Published On: Fri, Aug 19th, 2016

Bertemu Teladan, Presiden Jokowi: Bangsa Ini Bangsa Besar, Jangan Sampai Kita Mengkerdilkan Diri

Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang teladan nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang teladan nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8) siang. (Foto: OJI/Humas)

Jakarta,18 Agustus 2016- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun saat ini kita merasakan semua negara saling berkompetisi secara ketat, namun ia meyakini ketakutan-ketakutan yang banyak disampaikan sebagian orang tidak akan terjadi. Presiden mengajak segenap elemen bangsa untuk berani menghadapi tantangan dengan sangat optimistis, bukan memunculkan pesimisme menghadapi tantangan tersebut.

“Jangan sampai kita ini takut bersaing takut berkompetisi apalagi belum-belum sudah pesimis. Tidak! Bangsa kita ini bangsa besar , jangan sampai kita mengkerdilkan diri kita sendiri. Tidak ada yang namanya kesulitan tidak ada jalan keluarnya,” tegas Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para teladan nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8) siang.

Sebelumnya Presiden menggambarkan bagaimana kaitan hubungan antar negara di dunia saat ini. Ia menyebutkan, jika ada satu negara yang sakit, maka negara yang lain juga bisa terimbas krisis tersebut. Karena itu, hampir semua negara situasi ekonominya saat ini melambat, memburuk, bahkan ada yang sudah minus 3 (tiga) atau 7 (tujuh).

“Inilah situasi tidak hanya yang berkaitan dengan masalah ekonomi bahkan politik disebuah negarapun berimbas pada situasi ekonomi, misalnya di Timur Tengah, ekonomi guncang harga minyak turun. Inilah tantangan tantangan yang kita hadapi nyata di depan kita dan nyata kita rasakan semuanya,” tutur Presiden.

Karena itu, lanjut Presiden, kita harus sadar semuanya, kita sudah memasuki era kompetisi, sudah memasuki era persaingan karena di ASEAN sendiri memang sudah dibuka, sudah tidak ada batas antar negara setelah dibukanya Asean Economic Community bulan Januari lalu.

Diakui Presiden Jokowi, ini bukan sesuatu yang mudah. Tetapi ia sangat optimistis, inshaa Allah dengan kerja keras dan prestasi-prestasi yang sudah diraih para teladan, Presiden meyakini bahwa ketakutan-ketakutan yang banyak orang sering sampaikan, inshaa Allah tidak akan terjadi.

“Kita memang harus berani menghadapi tantangan. Dan senang sekali bahwa geraka-gerakan itu muncul di masyarakat, keteladanan-keteladanan itu muncul banyak di masyarakat. Ada juara dalam kompetisi-kompetisi internasional yang juga ini sangat memberikan arti, bahwa kita dalam persaingan full itu, pemenangnya kita juga ada.” Kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden mengaku sangat senang sekali bahwa optimisme itu ada karena para teladan nasional selalu memunculkan, bukan pesimisme meskipun tantangannya berat, namun optimisme harus kita munculkan seberat apapun tantangan yang kita hadapi.

“Tidak ada yang namanya kesulitan, tidak ada jalan keluarnya. Kalau kita cari, kalau kita kerja keras, inshaa Allah Tuhan pasti memberikan jalan untuk memberikan solusi bagi kesulitan-kesulitan yang ada,” pungkas Jokowi.

Tingkat Nasional

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melaporkan, para teladan tingkat nasional yang hadir dalam silaturahmi dengan Presiden Jokowi adalah:Kepala desa dan lurah teladan tingkat nasional; Teladan dariAsean Energy Award 2016; para petani, gabungan kelompok tani penyuluh pertanian, tenaga harian lepas, tenaga buruh dan PNS berprestasi dan balai penyuluh kecamatan berprestasi; para penyuluh, polisi hutan dan penyidik, dan kelompok masyarakat pengelola daerah  aliran sungai teladan nasional; para pejabat Fungsional kelautan dan perikanan, kelompok perikanan mandiri berprestasi dan nelayan teladan;.

Selain itu para pembina dan transmigran teladan; para dokter dan dokter gigi teladan, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, ahli teknologi kelaboratoriuman medik, dan tenaga kesehatan lingkungan teladan; para anggota/pengurus Karang Taruna berprestasi, pekerja sosial masyarakat, lembaga sosial masyarakat berprestasi; para guru dan kepala TK berprestasi dan berdedikasi, Guru dan pengawas SD berprestasi dan berdedikasi, guru SD Luar Biasa dan SMP Luar Biasa berprestasi dan berdedikasi, guru, kepala sekolah, dan pengawas SMP berprestasi dan berdedikasi, guru dan kepala sekolah, serta pengawas SMA berprestasi dan berdedikasi.

Juga para Kepala kantor Urusan Agama teladan, keluarga sakinah teladan, kiyai dan ustadz teladan, para kepala dan pengawas madrasah berprestasi dan berdedikasi, para penyuluh agama hindu teladan; paraAtlet terbaik dan pelatih terbaik; para Arsiparis terbaik dan para penyuluh kearsipan terbaik; para pustakawan berprestasi, perpustakaan desa dan kelurahan terbaik, dan pemenang lomba bercerita siswa SD tingkat nasional; dan para penyuluh KB, Petrugas lapangan keluarga berencana, pasangan KB lestari 10, 20, dan 30 tahun, para motivator KB pria, para juara lomba metoda KB jangka panjang kategori Puskesmas tingkat nasional.

Selain itu ada juga peraih kejuaraan bertaraf internasional, para pemenang lomba olimpiade sains, para pemenang lomba pidato berbahasa Indonesia oleh penutur asing, para penerima beasiswa seni dan budaya Indonesia, para inspirator dan inovator pembangunan untuk berbagai pelayanan masyarakat dari berbagai lembaga seperti Kick Andy, Surya Institute dan Kompas. Dan para pemenang lomba karya ilmiah remaja yang diselenggarakan oleh LIPI, dan Anggota Paskibraka nasional dan pelatihnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila F.Moelok, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (RHD/OJI/ES)