Published On: Thu, Dec 31st, 2015

BEI Ciptakan Inovasi untuk Melewati Tantangan di Sepanjang 2015

idxJakarta, 30 Desember 2015- Perjalanan pasar modal Indonesia di sepanjang 2015 dipenuhi banyak tantangan. Meski demikian di tengah tantangan tersebut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu melewatinya dengan baik dengan tetap menciptakan serangkaian inovasi serta inisiatif yang dapat mendukung perkembangan pasar modal Indonesia di masa depan. Salah satu inisiatifnya adalah akan diberlakukannya peraturan I-A-Kep-00001/BEI/01-2014 yang terkait dengan peningkatan free float emiten minimum sebesar 7,5% atau minimal 75 juta lembar saham yang akan secara efektif berlaku di Januari 2016.

 

Meski baru akan efektif di awal tahun depan, beberapa emiten seperti PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) sudah mulai meningkatkan jumlah free float-nya dengan melakukan aksi korporasi penambahan saham baru (rights issue) di tahun ini. Kedua emiten tersebut tercatat membukukan penggalangan dana dengan total nilai mencapai Rp20,91 triliun. Sementara secara keseluruhan, terdapat 20 emiten yang melakukan 21 rights issue di 2015 dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp45,57 triliun, meningkat dibanding 22 emiten yang melakukan 22 rights issue di tahun lalu dengan nilai dana yang dihimpun sebesar Rp39,21 triliun.

 

Saat ini BEI juga telah menyiapkan serangkaian inisiatif yang difokuskan pada 4 Area Utama Pengembangan BEI, yakni Menambah Jumlah Emiten, Memperkuat Peran Anggota Bursa (“Strengthening the Brokers”), Meningkatkan Jumlah Investor, serta Menyempurnakan Reputasi BEI.
Inisiatif yang dilakukan BEI untuk menambah jumlah emiten akan dilakukan melalui empat hal utama yakni secara aktif mencari calon emiten, meyakinkan calon emiten untuk mencatatkan sahamnya di BEI, mengedukasi calon emiten dari proses awal IPO hingga menjadi emiten, serta mempermudah proses pencatatan saham di BEI tanpa mengurangi kualitas calon emiten. Keempat area program tersebut dikemas dalam satu semboyan “to Force, Persuade, Educate, and Ease”.
BEI juga berupaya untuk memperkuat peran dari Anggota Bursa sehingga kegiatan di bidang pasar modal dapat berjalan dengan lebih optimal. Sementara dari sisi peningkatan jumlah investor, BEI telah menjalankan serangkaian program seperti kampanye nasional bertajuk “Yuk Nabung Saham”, optimalisasi pembukaan rekening saham bagi karyawan emiten, dan penyebaran informasi mengenai pasar modal berikut aktivitas bursa efek yang lebih efisien melalui media TV Bursa. Selain bertujuan menambah jumlah investor, sosialisasi yang BEI lakukan juga bertujuan agar partisipasi dari kalangan investor dapat berjalan optimal.

 

Area pengembangan terakhir yakni Penyempurnaan Reputasi BEI akan dilakukan melalui penguatan fungsi komunikasi dan optimalisasi keberadaan 19 Kantor Perwakilan BEI dan 155 Galeri Investasi di berbagai daerah di Indonesia. Peningkatan reputasi BEI juga akan diperoleh melalui pemberian layanan yang berkualitas dan konsisten kepada stakeholder meliputi monitoring dan pengawasan pasar, penyediaan produk pasar modal, peraturan kebursaan yang kondusif, serta pengelolaan infrastruktur penunjang sumber daya manusia yang kompeten.
Dengan inisiatif dan inovasi yang dilakukan oleh BEI diharapkan dapat memacu stakeholders dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan pasar modal Indonesia sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Untuk itu, peran pasar modal akan menjadi strategis dalam hal pemerataan kepemilikan dan peningkatan kesejahateraan masyarakat secara luas.

 

sumber: Idx.co.id