Published On: Fri, Oct 14th, 2016

Indosat Ooredoo Dukung Batik Nasional di Pentas Global

Gelar Peragaan Batik Koleksi Sjully Darsono di Acara
“The Beauty of Indonesian Batik”

Tampak pada gambar President Director and CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (paling kanan) bersama dengan Sjully Darsono (dua dari kanan), Linda Gumelar (dua dari kiri), dan Ibu Aang Kunaefi (paling kiri) saat memulai acara The Beauty of Indonesian Batik di Jakarta (12/10).

Tampak pada gambar President Director and CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (paling kanan) bersama dengan Sjully Darsono (dua dari kanan), Linda Gumelar (dua dari kiri), dan Ibu Aang Kunaefi (paling kiri) saat memulai acara The Beauty of Indonesian Batik di Jakarta (12/10).

Jakarta, 13 Oktober 2016 – Batik sebagai brand kebanggaan Indonesia dengan identitas dunia, merupakan warisan budaya turun-temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia. Batik bukan hanya sekadar busana atau pakaian, tetapi juga sebagai simbol identitas bangsa. Itulah mengapa, UNESCO secara resmi menetapkan batik Indonesia sebagai “Warisan Budaya Dunia Tak Benda”  pada 2 Oktober 2009 silam.

Terus mendukung eksistensi batik sebagai warisan budaya Indonesia ke pantas global,  Indosat Ooredoo menghadirkan acara The Beauty of Indonesian Batik. Acara  yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2016 lalu tersebut, juga menghadirkan koleksi batik hasil karya desainer batik ternama, Sjully Darsono.

“Upaya untuk menunjukkan identitas bangsa Indonesia melalui eksistensi batik di kancah global tidak boleh berhenti sampai di ketetapan UNESCO. Kita harus membantu pemerintah untuk terus memperkenalkan batik kebanggaan Indonesia hingga ke pelosok dunia,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Dalam acara bertajuk “The Beauty of Indonesian Batik”, Indosat Ooredoo berkesempatan menampilkan karya batik rancangan Sjully Darsono yang nantinya akan ditampilkan pada acara jamuan diplomatik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha, Republik Ceko, pada akhir Oktober nanti. Yang menarik, parade busana (fashion show) karya Sjully Darsono tak hanya ditampilkan oleh model profesional dari Komunitas Batikology, tetapi juga ditampilkan oleh jajaran manajemen Indosat Ooredoo.

“Indosat Ooredoo selalu mendukung gerakan untuk memperkenalkan batik hingga pentas global. Dunia harus mengetahui bahwa batik bukan hanya sekadar busana yang dipakai artis-artis Hollywood nantinya, tetapi sebagai simbol identitas kebanggaan bangsa Indonesia,” tambah Alexander Rusli.

Selain koleksi Sjully Darsono, Indosat Ooredoo juga menampilkan koleksi batik dari Ibu Ginandjar Kartasasmita, ibu Aang Kunaefi dan Komunitas Batikology. Semuanya ditampilkan oleh model profesional Komunitas Batikology dan karyawan Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo telah menunjukan konsistensi serta  perhatiannya dalam mendukung pelestarian batik Indonesia. Dukungan Indosat Ooredoo dimulai sejak pembuatan portal www.batikology.org, sebuah portal yang memberikan banyak informasi dan tips tentang batik mulai dari pengetahuan tentang batik, tokoh batik, tips batik hingga ragam batik. Kemudian pada tahun 2014 menggelar dan mengangkat Batik Pekalongan karya Sapuan dan mendukung Kegiatan KBRI Swiss untuk program “Live Painting Batik Show. Diikuti pada tahun 2015 memberikan penghargaan Batikology kepada tokoh-tokoh wanita dan pada malam Ini menggelar kembali program “The Beauty of Indonesian Batik seri ke-3″ yang mengangkat keindahan batik Jawa Barat.

“Kami berharap acara ini dapat membawa manfaat dan memberi  inspirasi kepada semua elemen bangsa  untuk terus meningkatkan eksistensi batik ke pentas global,” tutup Alexander Rusli.