Published On: Wed, Mar 23rd, 2016

IFC Bantu Bangun Rumah Murah dan Promosikan Bangunan Hijau

Lamudi_marJakarta, 23 Maret 2016– International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, memberikan pinjaman dana sebesar $ 30.000.000 atau sekitar Rp 391 miliar kepada PT Ciputra Residence untuk mengatasi masalah kekurangan perumahan di Indonesia.

Populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 259.700.000 jiwa menempati peringkat keempat sebagai negara terpadat di dunia, angka tersebut tumbuh 1,7 persen setiap tahunnya. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri untuk memasok perumahan yang layak  untuk semua orang di negeri ini. Kini
diperkirakan angka backlog di Indonesia mencapai 15 juta rumah.

Bantuan tersebut, nantinya akan digunakan untuk membagun perumahan di Kalimantan, Batam, Sulawesi dan Jawa. Ada juga rencana untuk membuat rumah murah di Citra Maja Raya, Jawa Barat.

President Direktur PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata, menyambut baik rencana suntikan modal tersebut. Ia mengatakan dana yang ia dapatkan itu tidak hanya akan mendukung misi mereka untuk membangun rumah di Indonesia, namun juga akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Seperti kita ketahui, jumlah  orang yang pindah ke kota bertambah karena kesempatan kerja lebih banyak di sana, akibatnya energi yang digunakan untuk gedung pun ikut melonjak. Gedung menghabiskan sekitar 30 persen dari total konsumsi energi di Indonesia. Menanggapi ancaman ini, IFC telah membuat sebuah sebuah sistem sertifikasi yang disebut EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yakni sebuah sertifikasi yang bisa dijadikan patokan bagi negara-negara berkembang untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan.

Sistem Edge ini dapat menghitung penghematan biaya operasional yang diproyeksikan untuk bangunan hijau. Sebuah bangunan hijau mengkonsumsi lebih sedikit energi, memotong biaya bagi pemilik rumah dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Masuknya modal ke sector real estate akan mengatasi kekurangan jumlah perumahan, yang merupakan sebuah masalah yang membutuhkan perhatian segera,” kata Steven Ghoos, managing director Lamudi Indonesia, portal properti global.