Published On: Mon, Jun 13th, 2016

Bekerja Sama dengan Penyedia Cloud

Ditulis oleh: Chris Chelliah, Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific

Pengadaaan IT telah lama dikenal sebagai proses yang panjang dan rumit. Hanya untuk melakukan pengaturan persyaratan, peninjauan pemasok dan pembuktian konsep bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dan itu terjadi sebelum ada visibilitas hasilnya terhadap bisnis. Padahal salah satu daya tarik utama dari cloud adalah set-up dan penyebaran layanan yang cepat, yang dimungkinkan dengan adanya fakta bahwa organisasi tidak perlu memilih, membeli dan memasang infrastruktur perangkat keras sendiri. Sebaliknya, mereka mampu membuat keputusan pembelian tentang hasil bisnis, berdasarkan pada manfaat yang sederhana dan model penentuan harga.

Hal ini membuat inovasi IT jauh lebih fleksibel dan lincah dan tidak terlalu rumit serta memakan waktu untuk aktif dan berjalan. Bisa dimaklumi bila Anda berpikir ini berarti cloud cocok untuk perusahaan teknologi, serupa dengan Tinder di ranah kencan. Jika tidak ada kecocokan, Anda selalu dapat geser ke kanan untuk memilih yang lain.

Tapi, seperti dalam kehidupan, memilih pasangan lebih rumit dari itu, dan tidak mudah untuk memutuskan hubungan ketika ada hal yang tidak berhasil. Membuat pilihan dan mengelola hubungan berikutnya memerlukan pertimbangan cermat.

Untuk memulainya, menerapkan teknologi berbasis cloud ini tidak sesederhana menekan tombol ‘on’. Ini perlu dilakukan dengan cara yang mendukung proses bisnis yang telah berjalan dan teknologi lanjutan, sekaligus memungkinkan cara baru dalam bekerja.

Jika Anda mulai menggunakan cloud tanpa memperhatikan apa yang sudah ada dalam perusahaan Anda dan bagaimana layanan baru akan berinteraksi dengan sistem yang ada, efisiensi dan fleksibilitas manfaat dari cloud tidak akan terwujud sepenuhnya.

‘Wiring in’ di teknologi baru membutuhkan waktu, dan seringkali memerlukan berbagai mitra cloud dan perusahaan teknologi untuk bekerja bersama-sama guna memastikan semuanya berfungsi seperti seharusnya. Oleh karena itu seorang mitra cloud harus bersedia dan mampu bekerja dengan cara ini.

Dan, jika penerapan cloud Anda ternyata gagal dan ada perubahan persyaratan atau perubahan strategi, bisa jadi Anda harus berpindah – dari data hingga beban kerja dan aplikasi – ke penyedia baru. Ini adalah proses yang tidak boleh dianggap enteng mengingat peraturan ketat yang mengatur pergerakan dan lokasi data.

Pertimbangan utama yang lain ketika memilih mitra cloud adalah memastikan bahwa penyedia mendukung berbagai layanan cloud yang berbeda yang Anda butuhkan di berbagai lapisan cloud: infrastruktur, platform yang dan perangkat lunak.

Sering terjadi bahwa perusahaan memasukkan semuanya ke satu aplikasi cloud, katakan untuk HR, dan sebagai hasil dari keberhasilan, memindahkan aplikasi lainnya ke cloud, untuk mendukung penjualan atau departemen layanan atau untuk mengelola keuangan dan penggajian. Sering karena proses bisnis, aplikasi ini perlu berinteraksi satu sama lain, sehingga bisa berguna saat bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang menawarkan serangkaian aplikasi yang dapat dengan mudah berintegrasi satu sama lain.

Jika Anda memiliki aplikasi berbasis cloud Anda mungkin ingin memperpanjang atau mengkustomisasinya. Sementara kebutuhan awal mungkin saja hanya untuk compute dan storage  (infrastruktur) untuk membangun aplikasi, Anda mungkin memutuskan untuk menambahkan kemampuan baru seperti kanal mobile dan visualisasi data (tersedia sebagai layanan platform) di masa depan. Biasanya, bekerja dengan perusahaan yang sama akan membawa efisiensi yang lebih besar dan proses yang lebih efektif daripada menggabungkan paksa berbagai macam teknologi dari berbagai sumber, dan membuat pengelolaan berkelanjutannya jauh lebih sederhana.

Penyedia komunikasi bisnis Avaya adalah contoh yang bagus dari sebuah perusahaan yang telah mengambil pendekatan ini. Avaya mengganti solusi pengelolaan SaaS yang telah usang, dengan Penjualan, Pemasaran dan Hubungan Sosial Pengelolaan Cloud Oracle, serta layanan cloud PaaS untuk integrasi dan pengembangan Java. Hasilnya adalah  solusi yang lebih terukur, hemat biaya dan tangkas yang memungkinkan Avaya untuk menyederhanakan manajemen TI yang memakan banyak biaya, sekaligus mempertahankan keunggulan kompetitif dan kepuasan pelanggan selalu berada dalam tingkat yang tinggi.

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa cloud masih relatif belia dalam siklus hidupnya. Jadi ada kemunginan besar bahwa akan ada konsolidasi vendor yang signifikan selama lima tahun ke depan selagi sektornya matang. Oleh karena itu layak dipertimbangkan usia keberlangsungan dari penyedia cloud Anda  dan peta produk. Ini adalah ruang yang bergerak cepat, di mana akan ada fitur dan kemampuan baru yang akan ditambahkan dalam siklus upgrade.

Seperti hubungan manusia, memilih mitra cloud yang tepat memerlukan kolaborasi dan waktu untuk mengenal satu sama lain, demi memastikan Anda tumbuh dan berkembang bersama-sama dari waktu ke waktu.

Jika selama proses seleksi Anda meluangkan cukup waktu dan perhatian, maka ini bisa menjadi awal dari hubungan yang indah dan tahan terhadap ujian waktu.

 

 

Christopher GProfil penulis:

Christopher G. Chelliah menjabat sebagai Group Vice President dan Chief Architect for Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pasifik. Ia memiliki lebih dari 22 tahun pengalaman di industri sistem informasi, termasuk 20 tahun bersama Oracle di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara.

Chelliah bertanggungjawab atas bisnis lisensi teknologi database inti untuk Oracle di Asia Pasifik, dengan mengembangkan pengadopsian inovasi Oracle, termasuk cloud. Ia menangani pelanggan dan mitra bisnis dari sektor telekomunikasi, keuangan, dan pemerintahan.

Chelliah mendapatkan gelar sarjana di bidang ilmu computer dan matematika dari University of Western Australia. Ia juga menerbitkan sejumlah jurnal perdagangan dan industri dan menjadi salah satu penulis dalam buku Professional Oracle Programming dari Wiley Publication. Ia seringkali dipilih menjadi pembicara dalam berbagai proyek Oracle di Asia Pasifik.