Published On: Thu, Oct 27th, 2016

Komitmen Indosat Ooredoo Dukung Pahlawan Devisa Indonesia

PurnaTKISukabumi, 26 Oktober 2016 – Indosat Ooredoo terus memberikan kontribusi nyata untuk menghadirkan manfaat dunia digital bagi semua. Salah satunya dengan membantu para pahlawan devisa tanah air, yaitu purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah Sukabumi. Para perempuan purna TKI didukung untuk bisa ‘melek’ digital lewat sebuah program edukasi literasi digital yang dikembangkan dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Program edukasi digital bagi para perempuan purna TKI di Sukabumi ini selaras dengan komitmen Indosat Ooredoo dalam mendukung global commitment yang dicanangkan pada Global System for Mobile Communications Association (GSMA) conference di awal tahun ini, dimana Indosat Ooredoo berkomitmen untuk mendorong lebih banyak perempuan di Indonesia untuk memperoleh akses internet dan peluang untuk memanfaatkan layanan mobile money.

Indosat Ooredoo Bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Selenggarakan Program Pemberdayaan Perempuan Purna TKI di Sukabumi

“Indosat Ooredoo mendukung inisiatif GSMA Women Connected Global Initiative melalui komitmen dan road map kami untuk meningkatkan akses perempuan Indonesia ke mobile internet menjadi 43% di tahun 2020,” ujar Ripy Mangkoesoebroto, Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, dalam Pembukaan Program Pemberdayaan Perempuan Purna TKI di Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 24 Oktober 2016.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi menunjukkan, sebagian besar dari purna TKI memang memilih berwirausaha untuk bertahan hidup pasca pensiun sebagai TKI. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka juga harus dapat bertahan ditengah laju era digital yang serba cepat. Melalui program ini, Indosat Ooredoo memastikan para perempuan purna TKI memiliki akses ke dunia digital, sehingga mampu mendukung kehidupan sehari-hari mereka dalam melakukan proses pencarian informasi, berkomunikasi, berwirausaha, atau pun kegiatan lainnya dengan mudah dan efisien.
Melalui program ini juga Indosat Ooredoo memberikan pelatihan di antaranya berupa dasar-dasar pengenalan komputer dan sistem informasi, proses pencarian informasi dan berkomunikasi melalui internet dan email, pengelolaan keuangan dengan spreadsheet, pembuatan presentasi dengan aplikasi presentasi multimedia, pengenalan e-commerce, hingga panduan keamanan internet. Indosat Ooredoo juga akan memberikan pengenalan tentang sistem Dompetku untuk mempermudah transaksi pembayaran serta pengenalan platform e-commerce Cipika.
Menurut Ripy, melalui program ini Indosat Ooredoo ingin agar para perempuan purna TKI memiliki akses ke dunia digital, sehingga mampu mendukung kehidupan sehari-hari mereka dalam melakukan proses pencarian informasi, berkomunikasi, atau pun kegiatan lainnya dengan mudah dan efisien. Tidak hanya itu, melalui program ini Ripy berharap Indosat Ooredoo dapat memberikan bekal keterampilan dan kemampuan bagi purna TKI dalam berwirausaha di era digital, menciptakan lapangan kerja dan menjadi mandiri.
“Ke depannya, program ini diharapkan juga dapat direplikasi dan diperluas jangkauannya ke masyarakat sehingga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi pada peningkatan statistik pemanfaatan akses internet, terutama untuk perempuan,” ujar Ripy.
Dalam acara pembukaan pelatihan Purna TKI di Sukabumi ini, turut hadir perwakilan Bupati Sukabumi, Dana Budiman (Asisten Daerah II Bidang Ekonomi Pembangunan), Kepala Subdit Tenaga Kerja Mandiri – Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cahyohadi, Ketua Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjajaran, Ayi Bachtiar, Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia, Kartib Bayu, Direktur CV. Slamet Quail Farm, Slamet Wuryadi, para Kepala Dinas serta para Musyawarah Pimpinan Kecamatan.