Published On: Sun, Aug 21st, 2016

Festival Krakatau 2016: Lampung The Treasure of Sumatra

3f7204040251348010e960a0806b43a5IMG_8018Jakarta, 19 Agustus 2016- Daya tarik berupa keunikan budaya dan keindahan alam akan dikemas menarik dalam Festival Krakatau 2016 yang diselenggarakan pada 21-28 Agustus 2016 di Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan dan Kepulauan Gunung Krakatau. Tahun ini Festival Krakatau mengusung tema “Lampung The Treasure of Sumatra” untuk mempromosikan daya tarik wista dari Provinsi Lampung.

Kegiatan Festival Krakatau 2016 meliputi Jelajah Pasar Seni, Jelajah Layang-Layang, Jelajah Rasa, Jelajah Krakatau, Jelajah Semarak Budaya, serta investor summit.

Jelajah Pasar Seni dipersembahkan untuk pengunjung yang gemar menyaksikan pertunjukan budaya karena Lampung sejatinya terdiri dari masyarakat yang heterogen. Lampung bisa dikatakan sebagai daerah transmigrasi yang pertama. Jadi, jika Anda ingin lihat Indonesia yang beragam maka berkunjunglah ke Lampung.

Jelajah layang-layang akan memperlihatkan bagaimana potensi pantai di Lampung. Pantai di sana tidak hanya cantik dan masih bersih namun juga dilalui angin yang cukup baik untuk menerbangkan layang-layang. Saksikan warna-warni cantik layang-layang di dalam kegiatan tersebut.

Dalam Jelajah Rasa yang diselenggarakan pada 27 Agustus, Anda akan diajak meyicipi aneka kuliner khas melalui bazaar danfood truck. Pembukaan Jelajah Rasa akan mengundang 1.000 anak yatim bertepatan dengan diluncurkannya branding pariwisata Lampung.

Masih di hari yang sama, 27 Agustus, akan diselenggarakan Jelajah Krakatau yaitu tur mengunjungi tujuan wisata di sekitar Krakatau dengan kapal untuk para blogger dan pers. Pada kegiatan ini, mereka juga akan menyaksikan acara Ngumbal Lawok yang dimeriahkan dengan puluhan perahu hias.

Sementara itu, hari terakhir akan menampilkan Jelajah Semarak Budaya yaitu parade yang menampilkan kekayaan budaya Lampung dan Nusantara.

Kementerian Pariwisata medukung festival yang sudah diselenggarakan ke-26 kalinya ini karena mampu menjadi ajang pengenalan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Lampung.

“Ini merupakan salah satu festival unggulan Kemenpar, jadinya harus diselenggarakan secara berkesinambungan dan konsisten agar semakin memperkuat branding Krakatau,” kata Ukus Kuswara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwisata, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (18/8).

 

Pemerintah Provinsi Lampung Benahi Pariwisata Lampung

Saat ini, Pemerintah Provinsi tengah melakukan pengembangan pariwisata Lampung di segala sisi, diantaranya dengan pengupayakan perbaikan jalan, pembentukkan jurusan pariwisata di Universitas Lampung untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami juga mengupayakan peningkatan kualitas bandara agar bisa menjadi bandara internasional,” kata Ridho Ficardo saat konferensi pers Festival Krakatau 2016 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (18/8).

Sebelumnnya, Lampung merupakan provinsi yang berbasis ekonomi. Namun, Ridho menyadari bahwa sektor pariwisata akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat secara ekonomi jika dibandingkan sektor lain.

“Dengan dibangunnya infrastruktur maka kami akan mengarahkan Lampung untuk industri, sekaligus untuk pariwisata karena dukungan alam yang dimiliki Lampung. Kemampuan pariwisata dalam mensejahterakan masyarakat 4 kali lipat dari sektor pertanian, dan 2 kali lipat dari sektor industri,” kata Ridho Ficardo.

Untuk mempromosikan pariwisata Lampung lebih luas, Ridho juga tengah mendukung film Indonesia yang akan syuting di provinsi ini. Selain itu, ada juga rencana untuk membangun Lampung sebagai kawasan marina seperti halnya Ancol.

Lampung dengan segenap wisata alam yang dimilikinya cocok untuk mereka yang mencari destinasi wisata petualangan tak jauh dari ibukota. Gubernur Lampung, Ridho Ficardo mengatakan bahwa hal ini didukung oleh keadaan alam Lampung yang masih sangat alami.

“Sisi adventure di Lampung sangat baik karena alamnya yang masih sangat alami,” ujarnya.

Kawasan wisata yang sering dikunjungi antara lain adalah wilayah pesisir barat dan Tanjung Setia, Danau Ranau serta Teluk Kiluan. Menurut Ridho Ficardo, selama ini wisatawan bepergian ke Teluk Kiluan untuk menyaksikan lumba-lumpa di alam lepas tetapi sebenarnya laut-laut di pesisir barat lebih banyak ditinggali oleh Lumba-Lumba.

 

Pesona Indonesia