Published On: Wed, Mar 30th, 2016

DPR dan Kongres AS Bahas Tiga Isu Penting

HR-15086rsbJakarta,30 Maret 2016- Tiga isu penting, terorisme, Trans-Pacific Partnership, dan kerja sama pembangunan perpustakaan parlemen menjadi topik perbincangan menarik antara DPR dan Kongres Amerika Serikat (AS).

 

Ketua DPR RI Ade Komarudin menerima kunjungan kehormatan Congressional Delegation (CODEL) AS yang dipimpin Matt Salmon dan didampingi dua anggota Parlemen AS, Cynthya Lummis dan Scott DeaJarlais di DPR, Selasa (29/3). Dalam pertemuan yang berlangsung selama 90 menit tersebut, kedua parlemen sepakat mendorong Indonesia dan AS meningkatkan kembali kerja sama yang sudah terbangun.

 

Dalam pemberantasan terorisme, misalnya, harus disertai kampanye perdamaian antar-etnis dan ummat beragama. Ini penting dilakukan untuk membangun pemahaman yang utuh pentingnya menjaga perdamian. Matt Salmon sendiri mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam memberantas terorisme dan telah bersedia bekerja sama dengan AS. “Apresiasi kepada Joko Widodo sebagai Presiden RI yang telah bekerja sama dengan AS untuk memberantas terorisme,” puji Salmon.

 

Salmon menilai, terorisme merupakan racun dunia yang harus dihilangkan, karena jaringan terorisme tidak hanya di satu negara. Jaringannya tersebar di berbagai negara. Di sinilah pentingnya kerja sama antarnegara untuk memberantas terorisme. “Itulah sebabnya kita harus kerja sama dengan erat untuk menghilangkan racun ini. Kami ingin bekerja sama dalam menentang terorisme,” tambahnya Salmon lagi.

 

Topik kerja sama Trans Pacific Partnership (TPP) yang tahun lalu sempat digulirkan wacananya, juga kembali dibicarakan. DPR dan Pemerintah Indonesia, ungkap Akom-sapaan akrab Ade Komarudin- masih mengkaji secara seksama, kesiapan Indonesia dalam kemitraan ekonomi trans-Pasifik.

 

Soal rencana pembangunan perpustakaan yang representatif di DPR juga sempat dibicarakan. DPR berharap, kongres AS bisa bekerja sama dengan DPR soal ini. Salmon menyambut baik rencana DPR yang akan membangun perpustakaan parlemen terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya, perpustakaan merupakan sarana yang dibutuhkan oleh parlemen.

 

“Saya juga tertarik dengan tujuan Bapak yang akan mendirikan perpustakaan parlemen. Karena untuk bisa mengakses sejarah, perpustakaan adalah sarana yang dibutuhkan. Membangun perpustakaan adalah hal yang mulia,” ungkap Salmon.

 

Kongres AS menyambut baik kerja sama menyangkut tiga isu penting ini. Matt Salmon sendiri adalah Ketua Urusan Luar Negeri Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik. Sedangkan Cynthya Lummis dan Scott DeaJarlais membidangi Subcommittee on Asia and the Pacific. Hadir pula mendampingi Akom, Ketua Komisi I Mahfuz Sidik dan Wakil Ketua BKSAP Syaifullah Tamliha.

 

Akom menjelaskan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya terkait keamanan dan pertahanan. “Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sudah lama membangun kerja sama untuk memperkuat ketahanan dan keamanan termasuk memberantas terorisme,” ujar Akom dalam jumpa pers, usai pertemuan.

 

Pada bagian lain, Akom juga menyinggung soal kampanye Donald Trump yang dinilai sekterian dan rasial. “Kami sepakat menolak kampanye yang merendahkan kelompok lain seperti yang diperlihatkan oleh Donald Trump,” tambah Akom. Terkait kampanye rasial Donald Trump, Salmon juga mengakui, tidak berkenan dengan kampanye Trump itu.

 

“Saya dari Negara Bagian Arizona dan saya tidak memilih Donald Trump. Saya juga tidak setuju dengan pandangan Trump. Amerika Serikat merdeka salah satu fondasinya justru adalah kebebasan beragama. Kami menyambut semua orang dengan latar belakang yang berbeda,” tegas Salmon. (mh), foto : jay, runi/hr.

 

sumber: DPR RI