Published On: Mon, Oct 10th, 2016

Kekuatan Digital Branding dan Dampaknya Terhadap Millennial dan Dunia Kerja Masa Depan di Indonesia

Millennial diprediksi akan menguasai angkatan kerja di dunia pada tahun 2020 mendatang[1]. Fenomena ini bahkan sangat terlihat pada beberapa negara berkembang, khususnya yang terletak di Asia Tenggara seperti Indonesia salah satunya. Negara-negara ini memiliki ciri khas yang sama: mayoritas populasi didominasi oleh para kaum muda, kaum muda ini sebagian besar merupakan digital native, dan mereka diprediksi akan menguasai angkatan kerja dalam beberapa tahun mendatang.

 

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana dampak dari para millennial ini pada keseluruhan lanskap dunia kerja, khususnya di Indonesia?

 

Pertanyaan tersebut sempat dibahas di dalam sebuah diskusi panel bertajuk “The Future Workforce in Indonesia” yang diprakarsai oleh LinkedIn beberapa waktu lalu di Jakarta. Hadir sebagai pembicara adalah adalah Pambudi Sunarsihanto, Ketua Umum PMSM Indonesia (salah satu asosiasi HR terbesar di Indonesia) dan Mohamad Ario Adimas, Division Head of Integrated Marketing Communication, Indosat Ooredoo – yang merupakan seorang millennial.

 

Diskusi panel ini mengungkap bahwa melimpahnya bakat yang terus bermunculan di Indonesia serta adopsi media online telah mengubah permainan. Kini, perekrut tak lagi dapat hanya berpangku tangan menunggu kandidat terbaik untuk datang. Perekrut dituntut untuk menggunakan sistem jemput bola dan secara langsung menghampiri para talenta terbaik melalui kanal networking online. Karenanya, membangun pencitraan secara digital/digital branding yang kuat kini menjadi penting peranannya untuk para profesional dalam meraih karier idaman.

 

Sebagai salah satu millennial, Ario Adimas menyuarakan hal serupa. Menurutnya, para millennial, khususnya di Indonesia, kini tak lagi menggunakan platform media sosial hanya untuk berinteraksi dengan teman saja. Namun, mereka juga memanfaatkannya untuk riset, mempelajari, dan membangun profil serta digital branding mereka.

Studi LinkedIn Talent Trends juga menemukan fakta menarik bahwa millennial lebih aktif dan berhasrat untuk menemukan kesempatan kerja baru jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (generasi X dan baby boomers). Lebih lanjut, para millennial juga lebih besar kemungkinannya untuk melakukan wawancara kerja di beberapa tempat sekaligus. Studi ini juga menemukan bahwa 88% para millennial lebih tertarik dengan perusahaan kecil. Menariknya, satu per tiga dari mereka memanfaatkan platform media sosial untuk menemukan tambatan karier idamannya.

 

Di sisi lain, upaya branding secara digital yang dilakukan oleh perusahaan perekrut tidaklah beresonansi dengan para millennial. Kecil kemungkinannya bagi para millennial untuk mengetahui tentang seluk-beluk sebuah perusahaan sebelum mencoba peruntungan karier di sana. Mereka bahkan mengatakan bahwa penghambat terbesar dalam berpindah perusahaan adalah tidak memiliki informasi yang cukup tentang perusahaan yang ingin dituju,

 

Dari paparan tersebut, bisa disimpulkan bahwa branding secara digital memiliki dampak yang sangat besar untuk para millennial sebagai kandidat, khususnya di dunia digital seperti saat ini. Terlebih bagi perusahaan. Para millennial yang sangat terhubung dengan jaringan mereka kini memanfaatkan platform online untuk lebih menonjol dan terhubung dengan kesempatan karier yang lebih luas lagi, baik untuk bisnis dan / atau pekerjaan. Sementara pencitraan perekrut kini menjadi faktor pembeda bagi millennial, khususnya dengan usaha mereka untuk mengembangkan bisnis baik sebagai entrepreneur pemula atau lanjutan, sebagai seorang profesional muda.

 

Untuk membangun personal digital branding melalui LinkedIn, ada beberapa langkah dasar yang sebaiknya dilakukan. Pada intinya, mulailah berbagi cerita Anda, kemudian kembangkan keahlian yang dimiliki serta koneksi Anda. Berikut adalah 5 tips sederhana dalam membangun personal digital branding Anda melalui LinkedIn:

  • Optimalkanlah profil LinkedIn Anda.
  • Utarakanlah ide, gagasan, cerita ataupun pendapat Anda melalui LinkedIn.
  • Buat akun LinkedIn SlideShare, dan mulailah menggali berbagai informasi yang terdapat di dalamnya.
  • Jalin koneksi yang bermakna.
  • Buat home feed LinkedIn Anda menjadi lebih personal dan menarik dengan mengikuti orang-orang dapat membawa berpengaruh pada Anda

 

###

D Size 427x225 03Tentang Penulis

Frank Koo

Head of Southeast Asia, Talent Solutions, LinkedIn

Di LinkedIn, Frank Koo menjabat sebagai Head of Southeast Asia, Talent Solutions. Frank bertugas memimpin divisi bisnis di dalam perusahaan yang berfungsi untuk mengoptimalkan strategi akuisisi serta retensi talenta, melalui pemanfaatan teknologi dan berbagai praktik terbaik di LinkedIn.

 

[1] LinkedIn Talent Trends Report 2015