Published On: Wed, Nov 16th, 2016

Diminta Investasi di Indonesia, Pemilik Plug and Play Temui Presiden Jokowi

Presiden Jokowi saat menerima CEO Plug and Play, Saeed Amidi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/11) sore. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi saat menerima CEO Plug and Play, Saeed Amidi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/11) sore. (Foto: Humas/Oji)

Jakarta, 15 November 2016- Usai melakukan kunjungan kerja ke Bandung, pagi hingga siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan pendiri sekaligus CEO perusahaan teknologi Plug and Play, Saeed Amidi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/11) sore.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara yang mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu kepada wartawan mengatakan, Saeed Amidi datang ke Indonesia sebagai tindak lanjut dari pertemuan dengan Presiden bulan Februari yang lalu di markas Plug and Play, Silicon Valley, Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Saat itu Presiden Jokowi mengajak dan meminta Saeed untuk menanam investasi di Indonesia karena kita akan mengembangkan e-commerce.

“Nah sejalan dengan telah diumumkannya Paket Kebijakan ke-14, peta jalan e-commerce, beliau juga menyambutnya, dan tadi juga diskusi dengan Bapak Presiden,” kata Rudiantara.

Karena Plug and Play ini ada di beberapa negara, menurut Menkominfo, pemerintah meminta agar saat investasi di Indonesia dilakukan dengan membuat perusahaan patungan (joint venture). “Jadi ada venture capital yang diluar negeri, jadi nanti uangnya saja yang masuk, gitu. Tetapi kami minta Saeed Amidi dan Plug and Play untuk joint invesment di Indonesia,” terang Menkominfo.

Sebelumnya, Plug and Play bersama GAN Kapital telah meluncurkan Plug and Play Indonesia di Jakarta (14/11). Selanjutnya, perusahaan  ini akan menjadi wahana akselerator bagi startup atau perusahaan rintisan di Indonesia dengan fokus pada bidang mobile dan financial technologies yang diperkuat platform inovasi koorporasi.

Plug and Play Indonesia akan membangun sarana dan fasilitas bagi perusahaan rintisan melalui solusi berbasis digital, serta di tahap awal akan berinvestasi pada 50 perusahaan di Indonesia. Perusahaan rintisan yang terpilih akan menerima dukungan dana, pendampingan, dan dukungan lain dalam program akselerator selama 3 bulan.

Rencananya nanti, lanjut Menkominfo, bulan Januari akan launching dan mengumpulkan perusahaan-perusahaan besar. Ia menyebutkan, kemaren juga sudah soft launching, dan Astra juga komit untuk masuk bareng dengan Plug and Play.

Selain itu, menurut Menkominfo Rudiantara, juga ada 5 universitas yang akan gabung, disamping beberapa koorporasi internasional.

Plug and Play merupakan wahana sistem akselerator digital bagi startup atau perusahaan rintisan yang berfokus pada bidang teknologi finansial yang sudah bergerak di 22 negara. Saat ini sudah lebih dari 200 mitra korporasi, investor, universitas, dan lain-lain yang bergerak pada sektor ritel, fintech, internet, media dan cloud. Sedangkan GAN Kapital adalah perusahaan investasi di Indonesia yang salah satu fokusnya adalah investasi pada perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menkominfo Rudiantara, Mensesneg Pratikno, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, CEO GAN Kapital Anthony Pradipta. Saat diterima oleh Presiden di ruang bilateral Istana Merdeka, CEO Plug and Play Saeed Amidi menyerahkan sebuah figura yang berisi foto presiden saat bertemu di Silicon Valley. (FID/OJI/ES)