Published On: Thu, Nov 24th, 2016

Dapatkah Laptop Bertahan dari Terjatuh, Terbakar, Percikan Air, Debu dan Bahaya Kimia?

Bagaimana Merancang Laptop Yang Tangguh dan Kisah-kisah Laptop Yang Selamat Dari Bencana

Tentu kita semua sudah mengenal komputer jinjing atau yang dikenal juga dengan istilah laptop. Perangkat komputasi mobile ini digunakan oleh berbagai jenis pengguna, antara lain: pelajar, pekerja profesional, penikmat hiburan digital, maupun pengguna umum. Untuk mendukung aktivitas sehari-hari, laptop juga sering dibawa ke berbagai tempat, dan bisa mengalami berbagai hal yang tidak terduga.

Sebagai perangkat yang terdiri dari berbagai komponen elektronik, sebuah laptop umumnya rentan terhadap kerusakan apabila terpapar pada kondisi fisik yang berbahaya dan terus-menerus, contohnya benturan, jatuh, percikan air atau basah, temperatur tinggi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ada standarisasi pengujian yang disebut MIL-SPEC. Tes ini dirancang agar memastikan bahwa laptop yang diproduksi mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekstrim yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Uji yang tercakup dalam standar MIL-SPEC 810G contohnya antara lain:

  • 1Kelembaban
    Laptop akan ditaruh dalam kondisi tingkat kelembaban 91-98% dalam temperatur 200 sampai 600 C
  • Suhu Sangat Dingin
    Suhu diturunkan ke bawah titik beku -200 C selama lebih dari 72 jam
  • Suhu Sangat Panas
    Suhu dinaikkan hingga +300 sampai 600C selama lebih dari 7 x 24 jam
  • Abrasi/Gesekan Debu
    Badan laptop diterpa badai 140 debu silika untuk 6 jam lamanya
  • Getaran Tinggi
    Laptop digetarkan dengan berbagai intensitas dalam kondisi nyala dan mati
  • Guncangan Mendadak
    Laptop diguncang mendadak sebanyak 18 kali berturut-turut
  • Tekanan Udara di Ketinggian
    Laptop diuji pada ketinggian 15,000 kaki (4.5 km)
  • Perubahan Udara yang Ekstrim
    Suhu diubah drastis dari -200 sampai 600C sebanyak 3 putaran dalam 2 jam

Dengan lulus dari uji MIL-SPEC, sebuah laptop akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk selamat dari kondisi ekstrim dan meminimalkan kerusakan yang terjadi.

Di bawah ini adalah beberapa kisah laptop dari berbagai penjuru dunia yang mengalami musibah dan kondisi ekstrim, namun masih dapat berfungsi dengan baik:

Laptop Selamat Dari Kebakaran

Di bulan September tahun 2012, seorang mahasiswa di negara Belanda pulang ke asramanya dan mendapati bahwa semuanya sudah terbakar habis. Berkat respon cepat dari pemadam kebakaran setempat, tidak ada korban jiwa yang jatuh, tapi hampir semua harta benda para penghuni asrama menjadi korban. Hampir semua, kecuali sebuah laptop yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Laptop ini terbakar dengan hebat, dan juga tersiram air ketika pemadam kebakaran mencoba memadamkan api, tetapi masih bisa menyala dengan normal, dan ia bisa mendapatkan data-datanya kembali.

laptop terbakar

laptop terbakar

 

Laptop Yang Terkena Hujan

Berdasarkan laporan seorang pengguna di Imgur di tahun 2012, ketika ia pergi berlibur, rumahnya yang berada di wilayah tropis diguyur hujan besar dan atapnya bocor sehingga air hujan membasahi berbagai hal yang ada dalam rumahnya. Salah satu barang yang terkena air paling parah adalah sebuah laptop ThinkPad. Laptop itu basah dan mulai ditumbuhi jamur selama kurang lebih satu minggu lamanya. Setelah pemiliknya kembali dan mendapati laptop itu dalam keadaan yang nahas, ia mencoba untuk menyalakannya lagi, dan ternyata laptop tersebut masih bisa menyala dengan normal. Kerusakan yang timbul hanyalah plastik bagian luarnya yang sedikit mengelupas. Komputer tersebut masih hidup hingga bertahun-tahun lamanya.

laptop kehujanan

 

 

Laptop Jatuh Dari Atap

Ketika para insinyur Lenovo memperkenalkan ThinkPad X1 untuk pertama kali pada tahun 2011, mereka secara sengaja menjatuhkan laptop tersebut ke lantai dari ketinggian yang setara dengan atap rumah. Pada peluncuran laptop ThinkPad di Jakarta, Indonesia pun, sebuah laptop ThinkPad pernah diinjak-injak di atas panggung, dijatuhkan ke lantai, dan tetap bisa menyala dengan normal.

 

Ledakan HVAC di Bulgaria

Kisah ini disampaikan oleh mitra bisnis Lenovo di Sofia, Bulgaria pada bulan September tahun 2013. Ketika sebuah pendingin udara dalam bangunan kantor meledak, perangkat itu menyemburkan api dan suhu panas yang menyelimuti seluruh isi kantor. Menurut saksi mata “api menjalar hingga ke mesin-mesin dan laptop yang ada”. Tapi walaupun kondisi keyboard laptop tersebut terbakar habis, Windows yang sedang berjalan di laptop itu tidak terganggu, dan kini laptop yang terbakar itu disimpan sebagai kenang-kenangan oleh kantor tersebut.

laptop kena ledakan

 

Topan Debu dan Lumpur di Filipina

Seorang pejalan kaki di Filipina berbagi kisahnya di Facebook ketika ia menemukan sebuah laptop ThinkPad yang terendam dalam lumpur. Tampaknya laptop tersebut hanyut dan hilang dalam bencana besar topan Haiyan yang terjadi di Cebu pada tahun 2013. Tadinya, si pejalan kaki hendak membongkar badan laptop ini dan menjual komponen-komponennya, tetapi setelah membiarkannya kering selama dua hari, ternyata laptop tersebut masih dapat menyala.

laptoop kena debu dan lumpur

Dari semua kisah tersebut di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa, di samping ketersediaan garansi yang memadai, memilih laptop yang lulus uji MIL-SPEC tentu saja dapat memperkecil resiko dan dampak yang dialami apabila terjadi kondisi ekstrim atau hal-hal yang tidak terduga lainnya menimpa laptop yang menjadi penunjang aktivitas keseharian dan tulang punggung produktivitas, terlebih lagi jika data-data penting kita disimpan di dalamnya.

 

Aziz WonosariArtikel ditulis oleh:

Azis Wonosari, PC Commercial Lead, Lenovo Indonesia