Published On: Wed, Jul 19th, 2017

Investasi Tiongkok di Properti Australia Membukukan Rekor Baru, Mencapai Rp 240 Triliun Setahun Terakhir

Share This
Tags

Jakarta, 18 Juli 2017 – Crown Group, Perusahaan pengembang properti pemenang penghargaan yang berbasis Sydney, hari ini mengumumkan informasi terbaru mengenai hasil pengamatan para analis tentang investasi asing di pasar properti Australia.

Investor asal Tiongkok menghabiskan sekitar Rp. 240 triliun untuk properti di Australia pada tahun lalu. Angka tersebut, yang disatukan oleh situs daftar properti asal Tiongkok, Juwai.com, yang menggunakan data dari Dewan Foreign Investment Review Board (FIRB) Australia, naik sekitar 30% dari tahun keuangan sebelumnya, yang mencapai Rp. 184 Triliun atau naik Rp. 60 Triliun dari 2015.

Sue Jong, Chief of Operations untuk Juwai.com, mengatakan bahwa investasi Tiongkok untuk properti asing di seluruh dunia diperkirakan akan melampaui Rp. 1000 Triliun pada akhir tahun ini.

Australia adalah pasar luar negeri kedua yang paling diminati oleh investor properti asal Tiongkok, di belakang Amerika Serikat, dan di atas Hong Kong, Kanada dan Inggris. Pengeluaran mereka untuk properti Australia sekarang hampir Rp. 5 triliun per minggu, menurut laporan Juwai.com

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito, juga berkomentar tentang investasi asing di properti Australia.

“Melihat kapasitas ekonomi Tiongkok saat ini, tidak lah mengherankan jika mereka merupakan  investasi asing terbesar untuk properti residensial di Australia”

“Bahkan untuk proyek-proyek kami, investor asing asal Tiongkok tetap kuat di posisi pertama, disusul oleh Indonesia di tempat kedua, kemudian diikuti oleh Negara-negara lainnya”

“Dari sisi kami, investasi asing asal Indonesia telah berkontribusi hingga Rp. 1,5 triliun yang didapat dari peluncuran proyek kami sebelumnya selama 3 tahun terakhir”

“Jumlah itu sendiri berasal dari gabungan nilai transaksi yang dihasilkan oleh 4 proyek kami yang telah diluncurkan, yaitu Arc by Crown Group, Oasis, Infinity dan Waterfall by Crown Group.”

Sementara itu, menurut penelitian baru berdasarkan data yang diperoleh atas permintaan kebebasan informasi oleh Hasan Tevfik dan Peter Liu, yang merupakan peneliti di Credit Suisse, orang asing membeli properti di Australia dengan tingkat rata-rata tahunan sebesar Rp. 80 triliun, atau setara dengan 25% pasokan hunian baru di New South Wales dan 16% di Victoria dalam 12 bulan terakhir.

Data yang dikumpulkan dari Credit Suisse pada bulan Maret juga menunjukkan bahwa ada lebih dari 1.500 properti yang dibeli oleh orang asing antara bulan Oktober 2016 dan Januari 2017, dimana 80% pembeli tersebut adalah pembeli asal Tiongkok.

Para pembeli asal Tiongkok telah menyumbang hampir 80% permintaan luar negeri di NSW. Sementara kelompok pembeli terbesar kedua, yaitu Indonesia, hanya menyumbang  sebesar 1,7% dari total permintaan luar negeri.

Peringkat pembeli asal Indonesia di di Negara bagian New South Wales ini melebihi pencapaian dari para pembeli asal Amerika Serikat dan Selandia Baru yang menempati urutan ketiga dan keempat.

Menurut data terbaru dari CoreLogic, harga tempat tinggal rata-rata di Sydney meningkat sebesar 18,9% dalam 12 bulan sampai dengan pertengahan Maret, dan 14,7% di Melbourne. Dari Januari 2009, harga hunian di Sydney telah melonjak sebesar 106%. Pertumbuhan harga Melbourne juga menguat, atau meningkat sebesar 89% dalam periode yang sama.

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Tevfik dan Liu, di New South Wales ada 1,503 properti berhasil dijual yang melibatkan pembeli asing dari Oktober 2016 sampai Januari 2017 dan nilainya mencapai Rp. 16,3 triliun.

“Pembeli asal Tiongkok menyerap sejumlah 1,211 hunian atau sebesar 80% dan menyumbang 77% dari total nilai transaksi pembelian yang tercipta.”

