Published On: Thu, Oct 27th, 2016

BBM Satu Harga untuk Papua dan Papua Barat

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan DIrektur Utama Pertamina Dwi Soetjipto meninjau pesawat Air Tractor yang digunakan untuk mendistribusikan BBM satu harga di wilayah Papua dan Papua Barat, pada (18/10). Pesawat ini didedikasikan Pertamina untuk menjaga ketahanan suplai BBM agar harga terjangkau.

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan DIrektur Utama Pertamina Dwi Soetjipto meninjau pesawat Air Tractor
yang digunakan untuk mendistribusikan BBM satu harga di wilayah Papua dan Papua Barat, pada (18/10). Pesawat ini didedikasikan Pertamina
untuk menjaga ketahanan suplai BBM agar harga terjangkau.

Presiden RI Joko Widodo mewujudkan kebijakan BBM satu harga di Papua yang diharapkan dapat mempercepat gerak perekonomian di wilayah Provinsi yang didominasi oleh pegunungan dan dataran tinggi.

Jakarta, 18 Oktober 2016- Presiden RI didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto meresmikan Penggunaan Pesawat Air Tractor pengangkut BBM yang akan mendukung penerapan kebijakan satu harga di Papua, (18/10).

Kondisi geografis di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua relatif sulit untuk dijangkau mengingat konektivitas antar daerah belum sepenuhnya terhubung akibat keterbatasan infrakstruktur transportasi darat. Hal ini mengakibatkan biaya logistik untuk mengangkut BBM menjadi sangat tinggi karena sebagian besar diangkut dengan menggunakan moda transportasi udara.

Sebelumnya, harga BBM Premium berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp55 ribu per liter, bahkan pernah mencapai Rp150 – 200 ribu per liter. Hal tersebut akibat belum adanya moda transportasi yang dedicated. Melihat kondisi tersebut, Presiden menginstruksikan kebijakan “BBM Satu Harga” sehingga masyarakat Papua dapat menikmati BBM dengan harga sama dengan wilayah lainnya.

Pertamina merespons cepat instruksi tersebut dengan beberapa langkah. Pertama, mendatangkan pesawat khusus, Air Tractor, difasilitasi Pelita Air Service Presiden RI Joko Widodo mewujudkan kebijakan BBM satu harga di Papua yang diharapkan dapat mempercepat gerak perekonomian di wilayah Provinsi yang didominasi oleh pegunungan dan dataran tinggi. anak usaha dari Pertamina, yang merupakan best practise dalam pengiriman BBM via udara sebagai moda khusus yang didedikasikan untuk menjaga ketahanan suplai agar harga terjangkau. Kedua, melalui pendirian lembaga penyalur Pertamina di delapan Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman (Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yahukimo,Tolikara, Intan Jaya dan Pegunungan Arfak).

“Kami bersyukur, sekarang masyarakat di Papua sudah bisa menikmati harga BBM yang sama dengan daerah yang lain di Indonesia, sehingga ke depannya diharapkan mampu mempercepat laju perekonomian di sini. Saya mengapresiasi kerja cepat Pertamina dan Pemerintah Daerah yang sudah berupaya keras mendukung upaya kebijakan BBM Satu Harga,” kata Jokowi.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, BBM Satu Harga merupakan bagian dari kontribusi Pertamina yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk mendistribuskan BBM di seluruh wilayah Indonesia. Kini, harga BBM di delapan Kabupaten Papua sudah sesuai dengan KEPMEN ESDM No 7174 Tahun 2016, yang berlaku sejak 1 Oktober, yaitu untuk setiap liternya; Minyak Tanah Rp2.500, Minyak Solar Rp5.150, dan Premium Rp6.450.

“Untuk merealisasikan program tersebut, Pertamina berupaya menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara guna mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat di daerah terdepan, terluar dan tertinggal bisa mendapatkan BBM dengan harga sama dengan daerah lainnya. Pertamina selalu komit dengan kebijakan yang dicanangkan Pemerintah. “At any cost”, pasti kami sebagai kepanjangan tangan pemerintah akan menanggung biayanya,” kata Dwi.

 

sumber: Energia Weekly PT Pertamina