Published On: Thu, Mar 10th, 2016

Kesehatan Ginjal & Anak: Hidup Sehat Sejak Sekarang

(Ki-Ka) Moderator; Ketua PERNEFRI, dr. Dharmeizar, SpPD-KGH; Dokter Ahli Ginjal Anak FKUI/ RSCM, DR. dr. Sudung O Pardede Sp.A(K); dan Health Marketing Manager Danone AQUA, dr. Aninda Perdana B MedSc sedang berbincang dalam acara konferensi pers untuk memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2016 yang jatuh pada hari ini, Kamis, 10 Maret 2016 yang mengangkat tema “Kesehatan Ginjal & Anak: Hidup Sehat Sejak Sekarang”. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott ini membahas mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini terutama bagi anak-anak.

Menurut 7th Annual Report of Indonesian Renal Registry 2014, sekitar 56% penderita penyakit ginjal kronik adalah usia produktif di bawah 55 tahun

 

Jakarta, 10 Maret 2016 – Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dalam rangka Peringatan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day/WKD) yang tahun ini diperingati pada hari Kamis, 10 Maret 2016, mengajak seluruh lapisan masyarakat, para orang tua, petugas kesehatan, pemerintah, dan para pembuat kebijakan untuk sekali lagi menyatukan langkah guna meningkatkan kesadaran dan mengatasi penyakit ginjal pada anak. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai risiko penyakit ginjal sebagai akibat dari gaya hidup saat usia muda untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih sehat.

 

WKD tahun ini secara global mengangkat tema Kidney Disease & Children: Act Early to Prevent It. Di Indonesia, PERNEFRI menerjemahkan tema global ini menjadi Kesehatan Ginjal & Anak : Hidup Sehat Sejak Sekarang, sesuai dengan kondisi lokal yang dihadapi anak Indonesia. Kecenderungan semakin mudanya usia penderita penyakit ginjal saat ini yang disebabkan masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya membiasakan pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit ginjal pada anak, mendorong International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mengangkat tema tersebut. Di Indonesia, peringatan WKD 2016 diselenggarakan oleh PERNEFRI dengan melakukan beberapa kegiatan seperti simposium awam, simposium dokter,  dan beberapa kegiatan lainnya.

 

Ketua Pernefri, dr. Dharmeizar, SpPD-KGH, dalam konferensi Pers peringatan Hari Ginjal Sedunia 2016 mengatakan, “Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia hampir sama dengan negara-negara ASEAN. Namun oleh karena jumlah penduduk di Indonesia 250 juta orang, maka jumlah pasien dengan PGK menjadi besar. Beberapa kondisi dihubungkan sebagai penyebab dari PGK, yang terpenting ialah darah tinggi dan diabetes mellitus (DM). Sehingga sangat penting untuk mengobati dan kontrol secara teratur bila seorang pasien mempunyai tekanan darah tinggi dan/atau DM. Dengan mengontrol kedua keadaan itu maka PGK dapat dicegah atau dikurangi.” Lebih lanjut dr. Dharmeizar, SpPD-KGH mengatakan, “Para orang tua juga harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai deteksi dini penyakit ginjal dan membiasakan anak-anak mereka untuk melakukan berbagai aktivitas fisik sehingga kesehatan anak-anak tetap terjaga dengan baik.”

 

Menurut data dari UNICEF yaitu World Children Report tahun 2012, Indonesia menempati urutan pertama se-ASEAN dengan angka persentase anak yang mengidap obesitas yaitu 12,2%. Bila dibandingkan dengan Malaysia, angka tersebut dua kali dari persentase anak yang mengidap obesitas di Malaysia, yaitu 6,0%. Angka tersebut tentunya bukanlah angka yang menggembirakan karena dengan tingginya tingkat obesitas pada anak- anak dan remaja, berarti secara tidak langsung akan meningkatkan angka potensi pengidap penyakit ginjal pada masa yang akan datang.

 

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dokter Ahli Ginjal Anak FKUI/ RSCM, DR. dr. Sudung O Pardede Sp.A(K) mengatakan, “Banyak sekali orang tua yang salah kaprah dengan kondisi kesehatan anak mereka. Mereka menilai sehat atau tidaknya anak tergantung dari gemuk atau tidaknya badan anak tersebut. Mereka beranggapan bahwa anak dengan badan yang gemuk menandakan bahwa anak tersebut sehat. Kelebihan berat badan anak yang tidak terkontrol dapat menyebabkan obesitas dan saat mereka dewasa hal ini akan meningkatkan potensi mengidap berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal.”

 

Salah satu partner PERNEFRI yang secara aktif mendukung penyelenggaraan WKD di Indonesia adalah Danone AQUA. Dalam acara peringatan WKD 2016 di Indonesia, Danone AQUA diwakili oleh Health Marketing Manager Danone AQUA, dr. Aninda Perdana B MedSc mengungkapkan bahwa, “WKD 2016 ini merupakan kali ketujuh Danone AQUA mendukung peringatan WKD di Indonesia. Kami berkomitmen untuk selalu berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hidrasi tubuh bagi kesehatan secara umum dan kesehatan ginjal secara khusus. Salah satu aksi nyata yang kami lakukan adalah mengajak lebih dari 12.000 karyawan AQUA di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi langsung ke lingkungan sekitar dalam mensosialisasikan mengenai kesehatan ginjal”

 

“Dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat di internal Danone Indonesia, kami juga menciptakan program SMART (Seribu Hari Pertama Kehidupan, Makan dan Minum Sehat, Aktivitas Fisik, Resik, Tidak Merokok). Gaya hidup SMART, yang dicanangkan oleh Danone Indonesia, merupakan salah satu solusi untuk mencegah sejak dini faktor risiko penyakit ginjal, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Gaya hidup SMART yaitu menerapkan pola nutrisi yang cukup dan seimbang terutama pada seribu hari pertama kehidupan, perencanaan makan dan minum yang teratur, lebih banyak melakukan aktivitas fisik, manajemen resik yang baik dan tidak merokok.” Tambah dr. Aninda.

 

Kegiatan lain yang Danone AQUA lakukan sesuai dengan tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini adalah kolaborasi dengan AIESEC Indonesia untuk menyampaikan pesan akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat sejak sekarang dalam bentuk berbagai aktivasi kepada anak di sekolah dan juga komunitas lainnya.