri mobile per 2014 yang lalu.

ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL sendiri merupakan smartphone mainstream pertama dengan fitur dual camera dan menggunakan baterai sebesar 5.000mAh. Dengan baterai berkapasitas besar tersebut, smartphone dapat bertahan dalam jaringan 4G selama 46 hari. Tak hanya itu, seperti halnya varian ZenFone Max terdahulu, varian terbaru ini juga mendukung reverse charging, alias berfungsi sebagai powerbank. Yang menarik, kemampuan reverse charging-nya pun kini 2x lebih cepat.

“ZenFone 4 Max merupakan bagian dari seri ZenFone 4 yang didesain khusus untuk menyediakan pengalaman fotografi mobile terbaik,” sebut Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia. “Ia memiliki fitur dual rear-camera system dengan kamera utama 16MP serta kamera wide 120o plus kamera depan yang juga berukuran 16MP,” sebutnya.

Untuk menopang energi, Benjamin menambahkan, ZenFone 4 Max Pro memiliki baterai berkapasitas besar yakni 5.000mAh. Kapasitas tersebut sama dengan kapasitas baterai pada lini ZenFone Max generasi pertama. “Yang menarik, dengan teknologi ASUS PowerMaster, baterai pada ZenFone 4 Max Pro ZC554KL dapat bertahan hingga 46 hari saat standby di jaringan 4G,” sebut Benjamin.

Untuk generasi smartpone ZenFone 4 series, di Indonesia, ASUS kembali mengundang aktor laga Joe Taslim sebagai perwakilan.

cid:image003.jpg@01D327F1.118189A0

 

“Bagi saya, smartphone harus sama energiknya dengan saya yang punya aktivitas padat. Saya tidak bisa menggunakan smartphone yang baterainya hanya bertahan setengah hari. Baterai smartphone saya harus bertahan seharian atau lebih, meski telah digunakan secara penuh untuk mendukung aktivitas,” sebut Joe Taslim. “Saya bangga ditunjuk untuk merepresentasikan ZenFone 4 Max Pro di Indonesia,” sebutnya.

 

Lensa Wide 120o

ASUS ZenFone 4 Max Pro menggunakan sistem dual rear-camera dengan kamera utama 16MP PixelMaster dan sebuah kamera kedua dengan wide-angle lens yang mencakup sudut pandang hingga 120o. Kamera tersebut mampu menangkap foto dengan jernih dan tajam. Pengguna juga bisa dengan mudah menggeser opsi ke view yang lebih luas agar lebih banyak objek yang bisa ditangkap dalam frame.

Berbeda dengan sebelumnya, mode Auto kini sudah dilengkapi dengan teknology low-light dan sekaligus HDR Pro. Ini memungkinkan pengguna mengambil foto objek dengan jelas meskipun berada di kondisi backlight yang umumnya sulit dilakukan. Adapun mode Super Resolution akan mengambil beberapa foto dalam satu waktu, lalu mengombinasikannya ke dalam sebuah foto resolusi 64MP dengan detail yang sangat tajam.

 

Galip Fu with Models Showing ZenFone 4 Max Pro

 

Maksimalkan Baterai

Pengguna smartphone tidak pernah merasa energi pada baterainya terlalu banyak sehingga membuatnya kebingungan aktivitas apa lagi yang ingin ia kerjakan. Uniknya, ASUS ZenFone 4 Max Pro didesain agar dapat memaksimalkan sebanyak mungkin energi dari sel baterai lithium-polymer berkapasitas 5.000mAh yang digunakan.

Dengan kapasitas baterainya yang sangat besar, ASUS ZenFone 4 Max juga bisa berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi ulang perangkat lain. Menggunakan kabel USB On The Go (OTG) yang disediakan, smartphone dapat memasok daya 5V dengan arus hingga 1,1A untuk mengisi ulang gadget lain yang terhubung. Tetapi jangan khawatir, meskipun sedang berfungsi sebagai powerbank, aplikasi PowerMaster akan tetap memonitor kapasitas baterai dan tidak memperkenankan smartphone untuk mengisi baterai gadget lain jika baterainya sendiri sudah mencapai 30 persen.

