Published On: Thu, Nov 12th, 2015

Dukung Hari Gerakan Membaca Nasional, Indosat Berikan Cipika Bookmate Gratis Selama Satu Tahun

IMG_0220copy

Tampak pada gambar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat (dua dari kanan), Erman Syamsuddin, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI (dua dari kiri), Evi Trisna, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar (paling kiri), dan Sulasmo Sudharno, CEO Aksaramaya (paling kanan) setelah penyerahan Indosat Cipika Bookmate dalam rangka Hari Gerakan Membaca Nasional.

Jakarta, 12 November 2015 РIndosat, anggota dari Grup Ooredoo, memberikan donasi berlangganan Cipika Bookmate selama satu tahun kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Indonesia Menyala. Donasi sebagai bagian dari program CSR Indosat ini merupakan bentuk dukungan Indosat  terhadap Hari Gerakan Membaca Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dukungan ini juga sekaligus sebagai upaya Indosat untuk mengoptimalkan manfaat teknologi digital untuk mendorong dan meningkatkan hobby membaca di kalangan masyarakat dan generasi muda Indonesia. Pada kesempatan yang sama,  Indosat juga mengumumkan kerjasama dengan Aksaramaya melalui aplikasi MOCO dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Aplikasi MOCO merupakan salah satu aplikasi karya anak bangsa yang juga menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Membaca adalah kunci untuk membuka jendela dunia. Indosat sebagai perusahaan digital telco, ingin memperkenalkan cara baru membaca buku secara mobile melalui Cipika Bookmate. Kami berharap dengan semakin mudahnya membaca buku secara digital, masyarakat Indonesia akan lebih banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.

Indosat memberikan berlangganan Cipika Bookmate secara gratis bagi 200 taman bacaan atau perpustakaan selama 1 tahun untuk anggota Taman Baca Masyarakat yang merupakan bagian dari “Gerakan Indonesia Membaca”. Gerakan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, membagikan buku secara simbolis kepada para lembaga atau organisasi penyelenggara program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta satuan pendidikan nonformal lainnya, untuk selanjutnya digunakan mendorong minat baca. Dengan minat dan budaya baca, maka seluruh warga diharapkan dapat menjadi masyarakat pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning society). Masyarakat pembelajar tersebut akan dapat membuka cakrawala ilmu pengetahuan dan menumbuhkan kecakapan hidup (life skills) yang diperlukan untuk mencapai kesejahteraan sosial dan kemakmuran bangsa.

Selain itu, Indosat juga memberikan secara gratis Cipika Bookmate bagi 100 pengguna selama satu tahun untuk Indonesia Menyala, gerakan meningkatkan minat baca yang awalnya diinisiasi oleh para relawan untuk mendukung kegiatan Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar di daerah penempatannya. Kepedulian untuk meningkatkan minat baca, terutama oleh teman-teman di pelosok Indonesia, mendorong para Penyala -relawan pegiat Indonesia Menyala- untuk mengadakan program Taman Baca Indonesia Menyala sejak tahun 2013. Taman Baca Indonesia Menyala saat ini sudah tersebar di beberapa kota dan kabupaten, berfokus untuk memersuasi anak-anak agar mau lebih sering membaca dan meningkatkan keterlibatan multiaktor agar minat baca anak semakin membudaya di masyarakat.

Cipika Bookmate adalah layanan aplikasi buku digital pertama di Indonesia yang menyajikan konsep berlangganan layaknya perpustakaan dengan membayar satu kali dan bisa membaca sepuasnya. Pelanggan bebas membaca buku apa saja yang tersedia di dalam CIPIKABOOKMATE dengan total 500 ribu judul internasional dan 4 ribu judul lokal, melalui ponsel maupun desktop meskipun tanpa koneksi internet. Pada penyelenggaraan layanan buku digital, Cipika berkolaborasi dengan platform international yang dikelola oleh Bookmate. Aplikasi Bookmate sendiri sudah digunakan di beberapa negara di dunia dan lebih dari 9 bahasa.