Published On: Mon, Jun 20th, 2016

Ekonomi Kreatif Membutuhkan Dukungan Lebih dari Pemerintah

bekrafJakarta, 20 Juni 2016-  Terdapat sebuah dorongan baru untuk pemerintah mendorong lingkungan ekonomi kreatif di Indonesia. Bapak Triawan Munaf, kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengerti pentingnya sektor ekonomi ini. Beliau khawatir akan ada banyak bisnis e-commerce Indonesia berkinerja rendah karena jaringan yang tidak memadai dan buruknya presentasi produk online.

 

Dibentuknya Bekraf pada 2015, menandakan pentingnya posisi Presiden Joko Widodo pada sektor ekonomi kreatif. Visinya adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di bidang ekonomi kreatif pada tahun 2030; ruang lingkupnya meliputi: pengembangan game, desain produk, fotografi, periklanan, desain interior serta arsitektur dan lain-lain.

 

Ekonomi kreatif berkontribusi 7.1 persen terhadap PDB dan mempekerjakan hingga 12 juta karyawan berdasarkan data tahun 2014; jumlah tersebut kira-kira sama dengan jumlah pekerja yang bekerja di bidang keuangan, real estate, dan jasa. Dengan beberapa stimulus lebih lanjut, industri ini dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru dan pengentasan kemiskinan secara signifikan.

 

Promosi untuk Ekonomi Kreatif

Salah satu contoh sukses dari ekonomi kreatif adalah ekonomi lokal di daerah Kasongan, sebuah desa di dekat Yogyakarta. Desa tersebut terkenal dengan industri keramik sejak awal tahun 1970-an, tak hanya membuat keramik untuk dipasarkan dalam negeri juga ekspor, namun desa ini juga sanggup menarik banyak turis untuk berkunjung setiap tahunnya.

 

“Ekonomi kreatif di Indonesia telah menjadi sektor yang penting dan harus dikembangkan secara serius,” ucap Triawan. Tiongkok dan Korea Selatan adalah contoh yang tepat untuk ekonomi kreatif dimana mereka dapat mendulang kesuksesan dalam waktu yang singkat apabila ekosistem ekonomi kreatif yang tepat sudah dibangun. Indonesia memiliki kesempatan yang bagus untuk mengikuti jejak kedua negara tersebut dan membangun segmen ekonomi yang vital dan berkelanjutan ini.

 

“Pengusaha di industri yang berbeda-beda harus berkolaborasi dan membagi ide kreatif untuk menghubungkan orang-orang yang kreatif,” ujar Mart Polman, managing director Lamudi Indonesia. “Kami sering bertemu dengan pendiri perusahaan besar lainnya untuk mengetahui apakah kita dapat menciptakan kerjasama. Misalnya, kami saat ini sedang melakukan pendekatan terhadap salah satu perusahaan taksi internasional untuk membicarakan kerjasama dimana para pencari rumah yang melakukan pencarian di situs kami akan mendapatkan promo spesial dari mereka. Saya pikir, ketika dua perusahaan berkolaborasi untuk pelayanan konsumen, maka itu akan sangat menguntungkan.”

 

Kuatnya sektor ekonomi online telah menciptakan sebuah platform untuk pengembangan yang cepat dari bisni berbasis IT pada transportasi seperti Gojek atau real estate seperti Lamudi. Ribuan pengendara GoJek kini menikmati pendapatan yang lebih tinggi secara signifikan dan konsumen pun senang karena banyaknya pilihan tersedia. Lamudi menawarkan ribuan listing online bagi mereka yang sedang mencari properti disewakan maupun dijual, dan transparansi informasi ini menandai perubahan besar yang memiliki kekuatan pada pasar saat ini.

 

Dukungan Lebih dari Pemerintah

Untuk memanfaatkan Bekraf sepenuhnya, pemerintah perlu menyusun roadmap dan membuat rencana strategi operasi dalam rangka mendukung semua pihak dalam sektor ekonomi kreatif; pihak yang berhasil mesti diberikan ruang untuk tampil di media internasional, dan legislasi baru harus diberlakukan untuk memperkuat dasar hukum di sektor ini, jika perubahan-perubahan tersebut dieksplorasi, maka sektor ini akan memegang peranan yang lebih hebat dalam perekonomian yang akan datang.