Published On: Thu, Nov 19th, 2015

Golden Agri-Resources Rehabilitasi Lahan Gambut sebagai Komitmen Keberlanjutan

 

agribusiness_and_food_copy119 November 2015- Golden Agri-Resources (GAR) hari ini meluncurkan Proyek Rehabilitasi Ekosistem Lahan Gambut di salah satu wilayah konsesi perusahaan di Kalimantan Barat. Program ini diharapkan dapat membantu upaya pencegahan kebakaran selain meningkatkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lahan gambut dalam jangka panjang.

 

GAR akan merehabilitasi ekosistem gambut di lahan yang belum dikembangkan disebelah kebun sawit yang ada, yang rentan terhadap gangguan pihak ketiga dan kebakaran. Proyek ini hadir di saat pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk menghentikan sementara (moratorium) pemberian ijin pengembangan lahan gambut dan mencari jalan untuk merevitalisasi lahan gambut untuk melawan kebakaran hutan yang menyebabkan bencana asap.

 

Hal diatas menunjukkan bertambahnya komitmen perusahan di bawah Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GAR Social and Environment Policy/GSEP), yang adalah penyempurnaan Kebijakan Konservasi Hutan (GAR’s Forest Conservation Policy/FCP) yang diterbitkan empat tahun yang lalu.

 

“Indonesia memerlukan solusi untuk beberapa permasalahan mendesak seperti perubahan iklim, penebangan hutan dan kebakaran. Melalui Kebijakan Sosial dan Lingkungan kami dan komitmen terhadap rehabilitasi lahan gambut, GAR menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan bersama. Kami akan terus mendorong berbagai perubahan agar industri kelapa sawit Indonesia mampu mewujudkan komitmen minyak kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujar Agus Purnomo, Managing Director untuk Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement di GAR.

 

GAR akan bekerjasama dengan konsultan lingkungan Malaysian Environmental Consultants (MEC) untuk merehabilitasi lahan gambut, dengan melakukan pemulihan tata hidrologi dan pengelolaan air tanah untuk mengurangi risiko kebakaran. Konsultasi juga akan dilakukan melibatkan masyarakat setempat untuk melibatkan warga masyarakat dalam upaya perlindungan kawasan gambut setempat.

 

Kebijakan keberlanjutan terbaru GAR merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan TFT (The Forest Trust), sebuah organisasi lingkungan terkemuka, untuk kembali bekerjasama dengan GAR terkait kegiatan di hulu. Kedua organisasi tersebut akan bekerjasama untuk memastikan keberhasilan GSEP.

 

Hilary Thompson dari TFT mengatakan: “Kami senang melihat kemajuan yang dihasilkan GAR dalam mengimplementasi kebijakan keberlanjutan di pengelolaan hulu perkebunan mereka. Kami menantikan kesempatan untuk membantu mereka mewujudkan komitmen mereka menjadi yang terdepan dalam kelapa sawit berkelanjutan.”

 

GSEP merupakan cerminan pengalaman GAR selama lima tahun terakhir dalam upaya mengatasi tantangan di lapangan dan mendorong perubahan menuju pengelolaan yang berkelanjutan, yang dilakukan bersama-sama pakar perguruan tinggi dan LSM ternama, termasuk TFT. Dengan menerapkan kebijakan keberlanjutan yang sama untuk pengelolaan di hulu dan hilir, GAR memperluas kemanfaatan minyak kelapa sawit berkelanjutan dan memastikan kemampuan penelusuran rantai produksi keseluruhan (100%) produk sawit yang diperdagangkan sampai ke pabrik minyak sawit pada akhir tahun 2015.

 

GSEP juga akan meningkatkan upaya GAR mengatasi beberapa penyebab kebakaran melalui program pengembangan alternatif pendapatan bagi masyarakat lokal. Selain melibatkan masyarakat lokal dalam pelestarian kawasan bernilai konservasi tinggi, kawasan dengan kandungan karbon tinggi dan lahan gambut, GAR juga membantu para petani kecil swadaya meningkatkan hasil panen mereka sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap hutan Indonesia. [r]