Published On: Mon, Nov 23rd, 2015

Inilah Proyek Infrastruktur Paling Top di Pasar Negara Berkembang

transJakarta, 23 November 2015- Proyek infrastruktur yang ambisius memberi efek mendalam terhadap pasar real estate di suatu negara. Seiring dengan peningkatan ekonomi secara keseluruhan dan ketersediaan lapangan kerja dalam sektor konstruksi, pembangunan berskala besar juga membantu
meningkatkan nilai properti di sekitarnya.

Portal properti global Lamudi  melirik enam proyek infrastruktur kunci yang sedang dibangun di pasar negara berkembang – dan berpengaruh terhadap real estate.

 

 

Jalan Tol Trans Sumatera
Lokasi: Indonesia
Biaya: 23 Milyar USD

Jalan tol sepanjang 2.700 km ini akan menghubungkan Lampung hingga Aceh, di Pulau Sumatera yang merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Departemen keuangan pemerintah di sini bahkan membuat aturan khusus yang mengizinkan pinjaman fleksibel untuk pembangunan infrastruktur ini. Aturan ini baru saja dibuat dan isinya memungkinkan perusahaan selain BUMN Hutama Karya untuk turut
membangun proyek berskala besar. Segmen sepanjang 2 kilometer sedang dalam proses pengerjaan saat ini dan pemerintah berharap trayek sepanjang 16 kilometer bisa dibuka tahun 2016.

 

Kota Ekonomi King Abdullah (KAEC)
Lokasi: Arab Saudi
Biaya: 100 milyar USD

Kota yang terletak di atas gurun tak bertuan ini, sekarang sedang dibangun sepenuhnya dari awal. Termasuk Pelabuhan King Abdullah dan Industrial Valley, yang akan menjadi rumah bagi lebih dari 80 perusahaan manufaktur lokal dan global serta perusahaan – perusahaan logistik. Proyek ini bertujuan untuk diversifikasi perekonomian Arab Saudi dari sektor minyak dan diperkirakan dapat mengatasi defisit perumahan. Tujuh residensial baru akan menampung lebih dari 2 juta warga setelah pembangunan selesai, kira –kira tahun 2035, dengan estimasi sekitar 50.000 orang akan pindah kesini
dalam 5 tahun ke depan.

 

Koridor Ekonomi Tiongkok – Pakistan
Lokasi: Dari Gwadar, Pakistan hingga Xinjiang, Tiongkok
Biaya: lebih dari 46 milyar USD

Proyek sepanjang 3.000 km ini akan menghubungkan Pelabuhan Gwadar di Pakistan sampai Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di Tiongkok. Jaringan jalan tol, kereta api dan proyek energi akan menghubungkan dua negara ini dalam hal mengangkut minyak dan gas, serta diharapkan akan menghasilkan milyaran keuntungan. Pemerintah Pakistan baru – baru ini mengumumkan bahwa proyek tersebut telah menjadikan Tiongkok sebagai investor asing paling top di negara Asia Selatan.
Clark Green City
Lokasi: Central Luzon, Filipina
Biaya: 200 milyar Peso Filipina (sekitar 4.25 milyar USD)

Disebut-sebut sebagai Kota Metropolis berikutnya di Filipina, proyek pembangunan di atas lahan 288 hektar ini akan menjadi kota pertama di Filipina yang memiliki teknologi terintegrasi. Pembangunan ini
menggabungkan perumahan, area komersial juga perkembangan teknologi dan informasi, disertai dengan penawaran area hijau dan gaya hidup berkelanjutan bagi para warga. Pembangunan ini akan mencakup sekitar 2.000 unit perumahan terjangkau bagi karyawan di kota. Menurut Presiden dan CEO
Bases Conversion and Development Authority (BCDA) Arnel Casanova, Clark Green City diatur untuk menjadi “Pusat Pembangunan Ekonomi di Filipina”.

 

Bogota Urban Renewal
Lokasi: Kolombia
Biaya: sekitar 50 milyar USD

Dimulai pada tahun 2007, Plan Centro memang dibuat untuk meningkatkan kondisi kehidupan di Ibukota Kolombia. Tujuannya adalah untuk mendorong warga Bogota untuk tinggal di pusat kota dengan peningkatan keamanan, perumahan yang lebih baik dan dorongan kegiatan komersial. Proyek – proyek seperti pembaharuan dan pembuatan jalur pedestrian Séptima antara Plaza de Bolívar dan Calle 26 telah rampung. Proyek kunci lain, termasuk proyek ambisius Estación Central on Calle 25 di Caracas, sebuah stasiun transit multi-modal diharapkan selesai dalam 10 tahun.

 

Centenary City Nigeria
Lokasi: Abuja, Nigeria
Biaya: 18 milyar USD

Proyek besar di atas lahan 1.300 hektar ini dibangun oleh Pemerintah Nigeria dan merupakan yang terbesar di Afrika. Disebut sebagai kota cerdas seperti Dubai dan Singapura, proyek Abuja Centenary City mencakup pusat bisnis, pusat keuangan, museum dan pusat kebudayaan, 13 hotel serta taman
bisnis dan teknologi. Proyek ini juga akan menjadi rumah bagi menara tertinggi di Afrika, yaitu Afrika Tower setinggi 308 meter. Bagi penduduk tersedia pula perumahan, lapangan golf 18- hole, fasilitas olahraga dan rekreasi, dan fasilitas umum lain. Dampak dari pembangunan ini terhadap pasar properti lokal telah diperhitungkan, sekitar 60% dari keuntungan pembangunan ini akan disisihkan untuk membantu mengatasi meningkatnya permintaan perumahan di Nigeria. Setelah selesai, Centenary City akan menjadi rumah bagi 137.850 penduduk. Selain itu, proyek ini diperkirakan akan memberi kontribusi sekitar 5% dalam proyek GDP Abuja.