Published On: Thu, Apr 21st, 2016

Inggris Bantu Mempermudah Bisnis di Indonesia

mudi21aprJakarta, 21 April 2016- Dalam rangka meningkatkan kompetisi global, Indonesia akhirnya menerima bantuan dari Inggris. Inggris telah terbukti mampu mengubah regulasi untuk membuat urusan bisnis menjadi lebih mudah dalam beberapa dekade terakhir. Duta besar Inggris, Moazzam Malik, menyatakan pada Senin lalu bahwa pemerintah Inggris siap membantu Indonesia.

 

Sasaran Indonesia adalah paling tidak masuk ke dalam daftar 40 besar negara di dunia yang memiliki kemudahan bisnis. Karena, saat ini Indonesia masih memiliki kinerja yang rendah dan menduduki peringkat 109. Peringkat ini didapat dari penilaian 10 macam faktor berbeda, mulai dari membangun usaha hingga mengatasi kebangkrutan. Ketaatan membayar pajak, mendaftarkan properti dan mengurus IMB adalah faktor-faktor yang juga masuk ke dalam peringkat tersebut secara keseluruhan.

 

“Kami sangat senang dengan adanya kerjasama dengan Inggris ini, sebagai sebuah bisnis global yang beroperasi di 34 negara kami dapat melihat bahwa berbisnis di Indonesia sangat menantang, kami berharap dengan belajar dari Inggris bisa membantu kami untuk memperbaiki banyak hal,” ucap Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia– sebuah properti global.

 

Singapura kini berada di peringkat teratas untuk kemudahan berbisnis, namun Inggris juga tidak kalah bagus dengan menempati posisi keenam, tepat setelah Hong Kong dan Republik Korea. Indonesia memiliki peringkat yang baik dalam hal pasokan listrik (46) tetapi tertinggal jauh dalam hal bisnis dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Vietnam (90) Thailand (49) dan Filipina (103).

 

Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju maka negara ini perlu meningkatkan peringkatnya untuk mendorong pergerakan investor dalam dan luar negeri. Belum lama ini David Cameron, Perdana Menteri Inggris telah bertemu dengan Presiden Jokowi membahas peluang bisnis lebih lanjut di antara kedua negara dan membicarakan bagaimana caranya untuk mendorong kerjasama investasi antar Indonesia-Inggris.

 

Pendidikan juga merupakan sebuah kunci. Sebuah perjanjian telah dibuat untuk memungkinkan lebih banyak lagi orang Indonesia bersekolah di Inggris. Diharapkan bahwa setelah mereka menempuh pendidikan dan praktik bisnis di Inggris, para pelajar tersebut mampu untuk memberikan perspektif baru tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis dengan birokrasi yang lebih mudah ketika kembali ke Indonesia.