Published On: Thu, Jan 21st, 2016

Inilah Daftar Kata yang Sering Dituliskan Para Profesional di Indonesia

LI.Highres.Translate.BootsJakarta, 21 Januari 2016Hari ini, LinkedIn (NYSE:LNKD), mengumumkan the top most overused buzzwords atau daftar kata yang terlalu sering dituliskan oleh para profesional di Indonesia untuk mendeskripsikan diri mereka dalam profil LinkedIn. Daftar ini dihimpun dari ringkasan profil LinkedIn para profesional di Indonesia sepanjang satu tahun terakhir.

Dari data yang dianalisis oleh LinkedIn, terungkap bahwa “creative”, “motivated”, dan “passionate” saat ini menjadi tiga kata yang paling sering digunakan oleh para profesional dari berbagai sektor industri di Indonesia, untuk mempromosikan serta mendeskripsikan diri mereka di LinkedIn. Kata-kata lainnya yang juga sering dituliskan adalah “responsible”, “leadership”, dan “organization”. Menariknya, kata “creative” juga menjadi kata yang paling sering dituliskan oleh para pemasar di Indonesia. Hal yang sedikit berbeda terjadi di kalangan pelajar, dimana kata “creative” menempati urutan kedua dari kata yang paling sering digunakan. Ternyata, para pelajar di Indonesia, lebih sering menggunakan kata “passionate” untuk dituliskan di dalam profil LinkedIn mereka.

Berikut di bawah ini adalah 10 kata yang paling sering digunakan hingga tahun 2016 ini secara keseluruhan:


  1. CreativeLI.Highres.Translate.Coach
  2. Motivated
  3. Passionate
  4. Responsible
  5. Leadership
  6. Organization
  7. Strategic
  8. Analytical
  9. Dynamic
  10. Eag

 

LI.Highres.Translate.ErraticRoger Pua, Senior Director of Corporate Communication LinkedIn untuk wilayah Asia Pasifik mengatakan, “Setiap profesional memiliki keunikannya masing-masing, karena itu sangatlah penting bagi mereka untuk bisa menceritakan kisahnya dengan jelas agar dapat menonjol dari yang lain. Tindakan yang dilakukan oleh seseorang adalah bahan pembuktian yang jauh lebih kuat, dibandingkan dengan hanya kata-kata indah semata.”

 

LI.Highres.Translate.GrowUpLanjut Roger, ”Daripada menuliskan kata-kata yang telah umum digunakan, kami mengajak para pengguna LinkedIn untuk membuat diri mereka ‘berbeda’. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menampilkan hasil kerja dan prestasi seperti penghargaan, presentasi, hasil penelitian, dan berbagai macam dokumen pendukung lainnya. Perlu juga diingat bahwa gambar sering kali mampu bercerita lebih banyak, dibandingkan dengan kata-kata. Marilah kita
meninggalkan kata-kata yang sudah umum dalam mendeskripsikan keunikan kisah kita.”

 

LI.Highres.Translate.StoryAnastasia Herawati, Recruitment & Selection Superintendent, Kompas Gramedia Group of Magazine menambahkan, “Berkaca dari bertahun-tahun pengalaman saya berkecimpung dalam bidang perekrutan, berbagi sudut pandang terhadap suatu isu secara profesional merupakan cara yang paling efektif untuk menampilkan profesionalitas seseorang di mata perekrut.”

 

Hal senada turut disampaikan oleh Achmad Firdaus, Country Manager PT. Humana International Indonesia, sebuah perusahaan rekrutmen multinasional terkemuka dalam bidang executive search mengatakan, “Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para profesional di wilayah ini sebaiknya lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan terbuka. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing seseorang adalah dengan mempersiapkan keahlian khusus. Menjadi spesialis atau profesional yang menonjol dalam bidang yang digelutinya, akan membantu seseorang untuk lebih bersinar dibanding profesional lainnya.”