Berikut ini spesifikasi teknis ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL:

Model

ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL

CPU

Qualcomm Snapdragon 430 64-bit octa-core processor (1,4GHz)

GPU

Adreno 505 450MHz

RAM

3GB RAM

Penyimpanan

32GB + 5GB ASUS Webstorage +  Google Drive 100GB free (2 years)

MicroSD

Yes (up to 256GB)

Konektivitas

WLAN 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.1, Wi-Fi direct

Jaringan

WW version: FDD-LTE (Bands 1, 3, 5, 7, 8, 20), TD-LTE (Band 40)

Data rateLTE Cat4: UL/DL 50Mbps/150MbpsDC-HSPA+: UL/DL 5.76Mbps/42Mbps

SIM Card

Triple Slots:

Slot 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card

Slot 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card

Slot 3: Supports up to 256GB MicroSD card

Dual SIM dual standby

Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. Only one SIM card can connect to 3G WCDMA / 4G LTE service at a time

Navigasi

GPS, AGPS, GLONASS, BDS

Display

5.5-inch IPS display, Bluelight filter for eye care, 10-finger capacitive touch

Video

Full HD at 30fps video recording, Electronic Image Stabilization for shake-free videos, Take still photo while recording video, 120˚ wide angle video

Baterai

5000mAh (non-removable)2x faster reverse charging (1A)

Up to 46 days 4G standby

Up to 40 hours 3G talk time

Up to 22 hours video playback

Up to 26 hours Wi-Fi web browsing

Kamera Belakang

16 megapixelsF2.0 apertureFocal length 26mm79° field of viewElectronic Image Stabilization for shake-free videosLED flashUp to 0.03 seconds phase detection auto-focus

5 megapixels, 120˚ wide angle fits more scenery and people in the frame

Focal length 12mm

Kamera Depan

16 megapixels, F2.0 aperture, Focal length 26mm, 76° field of view, Softlight LED flash

Sensor

Fingerprint, Accelerator, E-Compass, Gyroscope, Proximity sensor, Ambient light sensor

OS

Android™ 7 with new ASUS ZenUI 4.0

Dimensi

154mm x 76.9mm x 8.9mm

Bobot

181g

Warna

Deepsea Black, Sunlight Gold, Rose Pink

Harga

Rp2.999.000

 

Di Indonesia, ASUS ZenFone 4 Max Pro sudah tersedia di pasaran di harga yang sangat terjangkau yakni Rp2.999.000. Ia hadir dalam pilihan warna Deepsea Black. Adapun varian warna lainnya yakni Sunlight Gold dan Rose Pink akan hadir di kuartal keempat.

 

###

 

Tentang ASUS

Di Indonesia, di kuartal empat 2016, IDC melaporkan bahwa di bisnis notebook, ASUS terus tumbuh meski telah menempati posisi pertama sejak akhir 2013, posisinya sangat kuat dengan pangsa pasar sebesar 51,7 persen. Di kuartal tersebut, selisihnya dengan produsen terbesar kedua mencapai sekitar 33 persen. Bahkan jika digabungkan dengan market share milik produsen terbesar ketiga dan keempat, penguasaan pasar ASUS di laptop consumer masih lebih besar.

ASUS mencatat tonggak sejarah baru di tahun ini. Hingga Juni 2017, GfK menyebutkan, pangsa pasar notebook consumer ASUS kembali meningkat hingga mencapai 40 persen. Pangsa pasar ASUS mencapai lebih dari 2 kali lipat dibanding produsen terbesar kedua. ASUS juga meraih TOP Brand Award untuk kategori bisnis notebook di 2017. Di industri smartphone, menurut data GfK, ASUS meraih posisi tiga besar. 

ASUS juga merupakan Top 2 produsen notebook konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik. ASUS mendesain dan memproduksi berbagai jenis produk IT untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari, mulai dari laptop, tablet, PC desktop, server, perangkat jaringan, dan smartphone. Dimotivasi oleh komitmen pada inovasi, ASUS juga mengembangkan teknologi dari Personal Computing, Mobile Computing dan kini fokus pula pada IoT serta Robotics Computing.

Saat ini ASUS memiliki lebih dari 17.000 orang karyawan di seluruh dunia, di mana 5.500 orang di antaranya adalah insinyur di tim R&D (riset dan pengembangan) berkelas dunia. Di tahun 2016 lalu, ASUS juga berhasil mendapatkan revenue sebesar 13.3 milar dolar AS. Sebagai bukti dari komitmen terhadap inovasi, desain dan kualitas, ASUS telah memenangkan 4.385 penghargaan dari organisasi teknologi terpandang dan media IT sedunia di tahun 2016, dan telah meraih lebih dari 721 penghargaan untuk seri Zenfone sejak tahun 2014.

ASUS juga terus memimpin pasar dan menjadi brand notebook no.1 di Asia Tenggara. Dari data IDC kuartal keempat 2016, ASUS meraih market share tertinggi untuk Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam dan Filipina) dengan market share sebesar 26,3%.