Published On: Fri, Jun 10th, 2016

Inilah Proyek Strategis Nasional Yang Penandatanganannya Disaksikan Oleh Presiden Jokowi

Tandatangan-2

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian menyaksikan penandatanganan proyek strategis nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6) siang. (Foto: Dani K/Humas)

Jakarta,9 Juni 2016- Menko Perekonomian Darmin Nasution melaporkan, penandatanganan proyek strategis atau proyek prioritas nasional yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6) siang, adalah penandatangananfinancial closing,  dan ada 5 lagi penandatanganan Badan Pelaksana Proyek Kontraktor ( BPTK).

“Yang pertama adalah PLTU Jawa tengah yang berlokasi di Kabupaten Batang, yang kedua Jalan Tol Manado-Bitung, yang ketiga jalan tol Balikpapan- Samarinda, yang keempat jalan tol Pandaan-Malang, yang kelima jalan tol Serpong-Balaraja, yang keenam jalan tol Terbanggi Besar- Kayuagung, yang merupakan bagian dari penugasan PT  Hutama Karya untuk membangun jalan tol Trans Sumatera,” jelas Darmin.

Ia menegaskan, lima dari keenam proyek tersebut menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha, sementara satu proyek merupakan penugasan kepada BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung penyediaan infrastruktur yang melibatkan badan usaha swasta maupun badan usaha milik negara,” jelas Darmin.

Proyek PLTU Jawa Tengah atau yang dikenal dengan Sentral Java Power Plant, menurut Menko Perekonomian,  adalah proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha di sektor ketenagalistrikan pertama di Indonesia, dengan total invetasi sebesar 4,2 miliar dollar AS.
“Proyek ini memiliki nilai yang besar untuk Indonesia karena merupakan proyek  Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) listrik terbesar se Asia, dengan kapasitas 2×1.000 MW yang menggunakan teknolgi ultrasuper critical yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ungkap Darmin seraya menyebutkan proyek tersebut merupakan proyek KPBU kelistrikan pertama yang mencapai financial close.

Ia menyebutkan, penyelesaian pendanaan atau financial close untuk proyek PLTU Batang Sentral Jawa Power Plant yang diresmikan hari ini merupakan hasil kerjasama yang erat antara pemerintah dan badan usaha, baik dari Indonesia dan Jepang dengan dukungan perbankan, dimana Japan Bank for International Cooperation (JBIC) merupakan pemberi pinjaman terbesar untuk proyek ini, yaitu sebesar 2,05 miliar dollar AS.

Dengan telah tercapaianya financial closing itu, menurut Menko Perekonomian,  pembangun proyek dapat segera dimulai dengan target operasional pada tahun 2019.

Selain penyelesaian pendanaan untuk proyek PLTU Jawa Tengah, menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, juga dilakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol beserta perjanjian pendukungnya atas 5 jalan tol baru, yaitu Manado-Bitung 39 Km, Balikpapan-Samarinda 99Km, Pandaan-Malang 37 KM, Serpong-Balaraja 30 Km, dan Terbanggi Besar-Kayu Agung yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera sepanjang 185 KM.

Menurut Darmin, ruas-ruas jalan tol yang membentang sepanjang 390 KM di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi memiliki total nilai investasi sebesar Rp 48,8 triliun, dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing, memperluas lapangan kerja, dan mendorong  pembangunan wilayah sekitar ekonomi demi kesejahteraan rakyat.

Menko Perekonomian menegaskan, pencapaian dari usaha ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah pusat dan daerah dapat menyelesaikan persoalan yang muncul dalam pembangunan infrastruktur, dengan mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 2 tahun 2012, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 tahun 2015, dan Perpres Nomor 75 tahun 2014. (FID/DNK/ES)

 

Setkab