Published On: Thu, Apr 27th, 2017

Glenn Fredly dan Hutan itu Indonesia Merayakan Hari Bumi di Ambon, Maluku

Share This
Tags

Ambon, 22 April 2017 — Gerakan Hutan itu Indonesia bersama Glenn Fredly dan Yayasan Ruma Beta adakan berbagai kegiatan terkait untuk rayakan Hari Bumi 2017 di kota Ambon, gerbang Indonesia Timur yang sekaligus merupakan pusat kekayaan hutan dan laut terdepan di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu dari lima negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, di mana tercatat sebanyak 650 dari 1.595 spesies burung berasal dari Papua, menurut data yang dikirimkan ke Food and Agriculture Organisation (FAO) tahun 20111.

“Setelah aku pulang dari hutan Manusela di Seram, yang terkenal dengan endemik burungnya, aku jadi jatuh cinta sama hutan, dan jadi lebih lagi jatuh cinta sama Maluku. Hutan dan laut adalah dua hal yang nggak bisa dipisahkan dari masyarakat Maluku. Jadi tepat sekali kalau kita merayakan Hari Bumi dari Ambon, gerbang alam Indonesia yang masih terjaga,” ujar Glenn Fredly yang berkenalan dengan Gerakan Hutan itu Indonesia lewat program Musika Foresta.

Terkait rangkaian kegiatan dalam perayaan Hari Bumi ini, Vitri Sekar Sari, Koordinator Program di Gerakan Hutan itu Indonesia, mengatakan, “Merayakan hari Bumi bersama Yayasan Ruma Beta merupakan kolaborasi positif yang menyenangkan dan kreatif, yang juga merupakan nilai-nilai gerakan kami.”

Perayaan Hari Bumi diisi diskusi dan pemutaran film Before the Flood yang dibuat Leonardo DiCaprio; diskusi Kekayaan Alam Indonesia; pelatihan kreasi daur ulang; lomba foto identifikasi bawah laut; dan ditutup oleh Festival Musik dan Budaya bertajuk Seni Beta di Gong Perdamaian, mulai pukul 19.00 WIT.

“Ambon juga merupakan bukti bahwa persaudaraan antara golongan yang dulu terjadi di sini bisa diperbaiki. Hidup di Ambon sekarang sangat harmonis kok. Sebagai City of Music, Ambon jelas menjadi barometer persaudaraan yang diperkuat melalui musik,” tambah Glenn.

Perayaan Hari Bumi 2017 juga bertepatan dengan ulang tahun pertama Gerakan Hutan itu Indonesia. “Sejak awal kami memilih Hari Bumi sebagai momentum yang tepat untuk melahirkan sebuah gerakan terbuka dengan pesan-pesan positif untuk membangkitkan kembali rasa cita kita terhadap hutan sebagai bagian dari identitas bangsa,” kata Leony Aurora, Ketua Gerakan Hutan itu Indonesia.

1 Newman 1999 in SoER Indonesia 2007, dikutip di Country Report for the State of the World’s Forest Genetic Resources, Indonesia, 2010
“Di Ambon, kami berdiskusi mengenai hutan, laut, dan kekayaan alam Indonesia, juga berbagai tantangan dan potensi Indonesia Timur, termasuk dari kacamata pengalaman pembangunan di bagian barat Indonesia. Di Indonesia Timur masih ada kesempatan yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan yang mengedepankan lingkungan hidup,” lanjutnya.

Seluruh rangkaian acara di Ambon didukung oleh Love the Leuser Ecosystem, SiDalang, KompasTV, Idoep, Grand Komodo, dan Raja Ampat Dive Lodge.

Paralel dengan kegiatan di Ambon, Gerakan Hutan itu Indonesia bekerja sama dengan @america, komunitas Aksiku Indonesia, dan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) merayakan Hari Bumi di Jakarta dengan mengajak remaja perkotaan mengeksplorasi berbagai aksi untuk mendukung perlindungan hutan Indonesia melalui media sosial dan teknologi digital. Di panggung @america, pada pukul 19:45 – 20:15 WIB akan ada live session dengan perwakilan Gerakan Hutan itu Indonesia di Ambon dan perwakilan KOPHI dari 6 kota lainnya di Indonesia, yaitu, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, Palangkaraya, dan Surabaya melalui Google hangout.

—end—

Tentang Gerakan Hutan Itu Indonesia Hutan itu Indonesia merupakan gerakan terbuka yang percaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan untuk kita semua dan bagaimana kita bisa berkontribusi untuk melindungi hutan Indonesia. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan kekayaan hutan Indonesia bersama berbagai mitra di tujuh kota besar pada tanggal 13 Mei 2017 mendatang, yang diusulkan sebagai hari Hutan Indonesia. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi www.hutanitu.id.

Kontak Media: Riry Silalahi di 08122010685 dan roxanna.silalahi@gmail.com

Tentang Yayasan Ruma Beta Yayasan yang didirikan tahun 2011 oleh musisi ternama, Glenn Fredly ini menaungi bengkel seni dan program pendidikan seni bagi para seninam maupun masyarakat unum di Maluku maupun kota Ambon. Sejak awal berdirinya, Yayasan Ruma Beta telah memfasilitasi para seniman untuk berlatih menyanyi, bermusik, melukis, menulis puisi, menarik, hingga berdiskusi mengenai karya-karya sastra. Yayasan ini secara rutin menggelar acara musik bertajuk “Seni Beta” yang merupakan konser kolaborasi berbagai jenis seni maupun genre musik, dan menekankan pada partisipasi aktif masyarakat Ambon dari berbagai suku dan golongan di Maluku. Seni Beta bertujuan memupuk semangat toleransi dan solidaritas antar golongan di Maluku melalui musik.