Published On: Thu, Feb 18th, 2016

Bisnis Akan Mendorong Transformasi Digital di Tahun 2016

 

Ditulis oleh Subramanian Iyer, Senior Director, Oracle Insight and Consumer Strategy

Pergerakan ke digital adalah tren paling penting yang mempengaruhi bisnis selama beberapa tahun terakhir. Menurut laporan McKinsey Consulting, “Digital menjadikan lingkungan semakin kompetitif di berbagai sektor. Digital memungkinan peluang baru datang dari tempat-tempat yang tak terduga. Kita melihat beberapa bank masuk ke bisnis travel. Ada juga agen perjalanan yang masuk ke bisnis asuransi. Bahkan bisnis ritel yang masuk ke bisnis media. Jadi persaingan antar perusahaan sudah berubah banyak.”

Di tahun 2016, perusahaan akan terus menggunakan teknologi untuk mendukung transformasi digital melalui lima pendekatan di media sosial, mobility, Internet of Things, komputasi cloud, dan analitik. Namun, teknologi hanya mendukung terjadinya transformasi digital. Sementara pendorong utamanya adalah bisnis perusahaan.

Lantas, apa sajakah yang perlu dipertimbangkan perusahaan sebelum melakukan transformasi digital di tahun 2016 ini?

  1. Perusahaan harus berkomitmen untuk transformasi digital.

Ekspektasi pelanggan yang semakin meningkat dan persaingan yang semakin ketat dari bisnis startup telah membuat transformasi digital menjadi suatu keharusan. Manajemen eksekutif wajib menguasai strategi digital, dan bagian IT harus cukup lincah untuk melakukannya.

 

  1. IT yang memiliki dua model.

Ekspektasi pelayanan pelanggan sangatlah tinggi, sehingga IT tradisional tidak akan bisa menyusul perubahan yang yang dibutuhkan perusahaan. Secara tradisional, proyek transformasi IT berjalan hingga berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Transformasi digital, di sisi lain, membutuhkan kelincahan, karena perusahaan-perusahaan ini bersaing untuk melayani generasi mobile. IT yang memiliki dua model, atau IT dengan dua kecepatan, merupakan solusi yang potensial untuk masalah ini. Gartner mendefinisikan IT dengan dua model sebagai praktik mengatur dua model IT yang terpisah dan koheren -satu fokus pada stabilitas dan satunya lagi pada kelincahan. Ini memungkinkan perusahaan untuk mendukung penerapan IT yang sudah ada, bahkan saat mereka bertransformasi secara digital dengan kecepatan tinggi. Model penerapan yang menggunakan cloud bisa memainkan peranan penting dalam meningkatkan kelincahan dan fleksibilitas.

 

  1. Transformasi akan membutuhkan integrasi.

Strategi digital hanya bisa berhasil saat bagian front-end diintegrasikan dengan lingkungan inti yang dioptimalkan. Integrasi antara front-end dan back-end itu sangat penting, karena sistem inti harus dioptimalkan dan bersifat fleksibel. Ini akan memudahkan proses modifikasi model bisnis, yang dapat mengubah cara perusahaan menjalankan bisnisnya.

 

  1. Data masih yang paling penting.

Digital yang meliputi Internet of Things, big data, dan media sosial, masing-masing menghasilkan banyak data yang perlu dianalisa. Ini membutuhkan manajemen data yang lebih efektif. Kerangka kerja tradisional yang digunakan untuk mengatur data perusahaan perlu diperluas untuk mengakomodasi berbagai bentuk data baru yang kini mulai muncul. Pelanggan mengharapkan layanan real-time, dan ini membutuhkan data yang tepat untuk diekspos di saat yang tepat. Laporan secara real-time akan menentukan pengambilan keputusan. Dan perusahaan yang mengacuhkan tren ini akan kewalahan mengahadapi banyaknya data.

 

  1. Keamanan nomor satu.

Dengan semakin banyaknya konten yang tersedia secara online, keamanan data menjadi semakin penting. Peran pegawai sebagai duta besar perusahaan menjadi semakin terlihat, mengingat media sosial yang mereka gunakan juga berguna sebagai alat pemasaran dan perekrutan. Pegawai perlu tahu data resmi apa saja yang bisa disebar melalui media sosial dari tempat kerja atau rumahnya. Ini membutuhkan alat yang bisa menghubungkan akun media sosial pegawai ke akun perusahaan. Saat identitas digital semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya perangkat yang digunakan, penting bagi perusahaan untuk menerapkan teknologi dengan keamanan yang lebih baik. Teknologi di sini seperti gembok yang bukan hanya akan mengamankan identitas, tapi juga meningkatkan keamanan data.

 

SubramanianIyer_027Profil penulis:

Subramanian (Subbu) Iyer, Senior Director, Insight & Customer Strategy Oracle Corporation

 

Subramanian Iyer (Subbu) memimpin bagian Oracle Insight & Customer Strategy di ASEAN dan India, membantu pelanggan di berbagai industri untuk mengembangkan bisnis dan strategi IT. Ia pernah bekerjasama dengan beberapa perusahaan terbesar di Asia Pasifik sebagai penasihat.

 

Subbu memiliki pengalaman hampir lebih dari 20 tahun di berbagai industri, dan memiliki spesialisasi di transformasi digital dan bisnis, serta strategi pusat data. Ia telah membangun dan mengatur infrastruktur cloud public serta privat untuk Oracle, dan juga mendirikan bagian Global Delivery yang memberikan layanan efektif serta efisien dari segi biaya untuk pelanggan Oracle.

 

Ia sering menjadi pembicara di acara eksekutif, seperti Gartner CIO Summit, dan menjadi penulis untuk majalah teknologi online. Artikel-artikelnya yang paling terkenal termasuk tentang big data dan Internet of Things.