Published On: Wed, Jan 13th, 2016

Analisa Market Indonesia

jameel ahmad_

Jameel Ahmad, Kepala Analis Pasar FXTM

Jakarta, 13 Januari 2016 – Faktor eksternal kembali mempengaruhi nilai tukar Rupiah yang diprediksikan akan kembali mengalami sentimen negatif dan pelemahan pada awal tahun ini. Kombinasi faktor eksternal tersebut adalah semakin melambatnya ekonomi China serta menurunnya pasar komoditas global. Data transaksi perdagangan China yang menunjukkan pelemahan telah membuat posisi Indonesia sangat rentan terhadap reaksi pasar atas kondisi ini. Di samping itu, China juga mengurangi impornya dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia, sehingga berakibat semakin melemahnya kurs mata uang Rupiah.

Terdapat juga faktor domestik yang turut berpengaruh terhadap melemahnya rupiah, yaitu rendahnya pertumbuhan PDB yang memunculkan ekspektasi adanya rencana Bank Indonesia untuk mengurangi tingkat suku bunga pinjaman demi mendorong lebih banyak pasar domestik yang berniat untuk mengajukan kredit konsumtif.

Namun hal ini justru akan membuat rupiah semakin melemah. Ditambah lagi dengan faktor daya beli masyarakat yang mulai menurun dan tingkat suku bunga yang masih tetap tinggi.

 

 

Ditulis oleh Jameel Ahmad, Kepala Analis Pasar FXTM

Follow Jameel di Twitter @Jameel_FXTM

Untuk informasi lebih jauh silakan kunjungi: ForexTime