Published On: Fri, Oct 7th, 2016

Bersiap Untuk Sektor Pariwisata Terbesar Berikutnya di Asia

Albert-5Hotel-hotel mulai memastikan mereka memiliki staf yang bisa berbicara dalam bahasa Arab. Toko-toko duty free menyediakan kosmetik bersertifikat halal. Aplikasi mobile dapat menunjukkan restoran halal dan pusat hiburan yang ‘bersahabat’ untuk umat Muslim. Ini hanyalah beberapa contoh layanan yang disiapkan industri pariwisata untuk memenuhi kebutuhan segmen wisatawan Muslim yang sedang berkembang di Asia – wilayah tujuan wisata nomor satu yang menarik 57% kedatangan pengunjung Muslim dari seluruh dunia[1] di tahun 2015.

Angka tersebut masih akan terus meningkat. Wisata halal adalah salah satu sektor pariwisata yang berkembang paling pesat di dunia, diprediksi akan tumbuh menjadi 150 juta pengunjung dan menghabiskan pengeluaran sebesar $ 200 miliar tahun 2020. Hal ini tentu harus mendapat perhatian khusus dari agen perjalanan dan operator tur.

Setelah mendapatkan peringkat teratas sebagai daerah tujuan wisata halal dan bulan madu pada World Travel Summit 2015 di Dubai, Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menggaet pasar yang menguntungkan ini. Namun, bagaimana para pelaku industri wisata dapat memastikan bahwa mereka sudah siap untuk masuk ke dalam pasar ini dan memaksimalkan keuntungan mereka dalam lanskap yang kian kompetitif?


Memahami apa yang dibutuhkan wisatawan Muslim

Memahami kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim adalah kunci untuk melayani kebutuhan perjalanan mereka dan memberikan pilihan yang cocok untuk keseluruhan pengalaman perjalanan yang ideal.

Ketika merencanakan liburan, wisatawan Muslim biasanya ingin memaksimalkan ‘nilai-nilai kultural’ – keinginan untuk memaksimalkan pengalaman mereka serta menikmati perjalanan wisata yang lancar dengan keluarga dan teman-teman. Agen perjalanan adalah pihak yang mereka anggap paling ahli untuk merancang perjalanan yang kompleks serta menyiapkan paket perjalanan wisata yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan spesifik wisatawan tersebut.

Akomodasi halal yang menyediakan kenyamanan dari segi rohani seringkali menjadi kebutuhan yang paling utama. Menemukan akomodasi yang tepat menjadi sebuah tantangan bagi mereka saat ini karena banyak hotel yang tidak memenuhi persyaratan ruang ibadah dan makanan. Layanan apartemen yang menawarkan tingkat privasi lebih baik dan jaringan hotel berbintang yang menyediakan layanan lengkap lebih populer di kalangan wisatawan Muslim karena mereka memberikan keleluasaan namun tetap menghormati kewajiban beragama.

Di tempat tujuan, wisatawan Muslim biasanya ingin menjelajah namun dalam batasan-batasan budaya, selain itu kebutuhan untuk transportasi, fasilitas ibadah dan makanan juga harus dipertimbangkan. Pilihan menu makanan yang terbatas sering menjadi masalah bagi sebagian besar wisatawan Muslim saat ini – sebagian dari mereka ingin pilihan hidangan mewah sementara yang lain ingin mencicipi makanan khas lokal namun halal. Di sini, biro perjalanan dan operator tur memiliki kesempatan untuk membuat pelanggan Muslim mereka puas dan meningkatkan loyalitas dengan menawarkan pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Perjalanan yang dilengkapi pilihan menu makanan halal dengan fasilitas ruang ibadah tentunya akan memiliki nilai tambah.


Cara memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim

Meskipun mudah untuk melihat segmen wisatawan Muslim sebagai satu kelompok besar, industri wisata juga harus menyadari bahwa konsumen ini terdiri dari individu-individu dengan beragam latar belakang, dan tidak semuanya memiliki kebutuhan yang sama. Sebagian dari mereka lebih memilih kenyamanan sementara lainnya ingin menjelajah dengan lebih leluasa; sebagian memilih untuk berpergian hanya dengan pasangan dan anak-anak sedangkan yang lain dengan keluarga besar; dan walau sebagian memilih biaya wisata yang lebih murah, sebagian lainnya mungkin bersedia untuk membayar lebih mahal agar semuanya berjalan lancar. Bahkan prioritas satu wisatawan dengan yang lainnya bisa berbeda untuk tiap perjalanan.

Karena itu agen perjalanan memainkan peran penting untuk mendukung rencana perjalanan berdasar rasa percaya. Mereka perlu memahami motif dan konteks dari tiap rencana perjalanan wisatawannya, agar dapat memberikan paket perjalanan yang tepat. Nilai tambah terbesar mereka bagi wisatawan Muslim terletak pada keterampilan biro atau agen merancang perjalanan yang kompleks ke destinasi wisata non-Muslim yang belum pernah mereka jelajahi sebelumnya – dan di situlah agen dapat memberikan saran rencana liburan yang khusus serta holistik, dan dukungan penuh dari agen perjalanan akan mampu memenangkan hati para wisatawan Muslim.

Dari peluncuran kampanye yang ‘memberi inspirasi’, menunjukkan adanya destinasi yang ‘belum dijelajahi’, sampai mempertemukan wisatawan dengan penduduk lokal yang dapat memberikan pengalaman halal-friendly dan membuat paket yang sepenuhnya disesuaikan dengan pelanggan. Di sinilah terdapat peluang bisnis yang tak terhingga untuk para pelaku industri travel untuk meningkatkan dan melayani segmen wisata halal secara lebih baik, yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan lebih.

 

Ditulis oleh Albert Pozo, President, Amadeus Asia Pacific

 

[1] MasterCard–Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016