Published On: Sun, Sep 11th, 2016

Indosat Ooredoo Gelar Hackathon IWIC 10

Dorong Talenta Digital Indonesia untuk Go Global Lewat Kompetisi Pembuatan Aplikasi Mobile Selama 24 Jam

 

Jakarta, 10 September 2016 – Memasuki tahun ke-10 pergelaran ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC), tahun ini Indosat Ooredoo mendorong talenta digital terus berkreasi meciptakan berbagai aplikasi mobile. Salah satunya adalah dengan membuat Hackathon IWIC (Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest) 10 atau pembuatan aplikasi mobile secara marathon selama 24 jam yang bertempat di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.

Sebanyak 71 tim menjadi peserta pada kompetisi ini yang berasal dari berbagai kota antara lain Jabotabek, Bandung, Jambi, Padang, Pontianak, Probolinggo, Jogja, Semarang, Wonosobo, Manado dan Solo. Setiap tim berisi 2 sampai 3 orang yang terdiri dari para developer muda, start-up lokal, dan pelajar/mahasiswa.

Group Head Culture Transformation Indosat Ooredoo, Thomas Purnawan Suhardja mengatakan, “Hackathon merupakan rangkaian IWIC 10 yang bertujuan untuk mencari aplikasi mobile yang membawa manfaat dan kemudahan bagi orang banyak. Dalam 24 jam ini, kita semua dapat melihat bahwa potensi generasi muda Indonesia sangat besar untuk dapat bersaing dengan dunia global.”

Untuk mendukung proses pembuatan aplikasi mobile dalam Hackathon tahun ini, Indosat Ooredoo memberikan fasiltas bagi para peserta berupa makanan, minuman, tempat istirahat, sudut hiburan serta medikal dan ambulance yang siap selama 24 jam. Para peserta bersaing satu dengan yang lain untuk memperbutkan hadiah berupa uang tunai, saldo Dompetku, dan voucher Cipika dengan total puluhan juta rupiah. Karya-karya yang tercipta pada Hackathon pun akan otomatis terdaftar di IWIC 10.

Beberapa aplikasi menjadi peringkat terbaik 1, 2, dan 3 pada Hackathon IWIC 10 ini. Kriteria penilaian meliputi uniqueness, originality, monetization, utility, dan readiness. Peringkat Terbaik 1 diraih oleh Aplikasi Pegihaji, Peringkat Terbaik 2 adalah Aplikasi Colornesia, dan Peringkat Terbaik 3 adalah Aplikasi Cuci-cuci.

Sejak 2006, Indosat Ooredoo konsisten menghadirkan IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) untuk merangsang minat generasi muda Indonesia di dunia digital. Pada penyelenggaraan tahun ke-10 ini, IWIC Go Global untuk mensejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangetheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak.

“Melalui IWIC 10 yang juga terbuka untuk peserta dari luar negeri, kami juga ingin membawa karya anak bangsa untuk siap bersaing di kancah internasional. Sehingga di kemudian hari Indonesia tidak hanya menjadi negara pengguna, namun juga pembuat aplikasi mobile yang bisa dinikmati oleh semua orang di dunia,” ujar Thomas.

IWIC 10 menghadirkan  berbagai  kategori yang dapat diikuti, yaitu Kids, Teens, University Student and Public, Developers Category, Special Category for Women & Girls, dan Disabled Category yang dapat diikuti oleh peserta sesuai jenjang usia. Seluruh kategori akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang communications, lifestyle & education, multimedia & games, utility (tools, security, ideas/apps for disabled), tourism, dan social innovation. Peserta dapat membuat ide dan aplikasi untuk diaplikasikan di sistem operasi Android, Apple, Symbian, Blackberry, dan Windows Phone.

Rangkaian program IWIC ke-10 antara lain roadshow ke kampus di Indonesia, gathering dengan komunitas developer, Kids Digital Fair, Hackathon, dan Bootcamp menjelang Final IWIC. Berbagai hadiah telah disiapkan diantaranya uang tunai, gadget terbaru, dan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Pada penyelenggaraan IWIC ke-10, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Kompas Gramedia, Tech in Asia, Dicoding, HarukaEdu, Cody’s App Academy, Jakarta Smart City, Skystar Venture, Kerjabilitas dan Yayasan Cendikia Milenia.

“Kami berharap, perkembangan dunia digital Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga para anak bangsa mampu menciptakan ekosistem digital di Indonesia, dan mampu mengangkat perekonomian Indonesia melalui aplikasi-aplikasi yang accessible dan ramah untuk semua lapisan masyarakat,” tutup Thomas.