Published On: Thu, Oct 6th, 2016

Avast Resmi Akuisisi AVG Technologies

avast-avgJakarta,  Oktober 2016 — Avast Software, perusahaan pemimpin penyedia produk keamanan digital untuk pengguna pribadi mapun korporasi, hari ini mengumumkan keberhasilannya dalam mengakuisisi sebagian besar saham AVG Technologies, setelah selesainya masa penawaran awal untuk semua saham biasa AVG Technologies N.V. (NYSE: AVG) yang beredar. Dengan demikian, kedua perusahaan akan beroperasi sebagai satu kesatuan mulai hari ini, Senin, 3 Oktober 2016.

Vince Steckler telah diangkat menjadi Chief Executive Officer (CEO) Avast baru, mengawasi entitas baru hasil gabungan tersebut, yang nilai pendapatannya mencapai lebih dari US$700 juta di tahun 2016.  Avast telah mentransformasi diri menjadi perusahaan penyedia keamanan layanan penuh dengan basis pelanggan terbesar di dunia, dan dengan usaha Mobile, SMB dan Mobile Enterprise yang besar. Terhitung sejak selesainya masa penawaran awal ini, Gary Kovacs, akan mundur dari posisinya sebagai CEO AVG, namun akan tetap menjalin hubungan dengan perusahaan untuk memberikan konsultasi selama masa transisi.

“Perusahaan hasil gabungan ini kini memiliki lebih dari 400 juta pengguna, jumlah yang mewakili lebih dari 40 persen pengguna PC di dunia, di luar China, dan merupakan perangkat keamanan pengguna berbasis instalasi yang terbesar di dunia. Seandainya pasar keamanan komputer adalah negara, maka kami adalah negara dengan populasi terbesar ke-3 di dunia,” ungkap Vince Steckler, Chief Executive Officer. “Pasar kami nomor satu saat ini adalah Amerika Serikat dengan jumlah 58 juta pengguna. Kami telah memiliki jangkauan global dan kami bangga sebagai pilihan terpopuler di pasar keamanan komputer di dunia.”

“Kami memiliki keahlian teknis untuk memberikan proteksi yang unggul bagi para konsumen kami. Sebagai contoh, Lab kami terdiri atas beberapa tim profesional untuk mengatasi segala ancaman keamanan komputer yang muncul, seperti ancaman rekayasa sosial (social engineering threats), yang umumnya menyerang perangkat IoT, dan ransomware, yang kami lawan dengan teknologi pembelajaran mesin. Kami percaya bahwa kami sekarang lebih siap dari sebelumnya untuk mensiasati mereka yang ingin merugikan orang-orang yang melakukan aktivitas online. ”

Akuisisi terhadap AVG telah meningkatkan kemampuan Avast dalam melindungi konsumen. Avast kini:

  • Memiliki jaringan deteksi ancaman yang terluas di dunia dengan lebih dari 400 juta endpoint yang bekerja sebagai sensor yang menyediakan informasi mengenai malware untuk membantu mendeteksi dan menetralkan ancaman-ancaman baru yang muncul.
  • Memiliki layanan cloud yang memprioritaskan keamanan dan jaringan pembelajaran mesin yang terdiri atas 9,000 server dan 50 juta koneksi yang memberikan perlindungan seketika kepada pengguna.
  • Mencegah sekitar 1 miliar serangan malware per bulan
  • Memblokir lebih dari 500 juta URL jahat per builan
  • Memblokir sekitar 50 juta serangan phising per bulan
  • Memproses lebih dari 9 juta berkas eksekusi (execution file) per bulan, 25 persen diantaranya jahat. Hal ini meningkatkan kecepatan dan mengembangkan pengetahuan Avast dalam ranah ancaman keamanan komputer.
  • Dengan akuisisi tersebut, Avast telah mengembangkan bisnis SMB cloud-nya dan meningkatkan basis pengecer (reseller) AVG untuk melayani perusahaan yang lebih banyak dan lebih besar. Selain itu, Avast juga telah mendapatkan Location Labs dan usaha operatornya (carier), yang mendapatkan suntikan investasi dari Avast dan akan dikembangkan untuk merambah pasar luar negeri. Karena sifat tertutup infrastruktur sistem operasi perangkat bergerak, keamanan perangkat bergerak dan teknologi proteksi privasi akan semakin kuat dengan infrastruktur operator. Teknologi dari Location Labs merupakan solusi berbasis layanan cloud yang menghilangkan inefisiensi dan ketidakamanan bagi pengguna yang menggunakan perangkat bergerak mereka.

Avast berencana menciptakan produk lebih banyak dan lebih baik untuk mengantisipasi kian bertambahnya jumlah ancaman. Avast akan terus menawarkan produk bermerek AVG dan Avast demi masa depan yang lebih baik dan mendukung pelanggan dan mitra produk.

“Kami ingin pelanggan yakin bahwa menggunakan poduk AVG atau Avast akan membantu mereka. Kami bukan apa-apa tanpa pelanggan dan mitra kami, yang telah membantu kami melangkah hingga sejauh ini,” ujar Vince Steckler.

Sebagai hasil dari akuisisi, Avast akan membeli 87.3% saham AVG yang beredar setelah masa penawaran awal. Avast juga telah mengumumkan sebuah masa penawaran susulan kepada para pemegang saham AVG yang belum dan ingin menawarkan saham mereka. Masa penawaran susulan ini akan berakhir pada jam 11:59 malam waktu New York pada 14 Oktober 2016. Avast berencana mengeluarkan saham AVG dari daftar bursa efek New York secara sukarela secepatnya setelah masa penawaran susulan.