Published On: Mon, Apr 4th, 2016

Hari Pertama UN SMA, Presiden: Jangan Lupa Berdoa, Konsentrasi, dan Berani Jujur

Mendikbud, Gubernur Jawa Timur, dan Wali Kota Surabaya saat meninjau pelaksanaan UN di salah satu SMA di Surabaya (4/4). (Foto: Kemdikbud)

Mendikbud, Gubernur Jawa Timur, dan Wali Kota Surabaya saat meninjau pelaksanaan UN di salah satu SMA di Surabaya (4/4). (Foto: Kemdikbud)

Jakarta,4 April 2016- Hari pertama ujian nasional (UN) 2016 jenjang SMA/sederajat diselenggarakan hari ini (4/4/2016). Presiden Joko Widodo dalam akun media sosial resminya mengimbau seluruh peserta UN agar mempersiapkan diri dengan baik dalam UN hingga akhir pelaksanaannya.

“Anak-anakku, selamat menempuh Ujian Nasional, jangan lupa berdoa, konsentrasi, dan berani jujur,” ujar Jokowi dikutip dari akun media sosial resminya.

Sementara itu, saat penyelenggaraan UN hari pertama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, berkesempatan meninjau pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMA Hangtuah 1 Surabaya dan SMA 8 Surabaya, Jawa Timur. Partisipasi sekolah dalam menyelenggarakan UNBK di Kota Pahlawan itu mencapai 100 persen.

Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan UNBK di SMA Hangtuah 1 Surabaya, Jawa Timur, adalah UNBK  diselenggarakan tiga sesi setiap harinya. UNBK di sekolah itu diikuti serentak oleh 160 siswa untuk setiap sesi.

Tercatat tahun 2016 ini, sekolah-sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan UNBK meningkat hampir 900 persen atau total sekitar 4.400 sekolah. Tahun sebelumnya UNBK hanya diselenggarakan oleh sekitar 500 sekolah saja dari total sekitar 79.000 sekolah penyelenggara UN di Indonesia.

Provinsi dengan tingkat partisipasi terbesar UNBK 2016 adalah Yogyakarta. Sementara Provinsi Papua dan provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara) juga masuk dalam daerah yang dengan tingkat partisipasi UNBK tinggi dimana Papua sebesar 10 persen dan Kaltara sebesar 20 persen.

Secara nasional siswa yang mengikuti UNBK juga mengalami peningkatan drastis. Sebanyak 170.000 siswa tahun lalu, tahun 2016 ini menjadi sekitar 921.000 siswa. Rinciannya sekitar 156.171 siswa SMP dan MTs, serta sekitar  267.230 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMK sekitar  498,177 siswa. UNBK tahun 2016 ini untuk setiap jenjang sekolah kurang lebih 1.010 SMP dan MTs, 1.297 SMA dan MA, serta 2.103 SMK di seluruh Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun kedua ini UNBK masih menggunakan sistem semi-online, yaitu soal dikirim dari serverpusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh serverlokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali atau diunggah dari server lokal (sekolah) keserver pusat secara online. (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat-Kemdikbud/EN)