Published On: Tue, Jan 19th, 2016

Komitmen Bosch Membangun Kepedulian Generasi Muda Terhadap  Pelestarian Lingkungan Hidup

tt_heating_startpage_keyvisual_w982Surabaya, 19 Januari 2016 – Bosch, perusahaan global penyedia teknologi terkemuka, mendukung gelaran Global Youth Summit (GYS) Winter 2016, yang diadakan sejak 13 hingga 16 Januari 2016, bertempat di Surabaya, Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Hemispheres (Hemispheres Foundation) dan berhasil menarik minat lebih dari 250 peserta dari beragam negara di kawasan Asia Tenggara. Gelaran ini menggabungkan unsur hiburan dengan aktifitas pendidikan guna mendiskusikan serta memprakarsai beragam ide di bidang pelestarian lingkungan hidup. Inisiatif yang digagas lewat GYS sejalan dengan komitmen global berkelanjutan Bosch dalam memelihara kelestarian lingkungan hidup serta iklim.

Di tahun 2013, Bosch mempublikasikan laporan berkelanjutan yang berisi paparan mengenai beragam tantangan di bidang lingkungan dan energi, yang ditengarai akan terjadi dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan tersebut, diperkirakan permintaan energi global akan terus meningkat tiga kali lipat selama kurun waktu antara 2011 sampai dengan 2035. Sedangkan di sisi lain, populasi global diperkirakan memproduksi 3,5 ton limbah perharinya. Untuk itu, sejak tahun 2013, Bosch telah menerapkan berbagai macam langkah tepat guna menjaga aspek keberlanjutan. Hanya saja Bosch menyadari bahwa upaya mengatasi tantangan tersebut tidak bisa diatasi sendiri, dibutuhkan sinergi erat dan komitmen kokoh diantara pembuat keputusan, dunia usaha serta masyarakat.

GYS Winter 2016: Efisiensi energi dan pengolahan limbah
Tema ini mengajak generasi muda, berumur dari 11 sampai 21 tahun dari negara-negara di kawasan ASEAN, untuk memahami sekaligus juga peduli terhadap beragam persoalan lingkungan hidup di sekitar kawasan. Generasi muda diajak untuk mengambil aksi nyata pelestarian lingkungan hidup dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan, melalui efisiensi energi dan pengelolaan limbah. Tema tersebut terpilih sebagai tanggapan terhadap tumbuhnya beragam persoalan lingkungan, dalam ruang lingkup regional maupun global.

Pengelolaan limbah merupakan persoalan yang dihadapi oleh banyak kota, terutama pada kota-kota di negara berkembang. Penambahan jumlah penduduk kota yang pesat turut berkontribusi terhadap peningkatan volume limbah rumah tangga. Hal ini juga dialami oleh Surabaya, kota yang berhasil memenangkan tiga penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) tahun 2014, yang diselenggarakan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai Kota Terbaik Pengelolaan Tata Ruang sub bidang RTH (ruang terbuka hijau), Kota Terbaik Pengelolaan Sanitasi sub bidang Pengolahan Limbah, serta juga sebagai Kota Terbaik Pengelolaan Sanitasi di bidang Pengolahan Drainase.

Selain pengolahan limbah, isu lainnya yang tak kalah pentingnya untuk didiskusikan adalah efisiensi energi, mengingat keberadaanya dianggap sebagai persoalan serius kedepannya, bukan saja oleh Indonesia namun juga negara lainnya di dunia. Permintaan terhadap energi akan terus mengalami kenaikan, sementara pasokan sumber daya energi semakin langka. Sedangkan di sisi lain, produksi energi alternatif masih jarang mengingat masih tingginya biaya produksi.

Kesadaran generasi muda terhadap persoalan tersebut lantas menjadi hal yang sangat penting. Menyadari tema yang diangkat, Managing Director Bosch di Indonesia, Dr. Ralf von Baer, mengatakan, “Di Bosch kami berkomitmen penuh untuk mengambil aksi nyata dalam upaya perlindungan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam, namun kami sadar bahwa upaya tersebut harus dijalankan bersama-sama. Untuk itu, prakarsa seperti Global Youth Summit ini menjadi langkah penting dalam mendidik serta memberikan pemahaman kepada pemimpin masa depan akan perlunya membangun kepedulian lingkungan sejak dini. Bukan itu saja, upaya ini juga krusial dalam menanamkan kesadaran untuk secara aktif berpartisipasi dan mengambil tanggung jawab bersama dalam mengatasi tantangan yang ada”.

Komitmen Bosch terhadap keberlanjutan diwujudkan dalam proses pembuatan peralatan dan perlengkapan rumah tangga milik Bosch. Seluruh proses produksi dirancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan kemampuan maksimal setiap sumber daya yang terlibat didalamnya (ergonomis). Hal tersebut dapat terlihat dari proses pra-produksi hingga paska produksi, dimana bahkan pengemasan mengunakan bahan hasil daur ulang. Selain itu, sekitar 40% dari aplikasi paten yang dimiliki Bosch berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup dan menggunakan sumber daya dengan seksama.

Sebagian besar produk Bosch juga memiliki kemampuan membuat perhitungan presisi. Hasilnya, pemakaian produk oleh pengguna menghasilkan proses yang dapat memanfaatkan penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan ekonomis. Bosch berkomitmen penuh untuk terus bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkelanjutan.