Published On: Thu, Apr 14th, 2016

Digitalisasi Pendidikan: Aplikasi Sebagai Ujung Tombak Dalam Modernisasi Pendidikan

Era digital yang berkembang dengan pesat membuat teknologi semakin lumrah untuk digunakan di dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan. Banyak manfaat yang dapat dipetik dari pemanfaatan teknologi di dalam pendidikan, mulai dari membuat proses pembelajaran lebih efektif, hingga memperluas ketersediaan akses informasi serta sumber pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pelajar. Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, infrastruktur dan sistem IT sebagai mesin penggerak utama perlu dipersiapkan.

Dengan memasukkan berbagai unsur teknologi ke dalam proses pembelajaran, institusi pendidikan dihadapkan dengan berbagai tantangan infrastruktur IT, seperti trafik, keamanan serta kecepatan jaringan, pengelolaan beragam perangkat dan aplikasi yang terlibat di dalamnya, hingga pemanfaatan teknologi cloud dan hybrid untuk mendukung inisiatif ini. Pemanfaatan berbagai solusi IT memang menjadi jawaban, namun hal ini akan menjadi tidak efektif tatkala keandalan aplikasi belum menjadi salah satu fokus utama.

Sebaik apapun sistem dan aplikasi yang dikembangkan, akan menjadi sia-sia jika pengguna tidak dapat mengaksesnya secara aman dan cepat. Aplikasi adalah “gerbang utama” yang harus dilalui oleh para pengguna untuk dapat mengakses sistem dan berbagai informasi yang tersimpan di dalamnya.  Walaupun tuntutan pengguna terhadap aplikasi semakin meningkat dari waktu ke waktu, akan tetapi institusi perlu menyadari bahwa tuntutan utama pengguna adalah ketersediaan aplikasi untuk dapat diakses kapanpun dibutuhkan secara aman dan cepat. Kondisi ini membuat strategi aplikasi-sentris / yang berpusat pada aplikasi menjadi semakin penting.

Strategi aplikasi-sentris mengedepankan optimalisasi aplikasi serta jaringan melalui berbagai layanan (application service), dan sekaligus fokus mengurangi kompleksitas infrastruktur. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa aplikasi memiliki tingkat ketersediaan, kinerja, dan keamanan yang tinggi untuk diakses oleh pengguna kapanpun dan dari perangkat apapun.

f5v

Untuk bisa menerapkan strategi aplikasi-sentris, institusi pendidikan memerlukan bantuan dari ahli-ahli yang memiliki pemahaman mendalam tentang aplikasi. Mereka dapat memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan dari para ahli tersebut untuk memastikan ketersediaan, keamanan, dan kinerja aplikasi guna kelancaran proses digitalisasi pendidikan.

Sebagai contoh F5 Networks. F5 telah bekerjasama dengan berbagai institusi pendidikan di Asia Pasifik antara lain, Universitas Nasional Taiwan (NTU), Universitas Daejon di Korea Selatan, hingga Catholic Education South Australia (CESA), guna memastikan ketersediaan, keamanan, dan kinerja aplikasi serta sistem mereka.

Lebih lanjut tentang studi kasus penerapan strategi aplikasi-sentris dalam institusi pendidikan, F5 membantu Catholic Education South Australia (CESA) – lembaga yang mengatur berbagai kebijakan untuk sekolah-sekolah Katolik di wilayah Australia Selatan – membangun infrastruktur IT yang cerdas dan lincah dengan strategi yang berpusat pada aplikasi demi mengoptimalkan pengiriman aplikasi kepada para pemangku kepentingan di dalam institusi tersebut. Infrastruktur ini memungkinkan CESA untuk menyediakan berbagai fasilitas dan sumber daya pendukung guna mengampanyekan standar yang tinggi dalam proses belajar mengajar untuk 6.000 tenaga pengajar dan 49.000 murid  di 103 sekolah Katolik di wilayah Australia selatan.

 

 

Di abad 21 seperti saat ini, integrasi antara pendidikan dengan teknologi dapat merevolusi proses belajar mengajar. Bahkan lebih jauh lagi, teknologi dapat meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan, seraya memberikan pembelajaran yang lebih sesuai sebuah kebutuhan masing-masing siswa. Ke depannya, tentu menarik untuk menyaksikan bagaimana dunia pendidikan berevolusi dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Aplikasi sebagai gerbang masuk utama yang menghubungkan para pengguna dengan inovasi teknologi perlu diberi perhatian lebih. Keandalan, ketersediaan, hingga keamanan aplikasi menjadi ujung tombak dari proses digitalisasi pendidikan, karena pengalaman pengguna saat mengakses aplikasi menentukan apakah berbagai inovasi teknologi terbukti mampu mengoptimalkan proses pendidikan.

***

 

Fetra Syahbana/Biskom.w

Fetra Syahbana/Biskom.w

Tentang Penulis

Fetra Syahbana adalah Country Manager F5 di Indonesia. Dia bertanggung jawab untuk mengelola serta mengembangkan pasar di Indonesia secara keseluruhan, dan memegang peranan penting untuk menjadikan F5 sebagai mitra strategis bagi seluruh pelanggannya.