Published On: Fri, Apr 29th, 2016

Gagasan F5 Menjamin Programabilitas dalam Penerapan Teknologi NFV di Infrastruktur Jaringan Milik Operator Telekomunikasi

Jakarta, 29 April 2016F5 Networks (NASDAQ: FFIV) hari ini mengungkapkan gagasannya untuk menjamin programabilitas dalam penerapan NFV, khususnya yang kini semakin ramai dilakukan operator telekomunikasi di seluruh dunia. NFV semakin ramai diujicobakan oleh operator telekomunikasi karena mampu membantu mereka dalam meraih fleksibilitas kapasitas, memungkinkan prediktabilitas CAPEX, serta mewujudkan penerapan aplikasi dan layanan secara cepat dan fleksibel.

 

Penerapan NFV yang semakin ramai dilakukan operator telekomunikasi karena menawarkan beragam kemudahan untuk meningkatkan bisnis mereka.

 

Persaingan dan perubahan yang amat cepat dari offline ke digital membuat operator telekomunikasi harus tetap relevan, meraih efisiensi operasional dan kelincahan layanan, serta terpenting, terus meraih pendapatan di era digital yang baru. Mereka tentu memahami bahwa era NFV ini akan membawa berbagai manfaat seperti pengurangan CAPEX dan OPEX. Namun, manfaat yang lebih menggiurkan bagi penyedia layanan saat ini adalah yang berhubungan dengan penerapan jaringan yang fleksibel, mudah diprogram, serta lincah.

 

Berdasarkan data dari IDC[1], Asia Pasifik – termasuk Indonesia – diperkirakan akan menjadi salah satu wilayah utama yang akan menyambut pengadopsian NFV dalam tahun-tahun mendatang. Hampir dua per tiga (64%) operator di 14 pasar dalam wilayah tersebut kini tengah memasuki fase penerapan NFV ke dalam infrastruktur jaringan mereka. Akan tetapi, para operator telekomunikasi masih terganjal dengan tantangan untuk mengorkestrasi teknologi untuk NFV, yakni dalam mengintegrasikan infrastruktur yang telah ada sebelumnya dengan NFV, serta dalam mendesain ulang proses operasi dengan mengadopsi pengaturan standar yang telah ditetapkan oleh ETSI/NFV-ISG[2]. Karena, meskipun pengaturan tersebut telah menjelaskan perihal Pengaturan dan Orkestrasi dengan gamblang, masih belum ada satu solusi yang mampu menjawab semua tantangan dalam menentukan langkah yang paling efisien untuk mengelola rantai layanan. Karena, kendati orkestrasi pada NFV telah dipadukan masih ada beberapa pertimbangan utama dalam hal meraih programabilitas di era NFV.

 

Manfaat dari ekosistem hybrid

Para operator telekomunikasi memanfaatkan NFV untuk menjelajahi berbagai kesempatan bisnis dalam menggerakkan infrastruktur cloud, sambil di saat bersamaan menjaga operasional on-premise tetap berjalan dengan lancar. Akan tetapi, masih banyak operator yang terjebak dalam infrastruktur yang telah ada sebelumnya. Mereka memang terus melayani pelanggan dengan layanan voice, data, dan multimedia, akan tetapi di balik hal tersebut, mereka sedang menghadapi tantangan yang amat pelik: mengintegrasikan infrastruktur virtualisasi berbasis NFV yang baru dengan infrastruktur yang telah ada sebelumnya.

 

Menjamin integrasi tersebut berjalan dengan lancar, tentu amatlah penting bagi operator telekomunikasi. Dan solusi yang dibangun untuk menyesuaikan kebutuhan mereka mungkin akan lebih cocok untuk skalabilitas dari fungsi jaringan tertentu seperti SSL, IPSec, dan kompresi video. Ekosistem hybrid menawarkan manfaat besar dalam menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi operator telekomunikasi.

gbr1

Gambar 1: NFV memungkinkan layanan pengiriman yang lebih baik dengan memanfaatkan hardware COTS dan pengiriman software melalui cloud

 

 

Berbicara dalam bahasa yang sama

Dengan ekosistem on-premise dan berbasis cloud, menyambut NFV tentu telah menambah kompleksitas dalam operasional bisnis. Pada awal 2012, perbincangan seputar NFV masih membahas tentang standarisasi dan dukungan dari berbagai vendor. Kini, hal tersebut telah berevolusi menjadi bermitra dengan berbagai vendor seperti OpenStack Neutron, Cisco APIC, VMware NSX, dan Microsoft HNV untuk mendukung programabilitas NFV dan efisiensi biaya. Dalam dua tahun, tren telah bergeser dari dukungan protokol menjadi ketersediaan dalam REST API.

