Published On: Sat, Feb 6th, 2016

Bakti Katarak di Ulang Tahun ke-32 JEC Korporat

2 Photo Bakti Katarak Ulang Tahun JEC bersama HOG JC dan MedDocs and Friends Indonesia

Dari ki-ka: Dr. Radja Simanjuntak SpAn, MM – Ketua MedDocs and Friends Indonesia, Suherli – Asisten Direktur Harley Owners Group Jakarta Chapter, Dr. Johan A. Hutauruk, SpM – Presiden Direktur JEC Korporat, Direktur Utama JEC @ Kedoya, Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM – Ketua Service Katarak dan Bedah Refraktif JEC, Dr. Cosmos O. Mangunsong, SpM – Ketua Panitia Bakti Katarak, dan Dr. Ferdiriva Hamzah, SpM – Direktur JEC @ Cibubur

Jakarta, 6 Februari 2016 – Hari ini RS Mata JEC, pusat layanan kesehatan mata paling modern dan terlengkap di Indonesia, menggelar kegiatan Bakti Katarak – acara operasi katarak gratis bagi mereka yang membutuhkan sebagai ungkapan syukur di ulang tahun ke-32. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di RS Mata JEC @ Kedoya ini, JEC bekerjasama dengan para biker yang tergabung dalam Harley Owners Group Jakarta Chapter (HOG JC) dan MedDocs and Friends Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur JEC Korporat yang juga sebagai Direktur Utama JEC @Kedoya, Dr. Johan A. Hutauruk, SpM (K), menyampaikan, “Rangkaian perayaan ulang tahun kali ini menjadi momentum syukuran sekaligus melanjutkan komitmen Rumah Sakit Mata JEC mendukung visi pemerintah mewujudkan 2020 bebas buta katarak.”

 

Data yang dimiliki oleh Global Data on Visual Impairment (2010) dan WHO (2012), menunjukkan estimasi jumlah orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia adalah 285 juta, dengan katarak sebagai penyebab kebutaan terbesar (51%). Di Indonesia sendiri, meskipun hasil survei prevalensi kebutaan pada semua kelompok umur tidak tinggi (berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, Riskesdas 2013), namun pada usia lanjut jumlahnya jauh di atas standar WHO 0,5% – yang artinya masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.

 

“Katarak atau kekeruhan lensa mata masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia, diperkirakan setiap tahun ada satu penderita baru katarak di antara 1.000 orang,” tambah Dr. Johan A. Hutauruk, SpM (K). “Keberadaan Indonesia sebagai negara tropis, menjadikan penduduknya memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropik.”

 

Mengambil bagian dalam kegiatan Bakti Katarak memberi makna berbeda bagi para biker yang tergabung dalam HOG JC dan MedDocs and Friends Indonesia, karena biasanya mereka lebih dikenal dengan kegiatan riding dan touring motor besar. Mereka mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini, mulai dari proses screening bagi para calon pasien, persiapan menjelang dan pada saat pelaksanaan operasi katarak berlangsung.

 

Ketua HOG JC, Sahat Manalu, mengatakan, “Keterlibatan kami dalam Bakti Katarak ini menjadi sarana untuk berbagi kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan operasi katarak, untuk itulah kami bermitra dengan JEC (Jakarta Eye Center) yang telah berpengalaman dalam kegiatan ini. Kami berharap keterlibatan dalam kegiatan ini dapat menyebarkan semangat kepedulian bagi para biker dalam naungan HOG Jakarta Chapter untuk semakin peduli terhadap kesehatan di Indonesia, khususnya kesehatan mata.”

 

MedDocs and Friends Indonesia, yang beranggotakan dokter-dokter dan para pemilik motor besar di atas 500cc juga turut mengapresiasi JEC yang secara rutin menyelenggarakan Bakti Katarak dan berharap dapat terus bekerjasama dalam menurunkan tingkat kebutaan akibat katarak, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati ulang tahun MedDocs and Friends Indonesia ke-7.

 

“Kami turut bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Katarak ini. Para anggota bikers MedDocs and Friends Indonesia dapat turut terlibat secara langsung mendukung Indonesia bebas buta katarak sekaligus menandai peringatan perayaan MedDocs and Friends Indonesia ke-7,” kata Dr. Radja Simanjuntak SpAn, MM, Ketua MedDocs and Friends Indonesia.

 

Sebagai RS Mata yang telah mendapatkan standar Joint Commission International (JCI) dari AS, tentunya JEC @ Kedoya menerapkan layanan kesehatan mata berstandar internasional dalam setiap pelaksanaan tindakan operasi – mulai dari tahap pra, intra hingga pasca operasi. Layanan kesehatan JEC didukung oleh sumber daya manusia, seperti tim dokter dan perawat yang kompeten di bidangnya; serta fasilitas dan peralatan yang memenuhi standar steril dan higienitas, dan pemanfaatan teknologi terkini.

 

Ketua Service Katarak dan Bedah Refraktif JEC, yang juga Direktur Utama JEC@Menteng dan Ketua MedDocs Jakarta Chapter Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM (K), mengungkapkan, “Standar pelayanan internasional ini juga berlaku dalam pelaksanaan Bakti Katarak hari ini. Penerapan teknologi terkini dalam prosedur operasi mempercepat proses pengangkatan katarak dan waktu pemulihan pasca operasi yang relatif lebih singkat.”

 

Pada kegiatan Bakti Katarak kali ini, JEC menargetkan penanganan sekitar 100 pasien katarak, yang dalam pelaksanaannya terbagi di dua tempat, yaitu di RS Mata JEC @ Kedoya dan JEC @ Cibubur yang mulai beroperasi secara resmi pada 28 November 2015. Pelaksanaan Bakti Katarak di Cibubur rencananya akan dilaksanakan pada 17 Februari 2016, dengan sasaran utama masyarakat di sekitar lokasi klinik, yang membutuhkan penanganan operasi katarak. JEC @ Cibubur merupakan bagian dari RS Mata JEC yang terdiri dari 4 lantai, dengan total luas bangunan 1.300 meter persegi dan dibangun di atas lahan seluas 1.030 meter persegi. Bangunan yang dapat menampung sekitar 100-150 pasien setiap harinya dan dilengkapi fasilitas bedah tanpa rawat inap ini, merupakan wujud komitmen JEC untuk memperluas jangkauannya dalam menghadirkan layanan kesehatan mata terpadu dan terdepan, khususnya masyarakat yang berada di kawasan Timur, seperti Cibubur, Bekasi, Depok, dan sekitarnya.

 

Ketua Panitia Bakti Katarak, Dr. Cosmos O. Mangunsong, SpM, menjelaskan, Dalam pelaksanaan Bakti Katarak, JEC selalu menyambut baik keterlibatan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini, kami bermitra dengan HOG JC dan MedDocs and Friends Indonesia yang tengah merayakan ulang tahun. Kami berharap ke depannya akan semakin banyak mitra kerja yang turut mendukung kegiatan ini, yang artinya mendukung juga visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas buta katarak.”

 

Bakti Katarak JEC yang telah menjadi agenda rutin juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga, salah satunya Komite Mata Nasional (Komatnas) – lembaga di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kebutaan di Indonesia, dengan salah satu misinya mengkoordinasi berbagai kegiatan operasi mata gratis; seperti Bakti Katarak yang diselenggarakan JEC pada hari ini. Beberapa mitra kerja lain yang juga mendukung kegiatan Bakti Katarak JEC, yaitu: Perhimpunan Dokter Mata Se-Indonesia (PERDAMI), Gerakan Matahati, dan mitra lainnya.