Published On: Mon, Jan 11th, 2016

Ingin Memiliki Staf Terbaik? Lokasi Kantor jadi Faktor Terpenting!

 

kantorJakarta, 11 Januari 2016- Portal properti global Lamudi membahas konsekuensi dari tidak menempatkan kantor Anda di area yang mudah dijangkau dan apa yang diharapkan karyawan dari ruang kantor modern.

 

Pengurangan jumlah staf adalah salah satu biaya yang terbesar pada neraca laba dan rugi perusahaan. Dalam masa-masa yang sulit ini, cara mengatur anggaran dasar dapat menimbulkan perbedaan antara menavigasi perekonomian ke arah yang lebih baik ketika iklim ekonomi berubah atau akan bangkrut nantinya.

 

Menurut data Knight Frank 2016 dilaporkan bahwa biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan jika mereka kehilangan seorang staf sama besarnya dengan 150% gaji mereka. Di London misalnya, untuk seorang pegawai biasa total biaya rata-rata termasuk sewa, pajak daerah, setara dengan $ 16.000 setahun. Dibandingkan dengan gaji rata-rata di Ibukota Inggris yang sebesar $ 54.000, itu sama saja 5 kali dengan biaya pengeluaran untuk ruang kerja.

 

Ruang Kerja di Lokasi Premium

Dalam laporan Knight Frank terakhir, mereka membandingkan ruang kerja yang ditujukan untuk bos dengan ruang kerja untuk para staf. Di Sydney Australia, bos dan personal asisten ditempatkan di ruang yang sama, kota ini menerapkan struktur pekerjaan dengan hierarki datar. Di London dan Shanghai, mereka menawarkan ruang yang lebih besar untuk para atasan dengan perbandingan 1,9:1. Sementara di Hongkong, bos mendapatkan ruang yang jauh lebih besar dari itu dengan rasio perbandingan 4:1. Dalam dunia psikologi dikatakan bahwa semakin sedikit perbedaan mencolok antara manajer senior dan staf, akan lebih baik untuk moral secara umum bahkan dari perspektif bos itu sendiri.

 

Mengubah Ekspektasi Karyawan

Para generasi terbaru sekarang menginginkan yang lebih dari sekedar gaji dan pinjaman. Mereka ingin bekerja di lingkungan yang menyenangkan. Mereka ingin melihat banyak warna dan stimulasi visual. Ekspektasi ini berubah mulai dari abad ke 20, ketika monokrom abu-abu telah menjadi sesuatu yang biasa saja. Ruang kerja kolaboratif dan area individu sekarang telah menjadi hal yang lumrah. Garis batas antara kantor dan rumah kini telah menjadi kabur. Di banyak perusahaan seperti Google dan Facebook bahkan Anda bisa mendapatkan makan malam gratis. Selain itu, terdapat pula gym dan kemungkinan besar terdapat pula tempat tidur.

 

Apakah Meja Kerja Diperlukan?

Pengaturan meja kerja dengan model hot desking memungkinkan alokasi ruang yang lebih sedikit untuk masing-masing individu. Interaksi dan kolaborasi adalah kunci utamanya. Tren hari-hari dimana manajer senior bekerja di balik meja sendiri akan memudar. Perencanaan yang cerdas dapat menghasilkan kantor yang efisien, sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk mengupgrade fasilitas sehingga semangat para pekerja akan bertambah.

 

 

Central Business District (CBD)

Terletak di pusat kota, seperti misalnya Sudirman CBD akan memungkinkan perusahaan bisa memanfatkan infrastruktur kota. Para staf tidak akan mendapatkan masalah ketika harus berangkat ke kantor menggunakan angkutan umum sehingga keterlambatan bekerja tidak akan menjadi beban operasional tambahan. Bagi karyawan, kantor yang dekat dari kedai kopi dan restoran adalah keuntungan tersendiri. Semangat pekerja akan berkurang jika kantor terletak di sebuah lokasi yang jauh dari kota, di mana hanya terdapat satu atau dua tempat untuk makan siang.

 

Laporan Knight Frank menyimpulkan bahwa 5 kota seukuran Los Angeles harus dibangun setiap tahunnya selama 5 tahun untuk menampung 380 juta penduduk baru. Jumlah populasi yang pindah ke kota selama 5 tahun ke depan akan setara dengan 3 kali jumlah populasi Jepang saat ini — sekitar 127 juta.