 

Di dalam ekosistem yang kompleks seperti S/Gi networks, operator telekomunikasi kini mencari sebuah titik pusat yang menjadi point dimana APIs diperlukan untuk menyederhanakan proses orkestrasi. REST API menyediakan fleksibilitas untuk IT dalam menemukan solusi yang tepat untuk operasional mereka, sambil di saat yang bersamaan menjamin programabilitas yang tinggi.

 

Sebuah infrastruktur jaringan adaptif (ANI) mampu mengorkestrasi beberapa (Virtual Network Function) VNF dan elemen-elemen jaringan melalui koleksi metrik kunci real-time, analisis metrik dari beberapa dan elemen berbeda melalui model heuristik yang canggih, serta penyesuaian infrastruktur jaringan untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi berdasarkan kebijakan yang disesuaikan untuk penyedia layanan. Hal tersebut, memungkinkan operator telekomunikasi untuk mengorkestrasi dan memprovisi layanan dan melaksanakan pemisahan kewajiban untuk tugas-tugas pendistribusian di dalam infrastruktur.

 

Pengendalian trafik dan rantai layanan yang cerdas tersebut memungkinkan operator telekomunikasi untuk selalu memberikan yang terbaik, mengurangi waktu time to market, serta memungkinkan mereka untuk menggunakan Value Added Service (VAS) dengan biaya seminimal mungkin. Layanan pengendalian VAS seperti parental control, video optimization, dan keamanan membutuhkan fungsi layanan cerdas dan dinamis yang memahami konteks aplikasi dan pelanggan dalam hal trafik data.

gbr2

Gambar 2: REST API mampu mengorkestrasi ekosistem yang kompleks, mengelilingi gambaran penuh dari pengiriman NFV kepada penyedia layanan (tautan)

 

 

Meraih kesuksesan di era NFV

Sebuah infrastruktur tervirtualisasi menawarkan framework demi meraih arsitektur jaringan yang skalabel, dapat diandalkan, serta fleksibel kepada operator telekomunikasi. Akan tetapi, virtualisasi dari layanan dan aplikasi dengan pemanfaatan VNF bukan berarti semua manfaat tersebut dapat tersampaikan dengan sendirinya.

gbr3

Gambar 3: Rantai layanan tradisional VS rantai layanan cerdas dengan F5

 

 

Application Delivery Controllers (ADC) amat diperlukan untuk skalabilitas dan keandalan dari trafik. Pembatasan kinerja dari hardware commercial-off-the shelf (COTS) melawan platform hardware yang dioptimalkan untuk vendor membuat penyedia layanan perlu mengombinasikan sumber daya tradisional dengan ranah virtual, melalui teknologi load balancing. Hal tersebut juga menyediakan deteksi kesalahan secara otomatis, desain high availability melalui model aktif/standby, serta fleksibilitas untuk menambah atau mengurangi sumber daya di dalam ranah virtual tanpa adanya disrupsi layanan.

 

Faktor penting dalam meraih kesuksesan di ekosistem NFV adalah penyedia layanan perlu menjamin trafik mudah di konfigurasi ulang dan dapat berjalan secara konsisten. Terpenting, penyedia layanan harus mengadopsi layanan yang mampu menghadirkan segala fungsi-fungsi tersebut secara bersamaan untuk berasa pada platform yang terunifikasi dengan keahlian yang tepat untuk meningkatkan operasional para operator telekomunikasi.

 

[1] http://www.cio-asia.com/tech/data-centre/64-percent-of-asia-pacific-use-virtualised-network-functions/

[2] http://www.etsi.org/deliver/etsi_gs/NFV-MAN/001_099/001/01.01.01_60/gs_nfv-man001v010101p.pdf