Published On: Mon, Oct 10th, 2016

Hoyak Tabuik Piaman 2016

thumb_baa96438bebf0aee13468e63851c00ffTabuik_Pariaman_Him_IMG_51452014_(1)Kota Pariaman bersukacita menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram melalui acara Hoyak Tabuik Piaman 2016 yang diselenggarakan pada 2-16 Oktober. Berbagai perayaan diselenggarakan seperti Tabliqh Akbar dan zikir bersama, pertunjukan seni, serta beragam ritual pembuatan tabuik.

Menurut Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, acara ini merupakan kalender tahunan yang biasanya dilaksanakan setiap tahun berdasarkan Kalender Hijriah 1-10 Muharram. Tahun ini acara digelar selama 14 hari yaitu 2-16 Oktober, dimana acara puncak bisa disaksikan di Pantai Gondoriah Kota Pariaman.

Di samping acara-acara yang sudah disebutkan di atas, Hoyak Tabuik Piaman 2016 mengadakan berbagai lomba seperti lomba pagelaran seni TK, SMA/SMK se-Kota Pariaman, lomba menyanyi dangdut dan melayu, lomba tari dan masih banyak lagi.

Ritual tabuik merupakan salah satu pertunjukan budaya yang paling dinanti. Jadwal ritual tabuik yang sudah dicanangkan yakni ritual maambiak tanah/manabang batang pisang (6/10), maradai (7/10), ritual maatam dan maarak jari-jari (8/10), maarak sorban (9/10) dan terakhir acara puncak tabuik naiak pangkek (16/10).

Pada saat ritual ini berlangsung, setiap ruas jalan di pusat Kota Pariaman akan dipadati oleh warga sekitar dan wisatawan. Mereka berebut ingin menyaksikan saat-saat bagian dari patung tabuik disatukan. Dalam bahasa Minangkabau, “hoyak” secara sederhana dapat diartikan sebagai “mengguncangkan” atau “menggoyangkan”, karena dalam prosesinya ritual ini memasukan unsur mengguncangkan patung.

Patung tabuik akan dibuat oleh dua kelompok masyarakat yang berbeda yaitu masyarakat Pasa yang tinggal di sekitar Pasar Pariaman, juga masyarakat Subarang yang tinggal di seberang Sungai Pariaman atau sering disebut Kampung Jawa. Setiap tahun, kedua kubu berusaha tampil semakin baik sehingga ketika keduanya berpapasan akan menjadi tontonan yang menegangkan.

sumber:Pesona Indonesia