Published On: Mon, Sep 21st, 2015

Bagaimana Kelas Menengah Mempengaruhi Pasar Negara Berkembang?

Share This
Tags

logo-lamudi

JAKARTA, 21 SEPTEMBER 2015: Masyarakat kelas menengah di berbagai penjuru dunia semakin berkembang. Menurut Pew Research Center, 63 juta orang termasuk ke dalam golongan kelas menengah di Amerika Latin dalam satu dekade terakhir; dan diperkirakan kelas menengah di Nigeria akan bertambah 600% di antara tahun 2000 – 2014.

Pada tahun 2030, EY memperkirakan 2 per 3 dari masyarakat kelas menengah hidup dan tinggal di Asia Pasifik. Seiring dengan bertambahnya masyarakat golongan kelas menengah ini, keadaan ekonomi mereka juga bertambah makmur, menciptakan konsumen golongan baru dengan daya beli yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ekspansi yang cepat ini tidak hanya menciptakan perubahan ekonomi, namun juga mendorong permintaan akan barang-barang seperti, telepon genggam, barang-barang mewah, mobil dan real estate berkualitas.

Indonesia, saat ini memimpin pertumbuhan kelas menengah di Asia, dengan jumlah orang yang berpenghasilan dalam kategori menengah diperkirakan akan menjadi dua kali lipat dalam 5 tahun ke depan. Kota – kota seperti Jakarta bahkan telah mengalami lonjakan penduduk kelas menengah. Masyarakat kelas menengah disini berbondong-bondong datang ke Ibukota, sehingga membuat kebutuhan akan pemukiman dan properti komersial meningkat, begitu pun dengan permintaan akan produk teknologi, koneksi internet yang mumpuni, dan layanan online.

Selain itu, karena permintaan dari konsumen terus bertambah, maka lapangan pekerjaan akan dibuka lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan dari pertumbuhan populasi. Perbaikan ekonomi sebagai hasil dari perkembangan kelas menengah akan mendorong pembangunan di bidang pendidikan juga kesehatan yang mengarah ke peningkatan hidup dan pertumbuhan prospek untuk negara-negara ini.

Usia masyarakat kelas menengah di pasar negara berkembang jauh lebih muda daripada di negara-negara maju. Kelompok usia muda ini lebih fokus dalam penggunaan teknologi, mempengaruhi kebiasaan berbelanja dengan melihat secara online untuk membeli produk dan servis berkualitas. Demografis golongan usia muda dan makmur ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor real estate di pasar negara berkembang.

Awal tahun ini, Lamudi – sebuah portal real estate online yang berfokus di pasar negara berkembang – mengungkapkan bahwa dalam 5 bulan pertama di tahun 2015, 60.3% dari pemburu rumah di Pakistan berusia 18 – 34 tahun; di Nigeria, pemburu rumah dengan kelompok usia yang sama tercatat menggunakan platform pencarian rumah sebesar 49.4%.

Kian Moini, co-founder dan managing director Lamudi berkomentar: “Pergeseran demografi di pasar negara berkembang sangatlah penting, terutama ketika Anda menengok masyarakat golongan kelas menengah di daerah Asia.

Karena orang semakin lama semakin makmur, mereka juga menjadi lebih berpendidikan, lebih memikirkan karier dan oleh sebab itu, mereka menjadi memiliki daya beli yang lebih tinggi saat mereka memasuki pasar properti. Mereka membeli rumah lebih awal, dan menimbulkan daya beli yang lebih tinggi, menyebabkan peningkatan omzet serta volume pencarian. Pentingnya tren ini tak dapat dipandang sebelah mata, karena tren ini mendukung pertumbuhan yang kuat dalam sektor properti di negara itu.”

Ketika negara-negara di pasar negara berkembang menghadapi tantangan dan peluangnya sendiri, pertumbuhan kelas menengah diharapkan dapat menstimulasi perkembangan ekonomi dan sosial; manfaat dari pertumbuhan demografi ini lebih lanjut akan memperluas peluang dalam pekerjaan, teknologi, pendidikan, kesehatan serta kewirausahaan, secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan pasar ini di masa mendatang.

 

AKHIR.