Published On: Fri, Aug 26th, 2016

Distribusi Informasi Yuk Nabung Saham dan Amnesti Pajak melalui Workshop Wartawan Daerah di Makassar

tax amnestyMakassar, 25 Agustus 2016 – Pasar Modal Indonesia menyambut gembira program amnesti pajak yang saat ini tengah berlangsung dan juga siap menjadi garda terdepan dalam hal penyerapan dana repatriasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak ingin kehilangan kesempatan berharga karena repatriasi dana Amnesti Pajak nantinya diharapkan akan mendorong peningkatan likuiditas di pasar, selain juga dapat memberikan alternatif investasi jangka panjang yang potensial bagi masyarakat.

Dalam menjadi garda terdepan penyerapan dana repatriasi, nantinya dana tersebut dapat masuk ke pasar modal melalui 2 pintu yaitu manajer investasi (MI) melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dan perantara pedagang efek (broker) melalui Perjanjian Persyaratan Pembukaan Rekening Dana Nasabah. Sementara itu, dari sisi infrastruktur yang dimiliki oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sangat siap, dapat dilihat dari kapasitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia saat ini  mampu menampung order hingga 5 juta order, dengan 2,5 juta transaksi dan kecepatan proses mencapai 2500 order per detik.

Namun demikian kapasitas perdagangan di BEI tersebut baru terutilisasi sekitar 10% hingga saat ini. Sebagai informasi, kecepatan perputaran saham BEI saat ini hanya sebesar 21%.  Jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan Thailand di kisaran 70%, Singapura 39%, dan Malaysia 30%. Artinya, pasar modal Indonesia tidak akan terguncang meskipun menerima dana besar dari repatriasi Amnesti Pajak karena masih mampu menyerap transaksi saham senilai Rp15 triliun per hari atau sekitar Rp300 triliun selama satu bulan. Hal ini tentunya menjadi potensi dan peluang yang sangat baik jika dana repatriasi berhasil masuk ke pasar saham.

Di sisi lain, BEI optimis program Amnesti Pajak yang dijalankan pemerintah kali ini akan lebih baik dibandingkan program insentif pajak yang telah beberapa kali dilakukan di Indonesia yakni Amnesti Pajak 1964, Amnesti Pajak 1984, dan Sunset Policy 2008. Optimisme tersebut didasarkan kepada adanya sanksi bagi para wajib pajak yang tidak melakukan Amnesti Pajak setelah program ini selesai yaitu akan diterapkannya Automatic Exchange of Information(AEOI), serta kebijakan kali ini akan didukung oleh dasar hukum yang lebih kuat dikarenakan berbentuk undang-undang yang disahkan oleh parlemen.

Seperti kita ketahui bersama, beberapa program insentif pajak yang sebelumnya telah dilaksanakan dianggap kurang berhasil dikarenakan beberapa hal, diantaranya dasar hukum yang kurang kuat, tidak adanya sanksi terhadap penghindar pajak, kurangnya sosialisasi, dan lainnya. Untuk itu, dalam rangka menyukseskan program Amnesti Pajak, perlu dilakukan publikasi atau pemasaran yang masif, melakukan pendekatan sosiologis ke wajib pajak, kerahasiaan terkait penggunaan informasi yang wajib pajak deklarasikan, tarif tebusan yang rendah, dan sanksi keras bagi wajib pajak yang tidak patuh.

Publikasi atau pemasaran yang masif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan menggelar Workshop Wartawan Daerah. Melalui workshop kepada wartawan lokal, diharapkan media lokal dapat menjadi media partner dalam mendistribusikan informasi mengenai pasar modal Indonesia dan program Amnesti Pajak serta program kampanye nasional Yuk Nabung Saham.

Untuk kali ini, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan menggandeng Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan didukung oleh OJK kembali menggelar acara Workshop Wartawan Daerah yang untuk kali ini diselenggarakan di Makassar. Workshop Wartawan ini merupakan rangkaian dari peringatan 39 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Workshop Wartawan Makassar menghadirkan pembicara antara lain Kepala Bagian Pengawas Pasar Modal Kantor Regional 6 OJK Andri Arfan, Kepala Kantor Perwakilan BEI Makassar Fahmin Amirullah, dan Kepala Unit Pemeriksaan KSEI Fitriyanto, serta perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan yakni Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV KPP Pratama Makassar Selatan Hayyul Iman, Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Makassar Selatan Farid Wajdi, dan Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi III KPP Pratama Makassar Selatan Mushlih Saleh.

Dalam workshop wartawan tersebut, diskusi interaktif dihadirkan oleh para pembicara kepada para wartawan tentang tema-tema teraktual di industri pasar modal diantaranya seperti pengenalan program Yuk Nabung Saham BEI dan Amnesti Pajak, implementasi dari program Amnesti Pajak, serta Mengenal KSEI dan fungsinya sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, serta perannya dalam menyiapkan infrastruktur penampung dana repatriasi Amnesti Pajak di pasar modal.

Dengan ikut menyukseskan pelaksanaan Amnesti Pajak, BEI optimis program pemerintah ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi fiskal pemerintah, neraca pembayaran, sektor perbankan, serta pasar modal Indonesia.

 

Demikian untuk diketahui publik.

KEPALA KOMUNIKASI PERUSAHAAN
PT BURSA EFEK INDONESIA
DWI SHARA SOEKARNO
NO. TELP: 021- 5150515
TOLL FREE: 0800-100-9000 (National)
FAX: 021- 5150330
EMAIL: callcenter@idx.co.id