Published On: Sat, Aug 23rd, 2014

Hari Anak Nasional di Lotte Shopping Evenue (LOVE)

Share This
Tags

han_lotteavenueMeskipun Hari Anak Nasional telah ditetapkan, melalui KEPPRES No. 44/1984, namun faktanya, perhatian terhadap Hari Anak Nasional (HAN) masih belum optimal. Catatan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), menunjukan bahwa sebagian masyarakat belum pernah mendengar atau lupa kapan tanggal Hari Anak Nasional.

Bagi sebagian masyarakat yang telah mengetahui, sayangnya, mereka belum sepenuhnya memahami tujuannya. Padahal, berdasarkan KEPPRES tersebut, HAN ini didesain sebagai salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan anak di Indonesia. Situasi ini, mungkin jadi, merupakan salah satu pendorong terhambatnya pelaksanaan penghormatan, pemenuhan dan perlindungan hak anak di Indonesia.

Perayaan HAN 2014, kali ini mengetengahkan tema “23 Juli, Waktunya Anak Diakui”, dengan pementasan seni tradisional oleh anak-anak binaan GNI, acara ini juga dimeriahkan oleh CJR (Aldi, Iqbaal dan Kiki), trio penyanyi anak ini juga mendukung perayaan Hari Anak Nasional dan menampilkan bakat mereka dalam seni tarik suara.

Kegiatan HAN 2014 kali ini juga mendapat dukungan penuh dari para sponsor yaitu Miwon Group Indonesia, Lotte Shopping Avenue, KORINDO, Nada Mulya, Clinic Recording Studio, NOA, Korean updates. Lebih lanjut Mr. Suh Chang Suk selaku Presiden Direktur Lotte Shopping Avenue (LOVE) turut mendukung kegiatan Yayasan Gugah Nurani Indonesia sehingga acara ini bisa berlangsung di Main Atrium Lantai Dasar Lotte Shopping Avenue. CSR LOVE juga memiliki berbagai kegiatan yang salah satunya membina anak-anak dari berbagai yayasan.” ujar Mr. Suh Chang Suk yang juga menyebutkan bahwa LOVE adalah mal yang peduli akan kesejahteraan anak Indonesia.

Di dalam momen Hari Anak Nasional ini dapat menjadi ajang yang tepat untuk mengkampanyekan hak-hak anak. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah bagi keluarga dengan mengucapkan “Selamat Hari Anak” pada anak-anak mereka dan orang tua meluangkan waktu khusus bagi anak-anak di hari tersebut. Bagi masyarakat, dapat melakukan kegiatan khusus seperti perlombaan atau pentas kreatifitas anak serta membuat kesepakatan warga terkait perlindungan anak. Kemudian bagi pemerintah adalah dengan merivisi KEPPRES Nomor 44/1984 tentang Hari Anak Nasional dengan memperluas tujuan HAN dengan memasukkan elemen partisipasi anak dan pemenuhan hak-hak anak. Kedepannya, dengan adanya peningkatan kesadaran ini, maka, harapannya, semua pihak akan bergandeng tangan untuk mewujudkan kesejahteraan anak Indonesia.