 

Achmad menambahkan, “Untuk bisa merefleksikan hal tersebut di LinkedIn, keahlian khusus serta berbagai pengalaman pendukung perlu dijadikan sorotan utama dalam profilnya. Dan, beberapa hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak rekan-rekan seprofesi – yang memiliki keahlian serupa – untuk terhubung dan cobalah mendapatkan endorsement dari mereka. Selain itu, jangan malu untuk menampilkan prestasi yang telah diraih, menulis secara mendetail tentang setiap deskripsi dan cakupan pekerjaan yang pernah atau sedang dijalankan. Jangan lupa juga untuk bergabung dengan grup-grup profesional dari dalam dan luar negeri yang seprofesi. Cara-cara inilah yang dapat dilakukan oleh profesional di Indonesia untuk lebih menonjol dibanding profesional dari negara lainnya di ASEAN.”

 

LinkedIn mengajak para profesional di seluruh dunia untuk berpikir ulang tentang istilah dan kata yang mereka gunakan dalam profil mereka, dalam rangka memusnahkan buzzwords, dan sebagai gantinya, meluangkan waktu untuk memperbarui kembali profil LinkedIn mereka. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan statistik untuk menunjukan hasil, mengunggah presentasi pekerjaan untuk memperlihatkan kreativitas, atau cukup dengan mengunggah foto pekerjaan untuk memeriahkan profil.

 

Selain saran-saran dari pimpinan perusahaan di atas, LinkedIn juga menambahkan beberapa tips untuk menyempurnakan profil pengguna LinkedIn:

 

  1. Tonjolkan diri Anda: Ringkasan profil Anda adalah yang pertama kali dibaca oleh orang lain. Anda harus tahu bagaimana menunjukan kemampuan “leadership” dengan “great track record” tanpa perlu menggunakan buzzwords tersebut. Tonjolkan diri Anda dengan menuliskan pengalaman dan berfokus pada bagaimana Anda memanfaatkan kepemimpinan tersebut dengan contoh yang spesifik. Anda juga bisa menunjukan hasil yang hebat tersebut dengan angka-angka statistik pendukung.
  2. Sebuah gambar bermakna ribuan kata: Daripada mengungkapkan bahwa Anda ‘creative’, mengapa tidak menunjukannya secara langsung dengan presentasi, desain kerja, dan proyek yang Anda banggakan? Anda harus ingat bahwa Anda hanya memiliki waktu lima sampai sepuluh detik untuk menampilkan kesan ‘creative’ tersebut.
  3. Berbagi sudut pandangan dan berita: Anda memiliki ‘extensive experience’ dan ‘great communication skills’? Ungkapkan dengan menerbitkan post di LinkedIn. Dengan begitu,  Anda telah berbagi pengetahuan dengan pengguna LinkedIn lainnya.
  4. Bertemu dengan rekan seprofesi: Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda ‘motivated’ untuk sukses di industri, bergabunglah dengan sebuah grup. Berbagi pemikiran dalam bentuk berita atau artikel yang menunjukkan pemahaman Anda dalam industri yang digeluti. Pengguna yang aktif di dalam grup akan mendapatkan 15x kunjungan profil lebih banyak ketimbang yang tidak bergabung dalam grup.
  5. Rekomendasikan teman: Jika Anda berpikir bahwa seseorang itu ‘exceptional’, mengapa tidak mengungkapkannya? Gunakan waktu untuk menuliskan rekomendasi yang bermanfaat yang disertakan dengan contoh spesifik.  Tak hanya menunjukkan bahwa Anda mengenal orang tersebut, kemungkinan besar Anda juga akan diberikan rekomendasi pula oleh orang tersebut. Rekomendasi jauh lebih bermakna ketimbang ratusan buzzwords.

 

Mari bergabung dalam perbincangan di LinkedIn, Twitter, dan Instagram dengan tagar #nobuzzwords.