Published On: Wed, Aug 29th, 2018

Inilah Masa Depan Kita, Banyak Muncul Start Up Kelas Internasional

Share This
Tags

Jakarta, Kominfo –  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memprediksi sebanyak USD 130 Miliar bisa dicapai dari transaksi ekonomi digital di Indonesia tahun 2030. Jika berhasil terealisasi, gross domestic product (GDP) Indonesia hingga 11 persen.

Menuju sasaran proyeksi itu, Rudiantara mengatakan, Kemenkominfo telah berproses bukan hanya sekadar regulator namun juga fasilitator dan akselarator mendorong perkembangan ekonomi digital.

“Kemenkominfo memberlakukan affirmative policy dengan melakukan relaksasi dan simplifikasi regulasi. Affirmative policy merupakan keberpihakan pemerintah yang dilakukan tanpa melihat pada aspek bisnis,” ujar Rudiantara pada acara diskusi BukaTalks bertema Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia yang diselenggarakan Bukalapak, di Plaza City View, Jakarta, Selasa (28/8/2018) malam.

Rudiantara menyebutkan, di kawasan ASEAN ada tujuh start up telah kategori unicorn. Sebanyak empat di antaranya berasal dari Indonesia yaitu BukaLapak, Tokopedia, Gojek dan Traveloka. “Inilah masa depan kita, menginginkan banyak start up unicorn asal Indonesia,” ucap Rudiantara.

Sebagai informasi, unicorn adalah gelar kepada perusahaan start up yang telah memiliki nilai valuasi minimal USD 1 Miliar. Pemerintah menargetkan memiliki lima start up unicorn asal Indonesia tahun 2019.

Selanjutnya Rudiantara mengungkapkan, pemerintah Indonesia berakselarasi terus berupaya mencari dan mengembangkan perusahaan start up di Tanah Air dapat menjadi unicorn sehingga ikut mendorong ekonomi digital.

“Kemenkominfo membuat Komite Next Indonesian Unicorn yang baru diselenggarakan di Bali untuk menemukan start up Unicorn Indonesia selanjutnya. Kita lakukan kurasi. Kita memang harus main di kelas Internasional,” ujar Rudiantara.

Sebagai dukungan peran fasilitator pengembangan ekonomi digital, Rudiantara menuturkan, Kemenkominfo terus membangun infrastruktur akses jaringan internet sebagai tulang punggung di daerah serta memberikan insentif kepada operator yang ingin membangun BTS.

Sejak dua tahun lalu, Kemenkominfo telah menggagas Gerakan 1000 Start Up Digital. Melalui gerakan tersebut diharapkan Indonesia dapat menjadi The Digital Energy of Asia.

Pemerintah Indonesia menginginkan pada tahun 2020 dapat muncul 1000 pelaku jasa start up yang ikut mendongkrak perekonomian nasional selaras dengan Nawacita.**