Published On: Tue, Jan 26th, 2016

Bebas Bergerak dengan Bedah Lutut Robotik

bedah robotik

Dr. Jeffrey Chew menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang kini semakin berkembang diharapkan dapat membantu pasien untuk mendapatkan penangan terbaik serta pengobatan dengan waktu pulih lebih singkat sehingga dapat segera kembali beraktivitas.

Jakarta, 26 Januari 2016 – Cedera pada lutut memang tidak dapat dianggap remeh. Perjalanan karir cemerlang seorang atlet dapat serta-merta terhenti saat menderita cedera lutut. Ada tiga hal utama yang bisa menyebabkan cedera lutut. Pertama, nyeri pada ligamen dan robek yang umumnya terjadi karena cedera saat melakukan kegiatan fisik seperti olahraga. Lalu, Meniscus Tear atau robek pada kartilase lutut. Selain itu, nyeri lutut parah yang bahkan bisa menyebabkan kecacatan dapat disebabkan oleh Arthritis, penyakit kronik yang disebabkan peradangan pada satu atau lebih persendian disertai rasa sakit, kebengkakan, kekakuan dan keterbatasan bergerak. Sayangnya, penyakit ini juga sering terjadi seiring penuaan. Sebuah hasil survey di Indonesia menunjukkan bahwa Rheumatoid Arthritis telah diderita 0,5 sampai 1% masyarakat .[1] <#-1698796502__ftn1>

Saat ditemui di sela acara Health Talk: Bebas Bergerak dengan Bedah Lutut Robotik di kawasan Pakubuwono, Jakarta (26/01), Orthopaedic Surgeon dan CEO Centre for Orthopaedic, Mount Elizabeth Hospital Singapore Dr. Jeffrey Chew mengakui memang penyakit radang sendi atau *Arthritis *sudah sering kita dengar sebagai penyakit yang biasa menyerang orang-orang yang sudah
berusia tua. “Penyakit arthritis menyebabkan rasa nyeri pada sendi akibat rusaknya tulang rawan. Tiga jenis yang umum yaitu: rheumatoid arthritis, post-traumatic arthritis, dan *osteoarthritis*. Pada semua jenis ini, Anda akan mengalami kekakuan dan bengkak serta sulit menekuk lutut,” ungkap Dr. Jeffrey Chew.

Jenis arthritis yang paling umum adalah osteoarthritis, yang secara progesif mengikis kartilase sendi lutut. Sering terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Setelah usia 50 tahun, dampak osteoarthritis akan memburuk karena pemakaian yang terus menerus dan ausnya kartilase sejalan pertambahan usia.
Osteoarthritis pada lutut menyebabkan nyeri, keterbatasan gerakan, kekakuan lutut, sendi bengkak, lunak, kecacatan dan kelemahan. Faktor yang menentukan risiko arthritis adalah usia, berat badan, genetik, riwayat cedera, infeksi dan penyakit (tumor/gout). Osteoarthritis juga bisa disebabkan cedera olahraga, keausan robek yang disebabkan aktivitas pekerjaan, seperti konstruksi dan pabrik.

Selanjutnya Dr. Jeffrey Chew juga menjelaskan bahwa untuk mendiagnosis penyakit ini biasanya dibutuhkan X-ray dan pemeriksaan fisik, dimana Anda diminta untuk menceritakan derajat nyeri lutut, flexibilitas lutut, fungsi dan mobilitas umum. “Kebanyakan kasus dapat diobati secara tradisional
dengan obat-obatan, fisioterapi, dan suntikan asam hyaluronic ke lutut. Ketiga opsi biasanya cukup untuk mengobati kondisi seperti itu. Namun, operasi mungkin diperlukan dalam kasus-kasus yang membandel,” ungkap Dr. Jeffrey Chew.

Saat ini, beberapa rumah sakit yang bernaung di bawah payung Parkway Hospitals Singapore telah mampu mengembangkan prosedur pengobatan MAKOplasty. MAKOplasty® merupakan perawatan bedah yang dirancang untuk menghilangkan rasa sakit di lutut yang disebabkan oleh keausan tulang rawan sendi. Prosedur bedah merawat sebagian dari dalam lutut dilakukan dengan menggunakan lengan robot yang memungkinkan ahli bedah merawat hanya pada bagian dalam lutut yang rusak.

Mengenal MAKOplasty® 

Perawatan MAKOplasty® paling cocok untuk orang dewasa yang menderita nyeri lutut osteoarthritis. “Perawatan ini dilakukan terhadap salah satu dari tiga kompartemen lutut pasien, yang tidak memiliki syarat untuk penggantian lutut secara total, ungkap Dr. Jeffrey Chew.

Prosedur MAKOplasty® melibatkan penggantian bagian permukaan lutut yang sakit dengan cara menargetkan tepat pada bagian lutut yang akan dioperasi (dalam 0,5mm akurasi), sehingga tulang yang sehat dan jaringan di sekitarnya tak tersentuh. Implant ini kemudian diamankan di sendi lutut untuk memungkinkan untuk bergerak dengan lancar lagi.

Bedah lutut sering kali menyebabkan pasien  melewati waktu pemulihan yang tidak sebentar sehingga mengganggu aktivitas mereka. Dengan melakukan bedah lutut MAKOplasty® memungkinkan pasien mendapatkan waktu pemulihan yang lebih singkat sehingga diharapkan pasien dapat bangun lebih mudah keesokan harinya setelah operasi dan segera dapat melakukan aktivitasnya kembali.

Cedera pada lutut dapat ditangani dengan metode non-operasi  seperti mengurangi berat badan agar kerusakan pada tulang rawan tidak semakin parah atau dengan memberikan suntikan pada lutut. Namun, cara-cara tersebut hanya bersifat meringakan gejala saja, bukan untuk mengembalikan kondisi tulang rawan seperti semula. Semakin lama dibiarkan, kondisi cedera dapat menjadi semakin buruk.

Untuk mendapatkan pengobatan terbaik, konsultasi kepada ahlinya merupakan langkah yang tepat. Hanya dokter bedah yang dapat memberikan keputusan apakah penderita perlu menjalankan operasi atau tidak.

“Konsultasikan kepada kami para ahli untuk mendapatkan langkah penyembuhan yang terbaik. Perkembangan teknologi yang kini semakin berkembang diharapkan dapat membantu pasien untuk mendapatkan penangan terbaik serta pengobatan dengan waktu pulih lebih singkat sehingga dapat segera kembali beraktivitas,” tutup Dr. Chew.

——————————

[1] <#-1698796502__ftnref1>
*http://www.fk.ub.ac.id/seminar-awam-mengenal-lebih-dalam-reumatoid-arthritis-penderita-perlu-perhatian-khusus/
<http://www.fk.ub.ac.id/seminar-awam-mengenal-lebih-dalam-reumatoid-arthritis-penderita-perlu-perhatian-khusus/>