Published On: Fri, Jul 15th, 2016

Kemenkes Data Ulang Penerima Vaksin Palsu, dan Beri Vaksinasi Ulang

InfografisJakarta, 14 Juli 2016–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan pendataan ulang pasien yang telah menerima vaksin palsu, dan akan memberikan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang terdata mendapat vaksin palsu.  Demikian siaran pers yang disampaikan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, di Jakarta, Kamis (14/7) siang.

Dalam siaran pers itu disebutkan, dalam rapat Satuan Tugas Penanggulangan Vaksin Palsu yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, di kantor Kemenkes, Jakarta, siang ini, telah diperoleh informasi dari penelusuran Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) telah melakukan penelusuran di seluruh wilayah, terdapat  37 fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di 9 Provinsi yang mendapatkan vaksin dari sumber yang tidak resmi dengan jumlah sampel sebanyak 39 jenis.

“Badan POM sudah menguji sampel vaksin tersebut dan hasil menunjukkan dari 39 sampel ditemukan 4 sampel yang isinya tidak sesuai atau palsu, dan 1 sampel diduga palsu karena label tidak sesuai,” bunyi siaran pers itu.

Selain itu, Badan POM juga melakukan uji terhadap barang sitaan Bareskrim Polri.  Dari pemeriksaan terhadap 15 produk, menurut Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, terdapat 5 produk yang terbukti kandungannya palsu, 1 produk vaksin yang kadarnya tidak sesuai, dan 1 produk yang labelnya tidak sesuai.

Berdasarkan hasil penyidikan dari Bareskrim dan Badan POM itulah, Kemenkes melakukan pendataan ulang pasien yang menerima vaksin palsu.

“Kemenkes akan memberikan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang terdata mendapat vaksin palsu. Vaksinasi ulang akan dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas Jakarta Timur pada pekan depan karena datanya telah tersedia,” pungkas siaran pers itu. (RMI/Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes/ES)

 

sumber: Setkab