Published On: Thu, Oct 19th, 2017

Kerja Bersama 3 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla: 4G dan Tol Informasi menuju Indonesia Sentris

Share This
Tags

Jakarta – Setelah membangun fondasi di tahun pertama dan mempercepat pembangunan di tahun kedua, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengupayakan pembangunan fisik dan non-fisik yang merata di tahun ketiga pemerintahan mereka. Untuk menjalankan pemerataan, alokasi anggaran yang tepat (dengan mengalihkan subsidi untuk membiayai pembangunan sektor-sektor produktif) telah dijalankan sebelum mempercepat pembangunan ekonomi sebelum pemerintah membangun dari pinggiran dan mewujudkan revolusi mental.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mewujudkan visi Presiden dan Wakil Presiden dengan membangun tol informasi. Hal ini dicapai dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan pemerataan layanan. “Saat ini kita sedang membangun Indonesia Sentris. Semua dimulai dari IT, khususnya 4G. Jika akhir tahun 2015 4G baru diluncurkan, saat ini kita mempercepat penguatan jaringan 4G yang menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Konferensi Pers Capaian 3 Tahun Presiden Jokowi-JK, Selasa (17/10) di Kantor Staf Presiden.

Pembangunan infrastruktur TIK yang sudah dan akan terlaksana sedikit banyaknya memberikan kontribusi terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat ekonomi nasional Semester I tahun 2017 tumbuh sebesar 5,01% dengan inflasi yang cukup stabil di 3,72% per bulan Agustus. Kemkominfo optimis penataan ulang (refarming) frekuensi 4G yang dimulai pada tahun 2015 ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena Rudiantara menargetkan seluruh Ibukota Kabupaten/Kota di Indonesia terhubung dengan jaringan broadband pada tahun 2019.

Diresmikan Presiden Joko Widodo pada bulan Desember 2015, jumlah BTS (base transceiver station) alias eNodeB mencapai 25.997 di tahun 2016. Infrastruktur ini melayani masyarakat di 58 kabupaten/kota.Di penghujung tahun, masyarakat dari delapan desa di Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menutup tahun dan menyambut tahun baru dengan layanan internet 4G yang diresmikan Rudiantara pada 28 Desember 2016.

Pembangunan infrastruktur penyedia layanan 4G terus ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Perluasan layanan 4G sampai bulan Juli 2017 terbilang cukup fantastis, dengan terbangunnya 55.701 BTS berkomponen eNodeB di 297 kabupaten/kota. Tepat pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, Rudiantara meresmikan 17 BTS 3T berfitur 4G di Desa Tude, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Bulan ini Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan PT Telekomunikasi Selular sebagai pihak penyedia penambahan kapasitas frekuensi 2.1 GHz dan 2.3 GHz untuk menambah kapasitas bagi pelanggan 4G di kota-kota besar atas Seleksi yang dimulai pada akhir September. Namun, Rudiantara tidak cepat berpuas diri. Ia juga menargetkan pemerataan layanan internet 4G di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“BTS yang kami bangun juga akan memperkuat jaringan komunikasi di pos lintas batas. Kalau Menhub membangun bandara-bandara baru di sejumlah wilayah, jaringan telekomunikasi dan internet yang kuat juga harus dibangun di wilayah tersebut”, tegas Rudiantara.

Saat ini kawasan perbatasan tidak lagi hanya berfungsi untuk mengawasi arus keluar-masuk orang dan barang, namun juga lokasi pariwisata dan penggerak ekonomi. Baru-baru ini Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mencatat ke-7 PLBN yang tersebar di perbatasan Indonesia-Malaysia, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat telah beroperasi.

BIRO HUMAS
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA