Published On: Mon, Aug 29th, 2016

Jobplanet Ungkap Tingkat Kepuasan Pekerja TI di Indonesia Terhadap “Work-Life Balance” Mereka

jobplanetJakarta, 29 Agustus 2016 – Pesatnya perkembangan teknologi membuat industri Teknologi Informasi (TI) dipandang sebagai industri yang menjanjikan. Tingginya kebutuhan perusahaan akan teknologi sebagai penunjang bisnis juga membuat para pekerja di bidang TI menjadi buruan. Meski begitu, dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut para pekerja TI untuk selalu siap menghadapi perubahan dan siaga setiap saat.

 

Jobplanet (Jobplanet.com), platform komunitas online untuk berbagi informasi seputar dunia kerja dan perusahaan, melakukan riset untuk mencari tahu seperti apa tingkat work-life balance atau keseimbangan antara hidup dan pekerjaan para pekerja TI di Indonesia. Dalam riset tersebut, Jobplanet menganalisis informasi dari 6.900 responden karyawan TI dari seluruh Indonesia, yang terkumpul melalui Jobplanet.com sejak Agustus 2015 – Juli 2016. Mereka tersebar dan berasal dari sepuluh jenis industri yang berbeda.

 

Dari analisisnya, Jobplanet menemukan bahwa rata-rata tingkat kepuasan karyawan TI di Indonesia terhadap work-life balance mereka adalah sebesar 3,22 dari angka tertinggi 5,0 yang mewakili penilaian “sangat puas”.

 

Profesi TI dengan tingkat kepuasan work-life balance di atas rata-rata

Meski tingkat kepuasan para pekerja TI terhadap work-life balance mereka tidak bisa dikatakan tinggi, namun berdasarkan analisis Jobplanet, ada beberapa profesi yang memiliki tingkat work-life balance di atas rata-rata. Beberapa profesi tersebut adalah sebagai berikut:

 

Pekerjaan Tingkat work-life balance
UI/UX Developer 3,61
Video Engineer 3,47
Software Architect 3,40
Enterprise Resources Planning (ERP) Consultant 3,39
Game Developer 3,37
IT Planner 3,30
Computer Engineer 3,30
Application Developer 3,28
Information System Engineer 3,28
IT Quality Assurance 3,27
Web Developer 3,26
IT Network/Security 3,23

 

Jobplanet juga menemukan beberapa profesi TI dengan tingkat kepuasan terhadap work-life balance di bawah rata-rata. Beberapa profesi tersebut di antaranya, Project Manager, Data Analyst, dan IT Designer. Ketiganya memiliki tingkat work-life balance sebesar 3,20.

 

“Profesi-profesi di bidang TI berhubungan dengan peranti lunak (software), perangkat keras (hardware), operasional sistem informasi, serta infrastruktur dan jaringan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh para pekerja TI, mulai dari maintenance atau pemeliharaan sistem, pengembangan produk, hingga troubleshooting. Jadi, bisa dikatakan bahwa pekerja TI adalah pekerja yang sibuk dan dituntut untuk selalu siaga,” ungkap Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia.

 

“Tingkat work-life balance juga berhubungan dengan kemampuan seseorang—dalam hal ini pekerja TI—dalam menghadapi kesibukan dan tekanan pekerjaan tanpa mengabaikan berbagai aspek kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak pekerja TI yang merasa kurang puas dalam hal work-life balance,” pungkas Kemas.