Published On: Wed, Jun 17th, 2015

Indonesia dan Negara Berkembang Lainnya Akan Jadi Sumber Inovasi

Share This
Tags

Fetra SyahbanaSelama ini, negara maju selalu menjadi pendorong utama terjadinya inovasi. Seperti contoh inovasi dalam hal layanan serta teknologi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu inovasi kini mulai banyak muncul dari negara-negara berkembang – terutama dari segi layanan.

Contohnya di Indonesia. Sebuah perusahaan startup di negara ini mampu menciptakan inovasi dalam hal pendanaan mikro, yang membuat perorangan dapat menanamkan investasi pada sektor pertanian melalui sebuah platform aplikasi berbasis web yang memanfaatkan komputasi cloud.

Tak hanya Indonesia, di China sebuah perusahaan digital terbesar menghadirkan inovasi sistem logistik pintar yang sukses membantu pelanggannya dalam mengelola informasi pengiriman paket dengan bantuan aplikasi dan komputasi cloud.

Indonesia dan China hanya dua dari banyak contoh bagaimana negara berkembang mulai menghadirkan berbagai inovasi yang memanfaatkan komputasi cloud. Salah satu faktor pendorongnya adalah adopsi smartphone yang tinggi. Cepatnya laju adopsi perangkat tersebut memaksa perusahaan untuk dapat mengikuti cepatnya ritme pelanggannya. Karena desakan ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan komputasi cloud untuk menambah fungsionalitas IT mereka atau bahkan menerapkan komputasi cloud secara penuh demi memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat dengan cepat.

Sementara di negara maju masih banyak bisnis yang masih mencari cara untuk bermigrasi ke cloud, kini bisnis di pasar negara berkembang sudah banyak yang telah menggunakan pemikiran “Cloud-First”. Hal tersebut didorong oleh kemudahan untuk menggunakan akses layanan cloud publik seperti yang disediakan oleh pihak ketiga, sehingga bisnis mampu mempercepat time to market – di mana bagi pasar negara berkembang time to market amatlah krusial untuk bertahan dalam tekanan pasar yang hyper kompetitif.

Lebih lanjut, hal tersebut di atas juga akan membuat kultur bisnis di negara berkembang tidak lagi terbelenggu sistem legacy atau infrastruktur serta investasi yang mahal. Dengan begitu para pelaku bisnis di negara berkembang dapat lebih fokus untuk berinovasi.

Hal-hal di atas merupakan alasan utama mengapa F5 kini bergerak untuk menawarkan layanan as-a-service yang terdepan mulai dari keamanan, optimalisasi, hingga jaminan ketersediaan aplikasi di mana saja dan kapan saja melalui platform Silverline™. Platform tersebut memberikan berbagai keuntungan kepada perusahaan terlepas dari model penerapan yang dipilih perusahaan (on-premise, cloud, dan hybrid).

Apapun infrastruktur yang diterapkan di seluruh dunia, F5 Networks selalu siap untuk mendukung inovasi dan teknologi baru serta menjamin aplikasi yang dihasilkan oleh tiap perusahaan pelanggan tersedia secara cepat, aman, dan selalu tersedia kapan saja dan di mana saja mengikuti perusahaan dan pelanggannya yang berkembang secara eksponensial di seluruh dunia.

***

 

 

Tentang Penulis

Fetra Syahbana adalah Country Manager F5 di Indonesia. Dia bertanggung jawab untuk mengelola serta mengembangkan pasar di Indonesia secara keseluruhan, dan memegang peranan penting untuk menjadikan F5 sebagai mitra strategis bagi seluruh pelanggannya.