Catatan mereka juga mengungkapkan bahwa di New South Wales ada sekitar Rp. 2,25 triliun nilai transaksi oleh pembeli asing pada bulan Oktober 2016 dan ini naik menjadi lebih dari Rp. 4,5 triliun pada bulan November dan Desember. Di Victoria nilai transaksi pada bulan Desember lebih tinggi 50% dibanding bulan November.

“Apa yang membuat Australia, terutama pasar properti di Sydney menjadi sangat menarik di Asia, karena kami memiliki keseimbangan yang baik sekali dengan kombinasi sempurna antara investasi luar negeri dan investasi lokal, dimana komposisi pembeli domestik masih menjadi yang terbesar” kata Iwan Sunito.

“Jangan dilupakan, fakta juga menunjukan bahwa daya beli dalam negeri juga tetap kuat. Itulah elemen kunci yang membuat pasar tetap kokoh dan sustainable,” tutup Iwan.

 

 

END

 

Tentang Crown Group

Crown Group Holdings (Crown Group) adalah perusahaan properti terkemuka Australia yang mengkhususkan diri dalam pengembangan properti, investasi properti dan hotel.

Perusahaan ini adalah didirikan oleh seorang arsitek bernama Iwan Sunito dan seorang insinyur, Paul Sathio pada tahun 1996.

 

Iwan Sunito lulus dengan gelar Bachelor of Architecture (Hons) dan Master of Construction of Management dari University of NSW. Pada tahun 1993 Iwan menjadi seorang Arsitek Yang Resmi Terdaftar di NSW dan dianugerahi penghargaan UNSW Eric Daniels for excellence in residential design.

Dalam beberapa tahun terakhir Iwan Sunito telah menerima sejumlah penghargaan termasuk 2013 Leadership Award dari Majalah Property & Bank, penghargaan Entrepreneur Award dari Kongres Diaspora Indonesia 2013 dan menjadi salah satu pemenang di 2013 Ernst & Young Entrepreneur of the Year Awards. Iwan Sunito juga dinobatkan sebagai 2015 Property Person of The Year oleh Urban Taskforce Australia.
Paul Sathio lulus dengan gelar Sarjana Teknik Sipil dari University of Technology Sydney (UTS) dan Master of Science Engineering dari University of NSW. Paul Sathio memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri konstruksi dan pembangunan.

 

 

Proyek Yang Sudah dan Sedang Dikerjakan

Sejak perusahaan ini didirikan 21 tahun yang lalu, Crown Group telah berhasil menyelesaikan pembangunan utama di lokasi terbaik Sydney termasuk Bondi, Bondi Junction, Parramatta, Ashfield, Epping, Homebush, Newington, Pennant Hills dan Rhodes dan terakhir Viking by Crown, sebuah hunian vertikal 10- lantai di Waterloo.

Saat ini, Crown Group memiliki memiliki portofolio yang luar biasa dalam lini usahanya dan sedang membangun lima proyek besar; Infinity by Crown Group di kawasan Green Square, V by Crown Group sebuah menara hunian 29 lantai di Parramatta, Skye by Crown sebuah hunian vertikal 20 lantai yang ikonik di North Sydney, Oasis By Crown Group, di kawasan barat Sydney yang sedang berkembang dan Arc by Crown Group di jantung CBD kota Sydney.

 

Penghargaan

Crown Group baru-baru ini dianugerahi  penghargaan Urban Development Institute of Australia (UDIA) NSW President’s Award – yang merupakan salah satu penghargaan pengembangan properti yang tertinggi di Australia – atas tujuh menara Top Ryde City Living yang bergaya resor.

Top Ryde City Living juga dianugerahi Best High-Density Development in Australia pada saat acara penghargaan UDIA Awards for excellence 2014 dan penghargaan Master Builders Association Excellence in Housing 2013. Pembangunan Sanctum by Crown yang inovatif dianugerahi Master Builders Association Excellence in Housing award 2012 dan ICON yang sangat-sukses di Homebush dianugerahi HIA (Asosiasi Industri Perumahan) CSR Housing Awards 2007 Apartment Project of the Year.

 

Peluncuran Yang Akan Datang

Crown Group akan meluncurkan sebuah proyek yang ikonik di Waterloo, Waterfall by Crown Group pada tahun 2017. Skye Hotel Suites pertama juga akan dibuka tahun 2017